Baiklah kita sudah mengetahui apa itu berpikir kritis, dan perbedaanya dengan berpikir sinis setelah di jelaskan oleh saudara kita Azzayd Elkhairy pada tanggal 12 April 2017 kemarin.
maka dari itu langsung saja kita masuk pada inti pembahasan kita kali ini yaitu: langkah-langkah berpikir kritis terhadap suatu hal.
dibawah ini adalah beberapa langkah yang dapat kita gunakan untuk mengkritisi suatu hal yang menurut asumsi kita tidak benar, tetapi dalam hal ini kita mengkritisi suatu hal hanya untuk membuatnya menjadi lebih baik bukan untuk menjatuhkanya, atau dalam artian lain kita memperbaiki suatu hal yang kurang benar.
langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
maka dari itu langsung saja kita masuk pada inti pembahasan kita kali ini yaitu: langkah-langkah berpikir kritis terhadap suatu hal.
dibawah ini adalah beberapa langkah yang dapat kita gunakan untuk mengkritisi suatu hal yang menurut asumsi kita tidak benar, tetapi dalam hal ini kita mengkritisi suatu hal hanya untuk membuatnya menjadi lebih baik bukan untuk menjatuhkanya, atau dalam artian lain kita memperbaiki suatu hal yang kurang benar.
langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
- Mengenali masalah, langkah ini sangat penting karena akan menentukan kemampuan seseorang dalam mengkritisi sebuah masalah,
- menemukan cara-cara untuk menangani masalah tersebut,
- mengumpulkan dan menyusun informasi untuk menangani masalah,
- mengenal asumsi-asumsi dan nilai-nilai yang tidak dinyatakan, langkah ini penting untuk mendeteksi motif-motif tersembunyi dalam suatu permasalahan, kasus, asumsi, atau tulisan,
- Mengevaluasi data dan menilai fakta serta pernyataan-pernyataan,
- mencermati adanya hubungan logis antara masalah dan jawaban-jawaban yang diberikan,
- Menarik kesimpulan atau pendapat tentang isu atau persoalan yang sedang dibicarakan.
Untuk memahami langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengkritisi suatu masalah, marilah kita terapkan kepada sebuah contoh,
contoh yang akan kita gunakan adalah pencitraan seorang pejabat negeri sebelum dipilih menjadi pejabat. dia melakukan berbagai pencitraan diri agar terlihat sederhana, peduli rakyat, tidak korupsi, menjabat bukan untuk kepentingan diri sendiri melainkan untuk kemaslahatan rakyat.
langkah pertama yaitu kita harus mengenali maslah, dalam kasus ini kita simpulkan bahwa permasalahanya adalah pembohongan publik melalui pencitraan.
langkah yang kedua, yaitu menemukan cara-cara untuk menangani masalah tersebut. untuk menangani pembohongan publik ini kita dapat menggunakan salah satu cara yang tepat yaitu; Bahwa masyarakat harus dididik untuk bersikap kritis terhadap setiap pemberitaan. Ada yang dengan lugu menjawab, “Masyarakat harus belajar critical thinking”. Poin yang diangkat sebenarnya adalah pentingnya mengedukasi masyarakat untuk tidak mudah percaya pada berbagai upaya pembohongan publik, termasuk mencitrakan diri sebagai orang baik dan bermoral, padahal kenyataannya tidak demikian.
langkah yang ketiga, yaitu mengumpulkan dan menyusun informasi untuk menangani masalah, untuk menyelesaikan langkah ketiga kita harus mengumpulkan/menyusun informasi yang mengarah kepada solusi pada poin kedua yaitu:
- Media massa Indonesia suka memanfaatkan kelemahan pembaca (sulit bersikap kritis) jika membaca atau menyimak pemberitaan yang menonjolkan sisi kemanusiaan atau sisi human interests.
- Pejabat publik memiliki agenda tersembunyi (“rencana” korupsi) tetapi supaya masyarakat tidak mencurigainya, dia terlebih dahulu menampilkan diri sebagai orang baik (secara moral: sopan, lugu, peduli pada kepentingan publik, dsb).
- Orang cerdas secara intelektual ternyata tidak menjadi jaminan bahwa dia akan bersikap baik secara moral.
berlanjut ke langkah yang keempat, yaitu mengenal asumsi-asumsi dan nilai-nilai yang tidak dinyatakan. langkah keempat ini dapat dijawab dengan mengajukan pertanyaan seperti ini “Apakah media pemberita berangkat dari motivasi murni untuk melakukan pembohongan publik?” dapat kita ketahui bahwa pemberitaan pejabat tersebut hanya untuk melakukan pembohongan publik.
langkah yang kelima, yaitu Mengevaluasi data dan menilai fakta serta pernyataan-pernyataan, kita bisa menilai bahwa yang dilakukan oleh pejabat tersebut pembohongan publik sebagai pencitraan diri jika kita lihat dari kenyataan yang dilakukan oleh pejabat tersebut memang tidak sesuai yang diberitakan dan digembar-gemborkan.
langkah keenam, mencermati adanya hubungan logis antara masalah dan jawaban-jawaban yang diberikan. Di sini kita bisa mengulang sekali lagi masalah yang sudah dirumuskan di atas, yakni “Apakah dapat dibenarkan atau tidak jika seorang pejabat publik mencitrakan dirinya sebagai orang baik, padahal motifnya adalah ingin menutupi keburukan perilakunya dalam melakukan korupsi?”
kita sama-sama tahu bahwa hal ini sangat tidak dibenarkan
langkah yang terakhir yaitu Menarik kesimpulan atau pendapat tentang isu atau persoalan yang sedang dibicarakan. untuk menarik kesimpulan disini silahkan pembaca memberikan kesimpulanya masing-masing, saya yakin jika para pembaca mengikuti langkah-langkah diatas maka pasti akan dapat menyimpulkan kritikan yang tepat untuk permasalaha tersebut.
saya kira demikian dari saya dan semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua, dan kita bisa menggunakanya untuk mengkritisi suatu hal yang memang pada dasarnya adalah salah.
0 komentar:
Posting Komentar