Sifat ini kerap dimiliki anak-anak muda. Terlihat sepele memang, namun efeknya bisa sangat besar. Bisa menghancurkan persahabatan bahkan hubungan kekeluargaan.
Sifat ini transfaran bagi orang yang memilikinya, terkadang kita sendiri bahkan tak menyadarinya. Tak memikirikan orang lain, berbuat hanya yang menurut kita baik. Hingga tiba-tiba ada seseorang yang meninggalkan kita, disitulah kita baru tersadar.
Bahkan disaat kita menyadarinyapun kita belum tentu mengakuinya. Tak mau mengintrospeksi diri tetap menganggap diri yang paling benar. Timbullah rasa gengsi untuk mengakui kesalahan sendiri.
Kita harus membangun kerendahan hati, tidak semua yang kita pikirkan itu benar. Mintalah pendapat teman, kawan, dan keluarga, mereka akan memiliki pandangan yang berbeda tentang segala sesuatu yang kita pikirkan.
Jangan andalkan diri sendiri, tetap bersatu dengan membandingkan argumen. lebih banyak argumen akan lebih banyak ide yang bisa kita lakukan. Dan kita juga harus menerima pendapat dari yang lain, menghargainya, tidak menolak begitu saja. mengambil ide yang lebih bagus dengan cara bermusyawarah.
Sifat ini transfaran bagi orang yang memilikinya, terkadang kita sendiri bahkan tak menyadarinya. Tak memikirikan orang lain, berbuat hanya yang menurut kita baik. Hingga tiba-tiba ada seseorang yang meninggalkan kita, disitulah kita baru tersadar.
Bahkan disaat kita menyadarinyapun kita belum tentu mengakuinya. Tak mau mengintrospeksi diri tetap menganggap diri yang paling benar. Timbullah rasa gengsi untuk mengakui kesalahan sendiri.
Kita harus membangun kerendahan hati, tidak semua yang kita pikirkan itu benar. Mintalah pendapat teman, kawan, dan keluarga, mereka akan memiliki pandangan yang berbeda tentang segala sesuatu yang kita pikirkan.
Jangan andalkan diri sendiri, tetap bersatu dengan membandingkan argumen. lebih banyak argumen akan lebih banyak ide yang bisa kita lakukan. Dan kita juga harus menerima pendapat dari yang lain, menghargainya, tidak menolak begitu saja. mengambil ide yang lebih bagus dengan cara bermusyawarah.

0 komentar:
Posting Komentar