Blog yang berisi dengan Curhatan yang diselingi dengan Dakwah. Karena Penulis Blog ini merupakan orang yang memiliki latar belakang seorang Da'i

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 26 Agustus 2017

MENJADI HAMBA YANG MERDEKA



Dikisahkan bahwa seseorang pernah meminta nasehat kepada imam Syafi’i. Imam Syafi’i menjawab,

إن الله خلقك حرًّا؛ فكن كما خلقك!

“Allah telah menciptakanmu sebagai orang Merdeka, maka jadilah sebagaimana Dia telah menciptakanmu”
(Manaqib As Syafi’i karya Imam Al Baihaqi: 2/197)

Catatan :

Kemerdekaan yang dimaksud oleh imam Syafi’i diatas tentunya bukan kemerdekaan dalam makna yang difahami kebanyakan orang, yaitu kebebasan tanpa batas serta jauh dari aturan-aturan syariat.

Kemerdekaan yang dimaksud adalah kemerdekaan dari penjajahan hawa nafsu dan penyembahan serta ketundukan kepada selain Allah.

Hamba yang merdeka adalah hamba yang hanya menghadapkan wajahnya kepada Allah semata. Kemerdekaan inilah yang akan membawa jiwa dan raganya menuju makna kemerdekaan yang digariskan Allah dalam firman-Nya:

“إياك نعبد و إياك نستعين”

“Hanya kepada-Mu Kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan” (410)

Iya.. Hanya akan mengabdi kepada Allah bukan kepada selain-Nya.

Selamanya...

Hingga datang sesuatu yang diyakini.

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu yang diyakini (kematian).” [QS Al Hijr: 99]

MERDEKA SAMPAI MATI

-Amtony Ariff-
Share:

Wahai Ahlu Sunnah, Sayangilah Sesama Kalian



Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi

Dalam dunia hadits, ada sebuah hadits yang sangat populer di kalangan ahli hadits dengan istilah Hadits Musalsal bil Awwaliyah, pasalnya mereka memilih hadits tersebut sebagai pintu awal dalam memasuki gerbang belajar hadits dan mengajarkannya, agar seorang penuntut ilmu mengetahui bahwa ilmu itu dibangun di atas kecintaan dan saling kasih sayang, bukan dengan permusuhan dan kedengkian. (Lihat Fihris Faharis 1/93, Al-Kattani).

Hadits tersebut adalah:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ :الرَّاحِمُوْنَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ، اِرْحَمُوْا مَنْ فيِ الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فيِ السَّمَاءِ

Dari Abdullah bin `Amr  berkata, Rasulullah  bersabda: “Orang-orang yang pengasih itu dikasihi oleh Dzat Yang Maha Pengasih, sayangilah makhluk yang ada di atas bumi, niscaya kalian akan disayang oleh Dzat yang berada di atas langit". (Lihat Ash-Shahihah no.925 oleh Syaikh Al-Albani)

Hadits ini memberikan anjuran kepada kita untuk saling mengasihi di antara kita, sebab hal itu merupakan ciri khas Nabi dan para pengikutnya.

مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ

Muhammad itu adalah utusan Alloh dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. (QS. Al-Fath:29)

Apabila anjuran ini untuk umat Islam secara umum, maka secara khusus tentunya lebih ditekankan kepada orang-orang yang dikaruniai Alloh nikmat ilmu, dari kalangan para ustadz dan penuntut ilmu.

Sungguh fenomena yang menyedihkan pada zaman sekarang, kebanyakan para penuntut ilmu terutama para pemuda mereka saling mencakar antar sesama, padahal sewajibnya bagi mereka untuk saling melengkapi, menyayangi, dan menasehati dengan cara yang baik dan lembut penuh adab dan kecintaan serta pertimbangan yg matang.

Terkhusus untuk saudara-saudaraku tercinta yang menisbahkan dirinya kepada manhaj salaf, saya menghimbau untuk merapatkan barisan dan menyayangi antar sesama. Alangkah bagusnya ucapan Imam Hasan Al-Bashri:

يا أهل السنة, ترفقوا رحمكم الله, فإنكم من أقل الناس

"Wahai Ahlu Sunnah, hendaknya kalian saling menyayangi di antara kalian, sebab kalian adalah golongan yang paling sedikit". (Syarh Ushul I'tiqod Ahli Sunnah krya Al Lalikai 1/57)

Ya,  kita Ahli Sunnah wal Jamaah,  ahli hadits,  Salafiyyun adalah kelompok ghuroba (asing)  dan minoritas jumlahnya,  kita dianggap asing di tengah masyarakat kita,  tempat kerja kita bahkan di tengah keluarga kita.

Lantas,  apakah pantas kita yg sudah sedikit jumlahnya dan asing ini lalu bertengkar diantara kita? Dahulu,  ahli nahwu mengatakan:

المصغر لا يصغر

Isim kata yg dikecilkan tidak bisa dikecilkan lagi.

Semoga Allah menyatukan langkah kita menuju surgaNya.

-Amtony Ariff-
Share:

Ketika Dua Al-Masih Bertemu



Sahabat Positivelife, ketahuilah bahwa di dunia ada 2 orang yang dijuluki sebagal al-Masih, yaitu Nabi Isa alaihissalam dan Dajjal.


Dalam Lisanul ‘Arab dinyatakan,

وقيل سمي بذلك لأَنه كان يمسح بيده على العليل والأَكمه والأَبرص فيبرئه بإِذن الله

_"Ada yang berpendapat, beliau disebut al-Masih, karena beliau mengusap dengan tangannya  orang yang sakit, buta sejak lahir, penderita kusta, kemduian sembuh dengan izin Allah."_ (Lisanul ‘Arab, 2:593).


Ibnul Atsir mengatakan,

سمي الدجال مسيحاً، لأن عينه الواحدة ممسوحة، والمسيح: الذي أحد شقي وجهه ممسوح، لا عين له ولا حاجب

_"Dajjal disebut Masih, karena salah satu matanya terhapus. al-Masih: orang yang salah satu sisi wajahnya mamsuh (terhapus), tidak ada matanya dan tidak ada alisnya."_ (Jami’ al-Ushul, 4:204)


Kedua al-masih tersebut nanti akan bertemu di akhir zaman. Al-masih yang pertama akan membunuh al-masih yang kedua, yaitu Isa al-Masih akan membunuh al-masih Dajjal. Sehingga muncul ungkapan,

إِنَّ المَسِيحَ يَقْتُلُ المَسِيحَ

_"Sesungguhnya al-Masih (Nabi Isa) membunuh al-Masih (Dajjal)."_ (al-Misbah al-Munir, 2:572)


Demikian penjelasan singkat mengenai al-masih, semoga bisa menambah wawasan yang bermanfaat.

-Amtony Ariff-
Share:

Dengan Takwa, Nenek Tua pun Bisa Kembali Muda



Diriwayatkan dari Al Hasan berkata, Seorang nenek tua pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nenek itu pun berkata, _"Wahai Rasulullah, berdo’alah pada Allah agar Dia memasukkanku dalam surga."_

فَقَالَ : ” ياَ أُمَّ فُلاَن ! إِنَّ الجَنَّةَ لاَ تَدْخُلُهَا عَجُوْزٌ ” . قَالَ : فَوَلَّتْ تَبْكِي


Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, _"Wahai Ummu Fulan, Surga tak mungkin dimasuki oleh nenek tua."_

Nenek tua itu pun pergi sambil menangis.

فَقَالَ : “أَخْبِرُوْهَا أَنَّهَا لاَ تَدْخُلُهَا وَ هِيَ عَجُوْزٌ ، إِنَّ اللهَ تَعَالَى يَقُوْل


Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda, _"Kabarilah dia bahwa surga tidaklah mungkin dimasuki dia sedangkan ia dalam keadaan tua._

Karena Allah Ta’ala berfirman,"_

إِنَّا أَنْشَأْنَاهُنَّ إِنْشَاءً (35) فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا (36) عُرُبًا أَتْرَابًا (37)


_"Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya."_ -QS. Al Waqi’ah: 35-37-. (HR. Tirmidzi, Hasan)


Sahabat Positivelife, begitulah surga tidak dimasukki oleh orang-orang yang sudah tua. Mereka masuk surga dalam keadaan kembali muda. Dalam sebuah riwayat umur mereka sebaya sekitar 33 tahun.

Share:

Perbanyak Takbir di 10 Hari Pertama Dzulhijjah


Sahabat Positivelife, sebagaimana telah disampaikan sebelumnya bahwa 10 hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan hari-hari yang utama. Pada hari-hari ini disyariatkan untuk memperbanyak dzikir kepada Allah ta'ala.


Allah ta'ala berfirman,

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ

"Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan" (al-Hajj [22] : 28)


Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut.


Hal ini berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma.

فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد

_"Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid."_ (HR. Ahmad).


Imam Bukhari rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah radliallahu ‘anhuma keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orang pun mengikuti takbirnya.


Dan Ishaq rahimahullah meriwayatkan dari fuqaha’, tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan,
الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر الله أكبر ولله الحمد

_Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu_

_"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah, Dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah."_


Yuk kita perbanyak takbir, tahlil, dan tahmid di hari-hari ini di sela-sela aktivitas harian kita, bisa sambil mengendarai kendaraan, sambil masak, sambil mengetik, dan aktivitas-aktivitas lainnya.

-Amtony Ariff-

Share:

Mari Berqurban Karena Ia Bukanlah Sedekah Biasa



Sahabat Positivelife, berqurban adalah perintah Robbul Alamin. Allah ta'ala berfirman,

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

"Dirikanlah shalat dan berqurbanlah (an nahr)." (QS. Al-Kautsar: 2).

Ia adalah ibadah yang sangat agung dan mulia, bahkan ia tak sebanding dengan sedekah senilai qurban itu sendiri. Engkau berqurban dengan hewan qurban senilai 3jt masih jauh lebih mulia daripada berinfak senilai 3 juta. Bahkan seandainya ia menambahkan sedekahnya senilai lebih dari itu tetap tidak bisa menyamai keutamaan kurban.

Ulama Malikiyyah menegaskan bahwa ibadah qurban lebih utama daripada memerdekakan budak, walaupun ditambah nilainya berlipat-lipat dari harga qurban.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, "Penyembelihan yang dilakukan di waktu mulia lebih afdhal daripada sedekah senilai penyembelihan tersebut."

Lihat Talkhish Kitab Ahkamil Udhiyah wadz Dzakaah, hal. 11-12 dan Shahih Fiqh Sunnah, 2: 379

Oleh karena itu sahabat, kenapa kita masih enggan untuk kurban jika memang memiliki kelebihan harta.

Yuk kita lihat kembali rekening dan simpanan kita jika memang ada kelebihan maka berkurbanlah karena kita tidak tahu apakah kita masih menjumpai dzulhijjah tahun depan atau tidak.

Share:

MENGGAPAI SURGA DENGAN UKHUWAH



Sudah menjadi kewajiban bagi seorang muslim untuk mempererat ukhuwah dengan sesama muslim yang lain terutama dengan kerabat-kerabat dekat. Karena dengan ukhuwah akan melahirkan perasaan kasih sayang ,cinta,dan penghormatan yang mendalam terhadap setiap orang. Dimana keterpautan jiwa itu ditautkan oleh ikatan aqidah islam,iman,dan taqwa.

Sesungguhnya Allah  عز وجل akan memberikan kemuliaan,keutamaan,martabat yang tinggi serta pahala bagi orang yang saling mencintai karena Allah. Sebagaimana Rasulallah bersabda:

إِنَّ اللّهَ تَعَالَی يَقُوْلُ يَوْمَ  القِيَامَةأَيْنَ الْمُتحَابُّوْنَ بِجَلَالِيْ الْيَوْمَ اظَلَّهُمْ فِيْ ظِلّيْ يَوْمَ لَاظِلَّ اِلَّاظِلِّي

“Sesungguhnya Allah berfirman pada hari kiamat : Dimanakah orang-orang yang saling mencintai dengan kemuliaanKu? Pada hari ini,hari yang tiada naungan kecuali naunganKu akan Aku naungi mereka. (HR.Muslim)

Diantara keutamaan ukhuwah fillah adalah bahwa orang-orang yang saling mencintai karena Allah akan mendapatkan :

-Wajah mereka akan bersinar.

-Pada hari kiamat akan berada dalam naungan Allah عز وجل.

-Allah akan mencintai mereka.

-Mereka akan dapat merasakan manis dan lezatnya iman.

-Mencintai karena Allah akan mendatang iman yang akan mengantarkan kedalam surga.

Semoga Allah سبحانه وتعالى memelihara kita dari kejahatan diri-diri kita dari kemunafikan, sucikanlah amalan-amalan kami dari riya’ serta lisan-lisan kami dari dusta.

آمين يارب العالمين

Sumber: Al-Ukhuwah Islamiyyah Wa Astaruha karya Syaikh Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim Al-Jarullah.

-Amtony Ariff-
Share:

KATAKAN 'YA' UNTUK MENIKAH DAN 'TIDAK' UNTUK MEMBUJANG


Pernikahan adalah fitrah manusia. Oleh sebab itu islam menganjurkan umatnya karena menikah termasuk naluri kemanusiaan. Apabila naluri ini tidak dipenuhi dengan jalan yang sah yaitu pernikahan, maka ia pun mencari jalan-jalan syaiton yang akan menjerumuskan kelembah hitam. Allah berfirman:

وَأَنْكِحُوْ الأَيَمَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ (النور: ٣٢)

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang diantara kamu dan juga orang-orang yang layak menikah dari hamba-hamba sahayamu” (QS.Annur:32)

 Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

يَامَعْشَرَ السَّبَابِ مَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ البَاءَة َفَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَأٌ

“ Wahai para pemuda barang siapa yang mampu diantara kalian untuk menikah maka menikahlah maka sesungguhnya menikah itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan, dan barang siapa yang belum mampu maka hendaklah ia berpuasa, karna puasa itu adalah tameng baginya” (HR.Bukhori:5065,1905,5066)

Imam Al-munawi menjelaskan; “Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjadikan taqwa kedalam dua bagian, satu bagian dapat diraih dengan menikah dan satu bagian lagi dengan amal sholih selainnya."

Dan islam tidak menyukai hidup membujang, Anas bin malik berkata: “ Rasulullah صلى الله عليه وسلم memerintahkan kami untuk menikah dan melarang membujang dengan larangan keras”
Orang yang mempunyai akal dan hati tidak akan mau menjerumuskan dirinya kejalan kesesatan dengan hidup membujang sesungguhnya hidup sendirian itu adalah suatu kehidupan yang kering dan gersang dan hidup tidak memiliki makna dan tujuan.

Jadi, orang yang enggan menikah dari golongan laki-laki dan wanita sebenarnya mereka tergolong orang yang paling sengsara dalam hidup ini mereka lah orang yang paling tidak menikmati kebahagiaan hidup boleh jadi mereka bergelimang harta namun hakikatnya miskin dari karunia Allah ta’ala.
mudah-mudahan Allah memudahkan laki-laki dan wanita yang belum menikah untuk mendapatkan jodoh yang sholih dan sholihah serta dimudahkan untuk segera melangsungkan akad pernikahan. آمِينَ

Sumber : panduan keluarga sakinah, Yazid bin Abdulqodir jawwas.

Share:

KEUTAMAAN SEPULUH HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH


1. Umur manusia seluruhnya adalah musim untuk menjalankan ketaatan dan menuai pahala hingga maut menjemputnya. Oleh karena itu wajib bagi seorang muslim untuk memanfaatkan umur dan waktunya sebaik mungkin, memperbanyak dan memperbaiki ibadah serta amalan hingga mau menjemput , lebih-lebih pada bulan dan hari yang penuh dengan keutamaan.

2. Diantara bulan yang Allah istimewakan dari bulan lainnya adalah dzulhijjah, dan bulan ini memiliki beberapa keistimewaan, diantaranya:

Allah bersumpah dengan hari-hari yang sepuluh.

وَالْفَجْرِ (١) وَلَيَالٍ عَشْرٍ (٢)

“ Demi fajar (1) Dan demi malam yang sepuluh” (QS.Al-Fajr: 1-2)

Imam Rojab berkata; “ Malam-malam yang sepuluh adalah sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah."

3. Hari terbaik secara mutlaq.

قَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلّم: (( ماَمِنْ أَيَّامٍ العمَلُ الصَّالِحُ فِيْهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ أَيَّامِ الْعَشْرِ, فَقَالُوْ: يا رَسُوْلَ اللهِ : وَلاَ الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ الله؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ: وَلاَ الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ الله إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ.

“ Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: 'Tiada hari-hari yang amalan shohih didalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah'. Para sahabat bertanya: 'Tidak pula jihad dijalan Allah?' Rosulullah صلى الله عليه وسلم menjawab: 'Tidak juga jihad dijalan Allah. Kecuali seorang yang keluar membawa jiwa dan hartanya dan dia tidak kembali setelah itu (mati syahid)” (HR.Bukhori:969)

4. Beramal pada hari-hari ini lebih suci dan lebih besar pahalanya.

قَالَ رَسُوْلُ صلى الله عليه وسلّم : مَامِنْ عَمَلٍ أَزْكَى عِنْدَ الله عَزّوَجَلَّ وَلاَ أَعْظَمَ أَجْرًا مِنْ خَيْرٍ يَعْمَلُهُ فِي عَشْرِ الأَضْحَى.

“ Tidak ada amalan yang lebih suci disisi Allah dan tidak ada yang lebih besar pahalanya daripada kebaikan yang dia kerjakan pada sepuluh hari al-adha”(HR.Darimi 1/358)

5. Dianjurkan memperbanyak amalan sunnah.
Karena amalan didalamnya akan dilipat gandakan dan disunnahkan agar bersungguh-sungguh dalam ibadah dihari tersebut.

6. Lebih baik dari sepuluh hari terakhir bulan romadhon.

Syeikhul islam berkata: “ Sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah lebih utama dari sepuluh hari terakhir bulan ramadhon , sedangkan malam sepuluh terakhir romadhon lebih utama dari malam sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah”.
Karena pada bulan dzulhijjah ada ibadah yang agung berupa hari arofah, hari penyembelihan dan ibadah haji.

-Amtony Ariff-
Share:

Categories

About Me

About Me
Seorang Pemuda yang ingin bermanfaat untuk banyak orang. Mengisi blog dengan kicauan curhat yang sedikit diselipi dengan dakwah. . , click here →

Find Me On: