Cantik, pinter masak, siapa yg ga suka?. Seperti itu pandangan laki-laki terhadap
wanita. Mereka berangan memiliki kekasih yang pintar masak sehingga kelak makan
malam sudah dihidangkan ketika pulang dari kerja.
Tapi apakah semua perempuan jago masak? jawabannya tidak. Banyak diluar sana mereka
yang baru belajar memasak setelah mereka berumah tangga. Tapi apakah hidup mereka
tidak bahagia? tentu saja tidak, suami akan menerima seperti apapun rasanya masakan
seorang istri.
Disitu akan ada banyak pengalaman, mulai dari belajar menyesuaikan masakan dengan
lidah masing, dan belajar bersama untuk menghidangkan sarapan. Akan ada banyak waktu
bersama, waktu untuk berdua. Dan cinta akan semakin tumbuh seiring kebersamaan waktu
yang mereka lalui.
Dengan begitu bukan berarti perempuan tidak harus bisa masak. Daripada waktu
dihabiskan untuk belajar berhias dan berdandan lebih baik kan digunakan untuk
belajar memasak. Memang kecantikan bisa membuat suami senang, tapi apakah suami akan
dikasih makan bedak dan gincu?.
Menghidangkan makanan kepada suami merupakan ladang pahala bagi seorang istri.
Ambillah kesempatan itu, kesempatan untuk mendapat ridhonya, karena tidak semua
lelaki itu suka memasak. Tidak mau kan kesempatan itu diambil orang lain, tukang
warteg misalnya.
Jadi, kita laki-laki maupun perempuan harus punya kemampuan untuk itu. Karena tidak
mungkin selalu perempuan yang melakukan itu, dan lelaki juga tidak semua suka itu.
wanita. Mereka berangan memiliki kekasih yang pintar masak sehingga kelak makan
malam sudah dihidangkan ketika pulang dari kerja.
Tapi apakah semua perempuan jago masak? jawabannya tidak. Banyak diluar sana mereka
yang baru belajar memasak setelah mereka berumah tangga. Tapi apakah hidup mereka
tidak bahagia? tentu saja tidak, suami akan menerima seperti apapun rasanya masakan
seorang istri.
Disitu akan ada banyak pengalaman, mulai dari belajar menyesuaikan masakan dengan
lidah masing, dan belajar bersama untuk menghidangkan sarapan. Akan ada banyak waktu
bersama, waktu untuk berdua. Dan cinta akan semakin tumbuh seiring kebersamaan waktu
yang mereka lalui.
Dengan begitu bukan berarti perempuan tidak harus bisa masak. Daripada waktu
dihabiskan untuk belajar berhias dan berdandan lebih baik kan digunakan untuk
belajar memasak. Memang kecantikan bisa membuat suami senang, tapi apakah suami akan
dikasih makan bedak dan gincu?.
Menghidangkan makanan kepada suami merupakan ladang pahala bagi seorang istri.
Ambillah kesempatan itu, kesempatan untuk mendapat ridhonya, karena tidak semua
lelaki itu suka memasak. Tidak mau kan kesempatan itu diambil orang lain, tukang
warteg misalnya.
Jadi, kita laki-laki maupun perempuan harus punya kemampuan untuk itu. Karena tidak
mungkin selalu perempuan yang melakukan itu, dan lelaki juga tidak semua suka itu.

0 komentar:
Posting Komentar