Pernikahan adalah fitrah manusia. Oleh sebab itu islam menganjurkan umatnya karena menikah termasuk naluri kemanusiaan. Apabila naluri ini tidak dipenuhi dengan jalan yang sah yaitu pernikahan, maka ia pun mencari jalan-jalan syaiton yang akan menjerumuskan kelembah hitam. Allah berfirman:
وَأَنْكِحُوْ الأَيَمَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ (النور: ٣٢)
“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang diantara kamu dan juga orang-orang yang layak menikah dari hamba-hamba sahayamu” (QS.Annur:32)
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :
يَامَعْشَرَ السَّبَابِ مَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ البَاءَة َفَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَأٌ
“ Wahai para pemuda barang siapa yang mampu diantara kalian untuk menikah maka menikahlah maka sesungguhnya menikah itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan, dan barang siapa yang belum mampu maka hendaklah ia berpuasa, karna puasa itu adalah tameng baginya” (HR.Bukhori:5065,1905,5066)
Imam Al-munawi menjelaskan; “Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjadikan taqwa kedalam dua bagian, satu bagian dapat diraih dengan menikah dan satu bagian lagi dengan amal sholih selainnya."
Dan islam tidak menyukai hidup membujang, Anas bin malik berkata: “ Rasulullah صلى الله عليه وسلم memerintahkan kami untuk menikah dan melarang membujang dengan larangan keras”
Orang yang mempunyai akal dan hati tidak akan mau menjerumuskan dirinya kejalan kesesatan dengan hidup membujang sesungguhnya hidup sendirian itu adalah suatu kehidupan yang kering dan gersang dan hidup tidak memiliki makna dan tujuan.
Jadi, orang yang enggan menikah dari golongan laki-laki dan wanita sebenarnya mereka tergolong orang yang paling sengsara dalam hidup ini mereka lah orang yang paling tidak menikmati kebahagiaan hidup boleh jadi mereka bergelimang harta namun hakikatnya miskin dari karunia Allah ta’ala.
mudah-mudahan Allah memudahkan laki-laki dan wanita yang belum menikah untuk mendapatkan jodoh yang sholih dan sholihah serta dimudahkan untuk segera melangsungkan akad pernikahan. آمِينَ
Sumber : panduan keluarga sakinah, Yazid bin Abdulqodir jawwas.

0 komentar:
Posting Komentar