
Sumber: Google
Sesungguhnya perbuatan dosa dapat mematikan hati dan melemahkan jiwa, hal ini disebabkan jika seorang hamba berbuat dosa maka akan tercipta noktah hitam yang melekat di hatinya, jika bertambah dosanya, bertambah pula noktah hitam di hatinya, dan tidaklah seorang hamba membiasakan dosa, kecuali hatinya menjadi hitam pekat, sehingga cahaya kebenaran sulit menembus dan menerangi hatinya.
Akan tetapi dosa itu memiliki tingkatan yang berbeda-beda, ada yang ditangguhkan
balasannya pada hari kiamat dan ada pula yang disegerakan di dunia sebelum di
akhirat, maka pada edisi kali ini, akan kami paparkan untuk para pembaca, di
antara dosa-dosa yang disegerakan balasannya di dunia sebelum di akhirat,
supaya kita -kaum muslimin- dapat terhindar dan tidak terjerumus ke dalamnya.
1. Rakus dan tamak terhadap dunia
Berlebihan dalam mengejar dunia dapat menyeret seseorang dalam kebinasaan dan kesedihan, Allahpun menyediakan untuknya dua balasan yang langsung diberikanya di dunia,
a. Alloh cerai-beraikan urusannya, dan
"Barangsiapa menjadikan akhirat sebagai orientasi
hidupnya, maka Alloh akan jadikan kekayaan ada dalam hatinya, Alloh himpun
kekuatannya, dan dunia akan menghampirinya, sedang ia tidak menginginkannya,
dan (sebaliknya) barangsiapa menjadikan dunia sebagai cita-citanya, Alloh
jadikan kefakiran ada di depan matanya, Alloh cerai beraikan urusannya dan
dunia tidak menghampirinya kecuali apa yang sudah Alloh takdirkan
untuknya." (HR. at-Tirmidzi : 2465 dan dishohihkan al-Albani dalam
ash-Shohihah L 949)
2. Dzolim dan Durhaka kepada orang tua
Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
"Ada dua pintu (amalan) yang disegerakan balasannya di
dunia; kedzoliman dan durhaka (pada orang tua)." (HR. Hakim dan
dishohihkan al-Albani dalam ash-Shohihah : 1120)
Hal ini dikarenakan terkabulnya doa orang tua, apalagi ketika orang tua terdzolimi, kemudian ia menengadahkan tangannya ke langit,
mengadukan sakit hatinya kepada Alloh, maka doa orang tua ini akan bergerak dan
berhembus menuju angkasa, menembus awan, mencapai langit, dan diamini oleh para
malaikat, kemudian Alloh Ta’ala mengabulkannya .. Maka berhati-hatilah wahai saudaraku dari berbuat dzolim dan durhaka kepada kedua orang tua!
Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
"Tiga doa yang tidak tertolak : doa orang tua, doa
orang yang berpuasa dan doa orang yang terdzolimi." (HR. al-Baihaqi dalam
Sunan Kubro : 6185 dan dishohihkan al-Albani dalam ash-Shohihah : 1797)
Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
"Takutlah terhadap doa orang yang terdzolimi, karena ia
akan terbang di atas awan, kemudian Alloh berkata : ‘Demi kemuliaan dan
kebesaranKu, Aku pasti menolongmu meskipun setelah berlalunya waktu’."
(Dishohihkan al-Albani dalam Shohih al-Jami’ : 117)
Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
"Takutlah terhadap doa orang yang terdzolimi, karena ia
akan terbang menuju langit." (Dishohihkan al-Albani dalam Shohih al-Jami’
: 118)
Hal ini juga menunjukkan betapa besarnya hak kedua orang tua
kita, sampai-sampai Alloh meletakkan kewajiban berbakti kepada kedua orang tua
setelah kewajiban menyembah kepadaNya, Alloh Ta’ala berfirman : "Sembahlah
Alloh dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatupun. Dan berbuat
baiklah kepada kedua orang tuamu." (QS. an-Nisa’ : 36)
Mungkin ini adalah salah satu alasan saya membuat blog ini,
Dakwah merupakan perkara penting yang harus ditegakkan di
tengah-tengah masyarakat, karena jika tiang dakwah ini tumbang maka hancurlah
masyarakat, tersebarlah maksiat, dan disaat itulah murka Alloh akan menimpa.
Berikut ini penulis cantumkan hadits yang memberikan
perumpamaan yang bagus tentang akibat meninggalkan dakwah, Rosululloh Shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda :
"Perumpamaan orang yang melaksanakan amar ma’ruf dan
orang tidak melakukannya ibarat suatu kaum yang naik sebuah kapal kemudian
sebagian ada yang di atas dan sebagian yang lain ada di bawah, kemudian orang
yang berada di bawah apabila ingin mengambil air maka mereka melewati
orang-orang yang ada di atasnya dan otomatis mengganggunya, maka (orang-orang
yang ada di bawah) berkata : seandainya kita lubangi saja perahu ini niscaya
kita bisa mengambil air dengan mudah tanpa mengganggu orang yang ada di atas
kita, maka jika mereka biarkan melaksanakan apa yang mereka inginkan niscaya
mereka semua akan tenggelam binasa, dan apabila mereka dicegah maka mereka
semua akan selamat." (HR. Al-Bukhori : 2361)
Demikianlah Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi
perumpamaan tentang bahaya meninggalkan amar ma’ruf, yang mana Alloh Ta’ala
akan menyegerakan akibat menginggalkan dakwah, sebagaimana yang dituturkan
Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
"Sesungguhnya jika manusia melihat orang yang berbuat
dzolim kemudian tidak mencegahnya, maka dikhawatirkan Alloh akan mengirim adzab
kepada mereka secara merata." (Diriwayatkan Abu Dawud dalam Sunannya :
4340, dan dishohihkan al-Albani dalam asy-Shohihah : 1564).
Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
"Demi Alloh yang jiwaku ada di tanganNya, hendaklah
kalian benar-benar mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran, atau jika tidak,
hampir dipastikan Alloh akan mengiirm adzab untuk kalian." (Diriwayatkan
at-Tarmidzi dalam Sunannya : 2169, dan Al-Albani mengatakan, “hasan lighorihi”,
dalam Shohih at-Targhib wa at-Tarhib : 2313)
4. Sombong
Sombong merupakan perangai tercela, yang mengundang murka
Alloh Ta’ala, Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Tidak hanya sampai di sini, bahkan Allahpun akan menyegerakan
balasan bagi orang yang berbuat sombong dengan menjadikannya dalam kehinaan,
Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Tidaklah seorang hamba kecuali di atas kepalanya ada
hakamah (kinayah untuk kehormatan atau kedudukan) yang berada di tangan
malaikat, maka jika hamba tadi rendah hati (tawadhu’) maka dikatakan kepada
malaikat : angkatlah kedudukannya dan jika dia sombong maka dikatakan kepada
malaikat : rendahkankan dirinya." (HR. Thobroni dan dihasankan al-Albani
dalam asy-Shohihah : 538).
5. Al-Mas’alah (meminta-minta / mengemis)
Meminta-minta adalah pekerjaan hina dan nista yang dibenci dalam Islam, dan barangsiapa yang menjadikan pekerjaan ini sebagai suatu profesi untuk
menumpuk harta dan memperkaya diri, maka Allah akan menjadikan dirinya terjatuh
dalam lembah kemiskinan dan selalu dalam kekurangan.
Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
"Tidaklah seorang hamba membuka pintu meminta-minta
kecuali Alloh bukakan untuknya pintu kefakiran." (HR. Ahmad dan
dishohihkan al-Albani dalam shohih at-Targhib :2462)
Selain balasan yang disegerakan di dunia berupa kemiskinan,
perbuatan ini juga sudah disiapkan adzabnya pada hari Kiamat.
"Barangsiapa meminta-minta manusia untuk memperkaya
diri, maka sebenarnya dia meminta bara api." (HR. Muslim)
Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
"Tidaklah salah satu di antara kalian selalu
meminta-minta kecuali dia akan bertemu Alloh pada hari kiamat sedang wajahnya tidak
berdaging." (HR. Bukhori : 1405 dan Muslim : 2443)
Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata dalam kitabnya
Madarij as-Salikin : ”Hukum asal meminta-minta adalah haram kecuali dalam
kondisi darurat.”
6. Memutus silaturahim, khianat dan
berdusta.
Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
"Tidaklah sebuah dosa yang lebih pantas untuk
disegerakan balasannya di dunia dan juga disimpan di akhirat dibandingkan dosa
memutuskan silaturrohim, khianat, dan juga berdusta, dan sesungguhnya amalan
ketaatan yang paling disegerakan pahalanya adalah menyambung silaturrohim,
sesungguhnya dengan silaturrohim keluarga akan bahagia, harta akan melimpah dan
jumlah keluarga akan bertambah, jika mereka saling menyambung tali
silaturrohim." (Dishohihkan al-Albani dalam Shohih al-Jami’ : 5591)
Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
"Tali silaturrohim bergantung di Arsy, kemudian ia
berkata : Barangsiapa menyambungku maka Alloh akan menyambungnya dan
barangsiapa memutuskannya, maka Alloh akan memutuskannya." (HR. Muslim :
6683)
Su’udzon atau berprasangka buruk kepada Alloh merupakan
sifat tercela yang dapat mengakibatkan seseorang pesimis, takut, cemas dan khawatir
dalam mengarungi kehidupan, serta membuat seseorang berputus asa dari rahmat
Allah Ta’ala.
Orang yang berprasangka buruk kepada Allah, dikhawatirkan
Allah akan merealisasikan apa yang ia sangka dan Allah menyegerakannya di
dunia, hal ini sebagaimana yang disabdakan Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa
sallam :
"Aku sesuai dengan prasangka hambaku kepadaKu, jika ia
berprasangka baik maka baginya kebaikan, dan jika ia berprasangka buruk maka
baginyalah keburukan." (HR. Ahmad dan dishohihkan al-Albani dalam Shohih
al-Jami’ : 4191)
Dari sini, maka wajiblah bagi kita kaum muslimin untuk
berprasangka baik kepada Alloh sehingga kita mendapat kebaikan tadi.
8. Membongkar aib saudaranya seiman dan
menuduhnya
Termasuk dalam dosa yang disegerakan balasannya di dunia adalah
dosa ghibah, perbuatan dosa yang Allah perumpamakan dalam al-Qur’an dengan memakan daging
bangkai saudara kita, sebagaimana yang difirmankan :
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan
prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah
mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain.
Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah
mati ? maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Alloh.
Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." (QS.
Al-Hujurot : 12)
Dan balasan yang disegerakan bagi para pengghibah adalah
Allohpun akan membeberkan aibnya di mata manusia. Rosululloh Shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda :
"Janganlah membeberkan aib kaum muslimin dan janganlah
mencari-cari kesalahan mereka, barangsiapa melakukannya maka Alloh akan
mencari-cari aibnya dan Alloh akan membeberkannya (di hadapan manusia)."
(HR. Tirmidzi : 2032)
Dan Allohpun menyegerakan adzab yang pedih di dunia bagi
para penyebar gosip/berita dan tukang fitnah. Alloh Ta’ala berfirman :
"Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita)
perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi
mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Alloh mengetahui, sedang
kamu tidak mengetahui." (QS. an-Nur : 19)
Alloh Ta’ala berfirman juga :
"Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang
baik-baik yang lengah (untuk berbuat dosa) lagi beriman (berbuat zina), mereka
terlaknat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar." (QS.
an-Nur : 23)
9. Riya’
Riya’ merupakan amalan yang paling ditakutkan oleh
Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpa para umatnya, beliau
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
”Sesungguhnya amalan yang paling aku takutkan menimpa kalian
adalah syirik kecil”, mereka bertanya, ”Apa syirik kecil itu ya Rosululloh ?”
Beliau menjawab, ”Riya’”. (Dishohihkan al-Albani dalam asy-Shohihah : 951)
Maka tidaklah heran bila Alloh Ta’ala menyegerakan balasan
orang yang melakukan riya’, hal ini sebagaimana yang disabdakan Rosululloh
Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
"Barangsiapa melakukan amalan supaya didengar dan
dilihat manusia maka Allohpun akan menampakkan niatnya (di hadapan
manusia)." (HR. Al-Bukhori : 6134, Muslim : 7667)
10. Riba.
Riba merupakan dosa besar yang Alloh dan RosulNya menyatakan
perang terhadap pelakunya, yang mana tidak ada dosa yang Alloh dan RosulNya
menyatakan perang terhadap pelakunya kecuali dosa riba. Sebagaimana firman Alloh
Ta’ala dalam al-Qur’an :
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Alloh
dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang
beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka
ketahuilah, bahwa Alloh dan RosulNya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat
(dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan
tidak (pula) dianiaya." (QS. Al-Baqoroh : 278-279).
Dan Allohpun akan menyegerakan balasan bagi pelaku riba,
Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
"Jika zina dan riba telah tampak pada suatu daerah maka
penduduknya menghalalkan adzab Alloh turun atas mereka." (HR. Thobroni
dalam al-Kabir dan dishohihkan al-Albani dalam Shohih al-Jami’ : 1859)
Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
"Tidaklah seseorang membiasakan riba kecuali Alloh
membalasnya dengan kekurangan." (HR. Ibnu Majah : 2279 dan dishohihkan
al-Albani dalam Shohih al-Jami’ :5518)
Dan para pelaku riba akan mendapat laknat dari Alloh Ta’ala,
hal ini sebagaimana yang ditegaskan Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
"Alloh melaknat pemakan riba dan juga pemberinya (dua
pihak yang melakukan transaksi riba), saksinya dan juga juru tulisnya."
(Dishohihkan al-Albani dalam Shohih al-Jami’ : 5089)
sedangkan makna dari laknat sendiri adalah dijauhkan dari rahmat.
11. Berhutang dengan niat tidak membayar
Hutang merupakan perkara penting yang harus kita perhatikan
karena hutang bisa menghalangi seseorang masuk surga, hal ini
sebagaimana yang disabdakan Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
"Sesungguhnya saudara kalian tertawan di pintu surga
dikarenakan hutangnya." (Dishohihkan al-Albani dalam Shohih al-Jami’ :
1550)
Allohpun menyegerakan balasan bagi orang yang berhutang
dengan niat tidak membayarnya dengan menyulitkan dirinya untuk melunasi
hutangnya sebagaimana yang ia inginkan sendiri, Rosululloh Shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda :
"Barangsiapa mengambil harta manusia dengan niatan
mengembalikannya, Alloh akan melunasinya dan barangsiapa mengambilnya dengan
niat merusaknya Allohpun akan merusaknya." (HR. Al-Bukhori : 2257)
Dirangkum dari: Majalah Adz-Dzakhiirahvol. 9 no. 2 edisi: 68. 1432/2011
0 komentar:
Posting Komentar