malam ini serasa tetiba aku sendiri
ingin ku mengingat dia yang telah pergi
tapi buat apa? kenangnya hanya tersisa luka
luka yang menembus dada
dalam hitungan pekan yang terlewat
cukup untuk membuatku tak lagi teringat
pengorbanan emosional dan perasaan
menjadi akar sulitnya mengikhlaskan
harapan, memang tak ada padanya
hanya sebuah khayalan yang pernah ada
khayalan untuk hidup berdua
bercanda, tertawa, bahagia hingga tua
tapi apa daya, keinginan itu harus terpupus
bersamaan dengan tujuan yang terbakar hangus
kau pergi tanpa ada sedikitpun berita
hingga kulihat kau menggandengnya
kalian berdua, yang kini terlihat cukup bahagia
yakinkah akan bertahan selamanya?
walaupun begitu yang terbaik dari doaku untuk kalian
semoga cepat dihalalkan, agar tidak berlarut-larut dalam kemaksiatan.

0 komentar:
Posting Komentar