Blog yang berisi dengan Curhatan yang diselingi dengan Dakwah. Karena Penulis Blog ini merupakan orang yang memiliki latar belakang seorang Da'i

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 26 Juli 2017

Tauhid, Prioritas Utama Dakwah



Imam Ibnul Qoyyim mengatakan: “Tauhid adalah awal dakwah para rasul dan kunci pembuka dakwah para rasul. Tauhid juga kewajiban pertama kali yang memasukkan seorang ke dalam Islam dan kewajiban terakhir sebelum meninggalkan dunia”. (Madarij Salikin 3/436-437).

Maka kepada mereka yang telah menobatkan dirinya untuk terjun dalam kiprah dakwah dan perbaikan umat dari kalangan ustadz, mubaligh, dai, kyai, aktivis dakwah dan sebagainya, kami menyeru dan menasehatkan; Marilah kita bersama-sama mencurahkan perhatian kita untuk menguatkan pondasi aqidah masyarakat, menjelaskan tauhid yang murni, memberantas segala corak kesyirikan yang beredar. 

Ingatlah pesan Nabi Muhammad kepada para juru dakwah agar mempriorotaskan dakwah tauhid dalam dakwah mereka, sebagaimana dalam hadits:

ابْنَ عَبَّاسٍ يَقُولُ لَمَّا بَعَثَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم مُعَاذًا نَحْوَ الْيَمَنِ قَالَ لَهُ إِنَّكَ تَقْدَمُ عَلَى قَوْمٍ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَى أَنْ يُوَحِّدُوا اللَّهَ تَعَالَى فَإِذَا عَرَفُوا ذَلِكَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي يَوْمِهِمْ وَلَيْلَتِهِمْ فَإِذَا صَلُّوا فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ زَكَاةً فِي أَمْوَالِهِمْ تُؤْخَذُ مِنْ غَنِيِّهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فَقِيرِهِمْ فَإِذَا أَقَرُّوا بِذَلِكَ فَخُذْ مِنْهُمْ وَتَوَقَّ كَرَائِمَ أَمْوَالِ النَّاسِ.

“Dari Ibnu Abbas berkata: “Tatkala Nabi mengutus Mua’dz kepada penduduk Yaman, beliau bersabda padanya: “Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum dari kalangan ahli kitab, maka jadikanlah dakwah pertama kalimu tentang Syahadat Laa Ilaaha Illa Alloh. Apabila mereka menerimanya, maka kabarkanlah pada mereka bahwa Alloh mewajibkan atas mereka shalat lima waktu sehari semalam. Apabila mereka telah mentaatimu, maka kabarkanlah pada mereka bahwa Alloh mewajibkan atas mereka zakat yang diambil dari harta orang-orang kaya dari mereka lalu diserahkan kepada fakir miskin diantara mereka. Dan janganlah mengambil harta kesayangan mereka dan hati-hatilah dari do’a orang yang terzhalimi, sebab tidak ada penghalang antar Alloh dan do’anya (do’anya mustajab)”. (HR. Al-Bukhori & Muslim)

Wahai para dai, janganlah dan sekali lagi janganlah kita menyembunyikan ilmu hanya karena untuk kepentingan dunia, baik berupa harta, pangkat, pengikut dan sebagainya. 

Imam Al-Qurthubi berkata ketika menafsirkan surat Al-Baqoroh: 163: "Setelah Allah melarang dari menyembunyikan al-haq (kebenaran), Dia menjelaskan bahwa masalah pertama yang harus dijelaskan dan tidak boleh disembunyikan adalah masalah tauhid". (Al-Jami' li Ahkamil Qur'an 2/190).



Kajian Oleh : Al-Ustâdz Abu Ubaidah, Muhammad Yusuf bin Mukhtar bin Munthohir As-Sidawi 
penulis : Amtony_ariff
Share:

Tauhid Terus, Sampai Kapan?


Sebagian kalangan beranggapan bahwa dakwah tauhid tidak rekevan pada zaman sekarang,  bahkan mereka menuding bahwa dajwah tauhid adalah radikal,  ekstrem bahkan memecah belah umat. 

Aduhai, kalau bukan sekarang kita menebarkan tauhid, lantas kapan lagi? Tidakkah kita mempelajari siroh perjalanan dakwah Nabi?! 

Syaikh Mubarok al-Mili mengatakan: 

“Nabi tidak meninggakan untuk mengingkari patung-patung ketika sendirian. 
Tidak melalaikannya sekalipun ketika dibaikot di Syi’b selama tiga tahun yang mencekam. Tidak melupakannya sekalipun ketika sedang bersembunyi saat hijrah ketika para musuh mencarinya. 
Tidak berhenti membicarakannya saat beliau kuat di Madinah di tengah-tengah sahabatnya. Tidak menutup pintu pembicaraan tentangnya setelah Fathu Mekkah. 
Tidak juga beliau tersibukkan darinya sekalipun dalam kondisi perang baik menang atau kalah. Tidak puluh mencukupkan untuk perang ketika baiat tetapi selalu mengulang-ngulang ketika baiat tentang tauhid dan meninggalkan syirik. 
Inilah siroh Nabi dan hadits-haditsnya yang shahih. 
Cermatilah niscaya engkau akan membenarkan apa yang kami sampaikan dan mendapatkan perincian apa yang kami globalkan”. (Risalah Asy-Syirku wa Mazhohiruhu hlm. 19).

Dalam perang Hunain, tatkala sebagian sahabat yang baru masuk Islam meminta kepada Nabi untuk dibuatkan Dhat Anwat (tempat untuk menggantungkan senjata agar menang melawan musuh) maka Nabi mengingkari permintaan mereka dengan keras. 

Perhatikalah hadits ini baik-baik, Nabi tidak diam dari masalah aqidah sekalipun mereka baru masuk Islam dan dalam keadaan perang. Apakah keadaan kita lebih serius dari itu?! (As-Sabil Ilal Izzi wa Tamkin hlm. 44-45 oleh Abdul Malik Romadhoni).
 ㅤ
Demikian pula tatkala sampai kabar padanya bahwa di Yaman ada patung yang di sembah yang disebut Dzul Khulashoh saat beliau sudah kuat, maka beliau selalu berpikir dan sedih hatinya lalu mengutus para sahabat untuk menenangkan pikirannya dengan menghancurkan patung Dzul Khulashoh. 

Subhanallah jika Nabi tidak tenang pikirannya tatkala sampai kabar kepadanya adanya kesyirikan, lantas bagaimana sebagian para dai sekarang bisa tenang tatkala mengisi tentang akhlak atau politik di masjid yang ada kuburannya tanpa ada sedikitpun tergerak membela tauhid bahkan mungkin malah mencela dakwah tauhid!!! Manakah kecemburuan terhadap tauhid. 

Maka dakwah tauhid harus tetap dikibarkan apapun kondisi problematika umat, baik problematika ekonomi seperti yang terjadi pada penduduk Madyan atau problematika moral seperti yang terjadi pada kaumnya Nabi Luth dan lain sebagainya. (Lihat Sittu Duror Min Ushul Ahli Atsar hlm. 22-25 oleh Syakh Abdul Malik Romadhoni).



Kajian Oleh : Al-Ustâdz Abu Ubaidah, Muhammad Yusuf bin Mukhtar bin Munthohir As-Sidawi 
Ditulis oleh : Amtony_ariff
Share:

Rabu, 19 Juli 2017

Kapankah Awal Waktu Sholat Dhuha?

Semoga ini penting bagi kalian yang senantiasa melaksanakan shalat dhuha.


Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Barang siapa shalat shubuh di masjid dengan berjamaah, lalu dia duduk berdzikir sampai matahari terbit (setinggi tombak), lalu shalat sunnah 2 rakaat, maka ia akan mendapatkan pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna, sempurna" (HR. At-Tirmidzi no.591, hadits dari Anas bin Malik, lihat Shohih Sunan at-Tirmidzi no.480 dan Shohiihut Targhib wat Tarhiib no.464).

Dalam riwayat lain ada tambahan :

".....kemudian ia tetap di tempatnya hingga dia *SHALAT DHUHA* karena Allah maka ia akan mendapatkan pahala....." (HR. Ath-Thabrani, lihat Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no.469, hadits dari Uqbah bin Amir dan Utbah bin Abd).

Dari hadits ini kita dapat mengetahui bahwa shalat dhuha "di awal waktu" itu adalah ketika matahari sudah "setinggi tombak" atau dikenal dengan istilah shalat syuruq.

Biasanya waktunya 1 jam setengah setelah adzan shubuh. Jadi jika waktu shubuh jam 4.30, maka waktu dhuha atau shalat syuruq bisa dimulai jam 6 pagi.

Adapun waktu akhir sholat dhuha adalah sebelum tergelincirnya matahari, sekitar 15 menit sebelum masuk waktu zhuhur.
Demikian yang mungkin dapat kami utarakan, Semoga bermanfaat.


Oleh: Al-Ustâdz Najmi Umar Bakkar
Ditulis ulang: Amtony Ariff

Share:

Jangan Remehkan Hal-hal kecil

Wahai teman-teman sekalian ada sedikit hal yang ingin saya sampaikan, mungkin ini sepele tapi insyaallah bermanfaat bagi kita.



Apabila kalian melihat seekor semut terpeleset dan jatuh di air,
Maka angkat dan tolonglah...
Barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di akherat.

Apabila kalian menjumpai batu kecil di jalan yang bisa menggangu jalannya kaum muslimin,
Maka singkirkanlah,
Barangkali itu menjadi penyebab dimudahkannya jalanmu menuju syurga.

Apabila kalian menjumpai anak ayam terpisah dari induknya,
Maka ambil dan susulkan ia dengan induknya,
Semoga itu menjadi penyebab Allah mengumpulkan dirimu dan keluargamu di surga.

Apabila kalian melihat orang tua membutuhkan tumpangan,
Maka antarkanlah ia...
Barangkali itu mejadi sebab kelapangan rezekimu di dunia.

Apabila kalian bukanlah seorang yang mengusai banyak ilmu agama,
Maka ajarkanlah alif ba' ta' kepada anak2 mu,
Setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu..
Yang tak akan terputus pahalanya meski kalian berada di alam kuburmu.

Apabila kalian tidak bisa berbuat kebaikan sama sekali,

Maka tahanlah tangan dan lesanmu dari menyakiti sesama makhluk hidup.....

Setidaknya itu akan menjadi sedekah untuk dirimu.

Al-Imam Ibnul Mubarak Rahimahullah berkata:

رُبَّ عَمَلٍ صَغِيرٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ ، وَرُبَّ عَمَلٍ كَبِيرٍ تُصَغِّرُهُ النِّيَّةُ

“Berapa banyak amalan kecil, akan tetapi menjadi besar karena niat pelakunya.

Dan berapa banyak amalan besar, menjadi kecil karena niat pelakunya”

Jangan pernah meremehkan kebaikan,
Bisa jadi seseorang itu masuk surga bukan karena puasa sunnahnya,
Bukan karena panjang shalat malamnya.
Tapi bisa jadi karena akhlak baiknya dan sabarnya ia ketika musibah datang melanda.

Rasulullah bersabda:

« لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ ».

“Jangan sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun (hanya)bertemu dengan saudaramu dalam keadaan tersenyum".(HR. Muslim)

Mari kita selalu berusaha dg Pikiran dan prilaku positif,

Semangat meraih hasil terbaik serta saling mendoakan akan keberkahan.. Aamiin..

Salam Rumah Muda

-Amtony_Ariff-
Share:

Selasa, 18 Juli 2017

Jangan Bergeser dari Jalan yang Lurus

● Allah berfirman:

وأن هذا صراطي مستقيما فاتبعوه ولا تتبعوا السبل فتفرق بكم عن سبيله

”Dan sesungguhnya inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kalian dari jalan-Nya." (Al-An’am: 153)

Jalan yang lurus adalah satu-satunya jalan yang diridhoi Allah. Yaitu jalan yang ditempuh oleh Nabi shollallahu ’alaihi wasallam dan para Shohabat beliau. Sedangkan "As-Subul" adalah jalan-jalan lain, yaitu cara beragama yang menyelisihi jalannya Nabi shollallahu 'alaihi wasallam dan para Shohabat beliau.

Tatkala para Shohabat berkumpul bersama Nabi shollallahu 'alaihi wasallam, beliau membuat sebuah garis lurus dengan tangan beliau dan berkata, "Inilah jalan Allah". Lalu beliau menoreh garis di sebelah kanan dan sebelah kirinya lalu berkata, "Ini adalah jalan-jalan syaithon", seraya menukil firman Allah surat Al-An'am ayat 153 di atas.

● Beliau juga menegaskan:

هذا سبيل الله وهذه سبل على رأس كل سبيل منها الشيطان يدعوا له

”Ini adalah jalan Allah, sedang ini jalan-jalan lain yang pada setiap jalan-jalan tersebut dikepalai oleh syaithon yang senantiasa menyeru kepadanya." (Dzhilalul Jannah fi Takhrijis Sunnah hal. 16; shohih)

● Nabi shollallahu 'alaihi wasallam bersabda:

وإن بني إسرائيل تفرقت على ثنتين وسبعين ملة وتفترق أمتي على ثلاث وسبعين ملة كلهم في النار إلا ملة واحدة قالوا ومن هي يا رسول الله قال ما أنا عليه وأصحابي

“Sesungguhnya bani Isroil telah terpecah menjadi tujuhpuluh dua golongan, dan umatku akan terpecah menjadi tujuhpuluh tiga golongan. Semuanya di neraka kecuali satu golongan saja yang selamat.” Para shohabat bertanya, “Siapakah golongan yang selamat itu wahai Rosulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu golongan yang berjalan pada apa yang aku dan para Shohabatku jalani.” (HR. At-Tirmidzi 2565 dishohihkan oleh Syaikh Al-'Allamah Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i dalam "Ash-Shohihul Musnad")

● Beliau shollallahu 'alaihi wasallam juga bersabda:

فإنه من يعش منكم فسيري اختلافا كثيرا فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين عضوا عليها بالنواجذ وإياكم ومحدثات الأمور فإن كل بدعة ضلالة

"Maka barangsiapa yang masih hidup sepeninggalku dia akan melihat perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para Khulafa’ur Rosyidin Al-Mahdiyyin sepeninggalku (ketika mendapati perselisihan itu), gigitlah ia (sunnah-sunnah itu) dengan gigi-gigi gerahammu. Dan berhati-hatilah kalian dari perkara baru yang diada-adakan dalam beragama karena setiap bid'ah itu sesat.” (HR. Abu Dawud 4607, At-Tirmidzi 2676 beliau berkata, “Hadits Hasan Shohih” dan Syaikh Al-Albani menshohihkannya dalam "Shohihul Jami’" 2546)

Maka jalan yang lurus hanyalah jalan yang ditempuh oleh Nabi shollallahu 'alaihi wasallam dan para Shohabatnya. Jalan yang lurus adalah "ash-shirothol mustaqim", jalan yang kita mohonkan kepada Allah dalam setiap sholat kita. Bukan jalan pikiran Saya, jalan pikiran Anda, atau jalannya tradisi dan kebiasaan yang berlaku di tengah masyarakat kita. 

Setiap orang masih ada peluang untuk bergeser dari jalan yang lurus, kecuali orang-orang yang diberi tawfiq oleh Allah. Sebab itu dalam menempuh jalan yang lurus ini butuh keikhlasan niat, kejujuran hati, serta kesabaran yang tinggi.

Orang yang tidak jujur keimanannya, kelak akan disingkap di belakang hari manakala ujian datang silih berganti. Mulanya bergeser sedikit demi sedikit, kemudian belok ke kanan dan ke kiri, lalu berbalik arah ke jalan yang tidak Allah ridhoi. Semoga Allah melindungi kita semua.


Kajian: Al-Ustâdz Fikri Abul Hasan
Penulis: Amtony_Ariff

Share:

Rabu, 12 Juli 2017

6 Bulan Kedepan Di Rumah Muda

Bogor, 12 Juli 2017

6 Bulan? 
6 bulan adalah waktu yang sangat singkat bagi saya, sadari ataupun tak disadari kita juga sudah melewati waktu yang sama kemarin, dan kita tak menyadarinya.

Oke, sekarang kita bahas 6 bulan kedepan atau setengah dari sisa waktu kita berada di Rumah Muda(RM). 

Disini saya akan memaparkan beberapa rencana saya pribadi untuk 6 bulan kedepan, dan yang pasti ini semua masih ada hambatan dalam diri saya yaitu sifat Reaktif. Jujur saja saya suka mengerjakan sesuatu apapun itu, tapi hanya saja saya kurang proAktif.

Yang Peratama,  yang akan saya kerjakan adalah memulai untuk menjadi ProAktif, saya akan mulai mencari ide-ide sendiri mengenai apa yang akan saya kerjakan selama 6 bulan di RM dan yang akan saya lakukan sendiri setelah keluar dari RM.

Kedua, saya akan mulai fokus berjualan online karena saya rasa mulai ada passion saya disitu, tentu saja ini ide yang saya dapatkan sendiri, tapi kita sama-sama tahu bahwa saya belum terlalu bisa mengerjakan sesuatu sendiri. Itu saya rasa akan menjadi tantangan bagi saya sendiri selama 6 bulan terakhir ini.

Ketiga, Saya akan menyempatkan waktu saya untuk berkebun. Mungkin di sore hari, atau kapanpun waktu saya kosong. Hmmm ini juga lumayan susah untuk menyempatkan waktunya, menurutku. Tapi coba nanti saya akan meminta Pak RW dan Bang Haikal sebagai Partner. Walaupun saya yang bekerja setidaknya ada dukungan dibelakang dan pemasukan ide-ide yang mungkin saya tidak ketahui. Jujur saja saya suka berkebun, saya suka menanam, saya suka tanaman. Saya rasa ada Passion disini. Ini juga bisa dikembangkan nanti setelah keluar dari RM.

Keempat, Kenapa saya bilang dibagian yang kedua bahwa saya susah untuk menyempatkan waktu saya dalam berkebun, itu karena selain mendalami bisnis Onlineku juga saya ingin mendalami beberapa software editing seperti Photoshop dan Correl Draw, mungkin nanti juga saya akan membisniskannya. Lumayan kan buat tambahan pemasukan. Selain software editing gambar juga saya akan mencari software editing video seperti AE dan yang lainya.

Kelima, Ini mungkin akan saya cari sambil berjalan ya, soalnya ga mudah juga menjalankan semua yang diatas selama saya masih mempunyai sifat ReAktif. Tapi saya beri tahu saya sudah mempunyai banyak rencana bisnis yang akan saya kerjakan setelah saya keluar dari RM.


-Amtony Ariff-
Share:

Categories

About Me

About Me
Seorang Pemuda yang ingin bermanfaat untuk banyak orang. Mengisi blog dengan kicauan curhat yang sedikit diselipi dengan dakwah. . , click here →

Find Me On: