Imam Ibnul Qoyyim mengatakan: “Tauhid adalah awal dakwah para rasul dan kunci pembuka dakwah para rasul. Tauhid juga kewajiban pertama kali yang memasukkan seorang ke dalam Islam dan kewajiban terakhir sebelum meninggalkan dunia”. (Madarij Salikin 3/436-437).
ㅤ
Maka kepada mereka yang telah menobatkan dirinya untuk terjun dalam kiprah dakwah dan perbaikan umat dari kalangan ustadz, mubaligh, dai, kyai, aktivis dakwah dan sebagainya, kami menyeru dan menasehatkan; Marilah kita bersama-sama mencurahkan perhatian kita untuk menguatkan pondasi aqidah masyarakat, menjelaskan tauhid yang murni, memberantas segala corak kesyirikan yang beredar.
ㅤ
Ingatlah pesan Nabi Muhammad kepada para juru dakwah agar mempriorotaskan dakwah tauhid dalam dakwah mereka, sebagaimana dalam hadits:
ㅤ
ابْنَ عَبَّاسٍ يَقُولُ لَمَّا بَعَثَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم مُعَاذًا نَحْوَ الْيَمَنِ قَالَ لَهُ إِنَّكَ تَقْدَمُ عَلَى قَوْمٍ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَى أَنْ يُوَحِّدُوا اللَّهَ تَعَالَى فَإِذَا عَرَفُوا ذَلِكَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي يَوْمِهِمْ وَلَيْلَتِهِمْ فَإِذَا صَلُّوا فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ زَكَاةً فِي أَمْوَالِهِمْ تُؤْخَذُ مِنْ غَنِيِّهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فَقِيرِهِمْ فَإِذَا أَقَرُّوا بِذَلِكَ فَخُذْ مِنْهُمْ وَتَوَقَّ كَرَائِمَ أَمْوَالِ النَّاسِ.
ㅤ
“Dari Ibnu Abbas berkata: “Tatkala Nabi mengutus Mua’dz kepada penduduk Yaman, beliau bersabda padanya: “Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum dari kalangan ahli kitab, maka jadikanlah dakwah pertama kalimu tentang Syahadat Laa Ilaaha Illa Alloh. Apabila mereka menerimanya, maka kabarkanlah pada mereka bahwa Alloh mewajibkan atas mereka shalat lima waktu sehari semalam. Apabila mereka telah mentaatimu, maka kabarkanlah pada mereka bahwa Alloh mewajibkan atas mereka zakat yang diambil dari harta orang-orang kaya dari mereka lalu diserahkan kepada fakir miskin diantara mereka. Dan janganlah mengambil harta kesayangan mereka dan hati-hatilah dari do’a orang yang terzhalimi, sebab tidak ada penghalang antar Alloh dan do’anya (do’anya mustajab)”. (HR. Al-Bukhori & Muslim)
ㅤ
Wahai para dai, janganlah dan sekali lagi janganlah kita menyembunyikan ilmu hanya karena untuk kepentingan dunia, baik berupa harta, pangkat, pengikut dan sebagainya.
ㅤ
Imam Al-Qurthubi berkata ketika menafsirkan surat Al-Baqoroh: 163: "Setelah Allah melarang dari menyembunyikan al-haq (kebenaran), Dia menjelaskan bahwa masalah pertama yang harus dijelaskan dan tidak boleh disembunyikan adalah masalah tauhid". (Al-Jami' li Ahkamil Qur'an 2/190).
ㅤ
Kajian Oleh : Al-Ustâdz Abu Ubaidah, Muhammad Yusuf bin Mukhtar bin Munthohir As-Sidawi
penulis : Amtony_ariff










