Pada dasarnya dulu aku kurang mempunyai minat untuk menulis. Tetapi membaca karya
tulis orang lain merupakan hobi, sebelum akhirnya kebiasaan itu melebur sedikit demi
sedikit. Belakangan minatku untuk membaca buku maupun artikel mulai berkurang.
Aku sadar bahwa membaca itu sangat penting, ilmu bisa bertambah karenanya,
pengalamanpun bisa juga kita pelajari dari orang lain. Tetapi kenapa penghalang ini
susah sekali untuk dihancurkan? baru terbersit sebuah niat untuk membaca sebuah buku
semangat tiba-tiba menghilang. Tak jarang pula yang terhenti hanya di beberapa
halaman pertama.
Dengan bertemunya aku dengan ODOP, aku mulai membangun sebuah niat untuk memaksakan
diri dalam menulis. Memang benar menulis itu susah bagi orang-orang awam. Tak selalu
ide itu datang, bahkan ketika datang pun masih bisa kembali menghilang. Bagiku
menulis itu perlu menguras seluruh isi kepala, mencari ide-ide yang terselip dalam
lekukan otak, menariknya keluar dengan keras hingga mampu menggerakan jari-jemariku.
Membutuhkan keistiqomahan untuk menjadi terbiasa, ada yang bilang untuk membuat
sebuah kebiasaan kita harus melakukan hal itu hingga 40 hari berturut-turut. Tidak
mudah jika dilakukan individual, kita perlu penyemangat, entah itu kawan maupun
suasana. Dan dengan adanya ODOP saya Alhamdulillah merasa terbantu, ada pengingat
dikala kita mulai lalai, memaksa kita untuk terus bergerak walaupun semangat sudah
mulai redup.
GO ODOP GO. Tetap berkembang ya, banyak anak bangsa yang memiliki potensi dan belum
bisa mengembangkanya. Dengan adanya komunitas ini semoga lahir penulis-penulis besar
yang karyanya bisa merubah mindset anak bangsa. Tidak hanya ketikan alay di medsos
saja.

0 komentar:
Posting Komentar