Terkadang ketika kita masih belajar di bangku sekolah atau di pondok pesantren
kita mungkin sering berpikir bahwa, Apakah yang saya pelajari sekarang itu akan
ada gunanya nanti dihari tua?. Dan itu juga bisa menjadi hambatan terbesar kita
dalam belajar. Orang yang berpikiran seperti itu biasanya akan malas untuk
belajar.
Ditambah lagi kalau ada temen yang melontarkan ucapan, "Ngapain belajar kaya
gitu? nanti ga bakal kepakai selain di sekolah mah". Terutama di pelajaran
Matematika, banyak sekali bab-bab yang dianggap tidak penting karena tidak
terpakai dalam kehidupan sehari-hari. Tapi banyak juga pelajaran yang lain yang
diremehkan seperti itu.
Untuk pengalaman saya sendiri saya dulu belajar dipesantren, disana diajarakan
tentang agama. Menghafal dalil Alqur'an dan Hadits, serta mempelajari dan
memahaminya. Kebetulan sekali seperti yang saya pernah tulis dalam tulisan saya
yang berjudul "ME AND MY UNFORGETTABLE MOMENT". Saya hanya belajar hanya sampai
kelas 11 dan itupun kurang fokus, sehingga ilmu yang saya dapatkan pun sedikit.
Nah, barulah saya dapat batunya. Seringkali saya disuruh berbicara didepan
banyak orang, mereka hanya memandang saya berasal dari pesantren, padahal kan
tidak semua anak pesantren pintar hahaha. Terakhir kali tadi pagi(Senin 02/10)
saya disuruh mengisi kultum di acara yang agak resmi di tempatku belajar, ada
beberapa mentorku salah satunya pendiri ODOP yaitu Bang Syaiha. Yah dengan agak
berat hati saya bicara dan masih gelegepan seperti orang tenggelam.
Alhamdulillah dengan sedikit ilmu yg saya punya sangat terasa perbedaanya
ketika kita berjumpa dengan orang-orang di luar sana. Minimal kita dapat
sedikit bersaing dengan mereka. Saya pernah dikarantina bersama 19 orang calon
Da'i yang akan disebar ke seluruh Indonesia, dan disana saya tidak terlihat
begitu bodoh lah. Bahkan saya membantu pengajar untuk mengajarkan Bahasa Arab
kepada mereka, dan beberapa kali mendapat bagian untuk menjadi khotib ketika
sholat jum'at.
Dan saya juga sempat mengajar di sekolah formal tingkat SMP selama setengah
tahun, sebelum akhirnya saya keluar karena ada beberapa masalah dengan kepala
sekolah. Lumayanlah saya yang hanya lulusan SMA bisa mengajar di sekolah yang
muridnya lumayan banyak. Yang saya ajarkan adalah Mata pelajaran Akhlaq dan
Tajwid, Mungkin 3 sampai 4 bulan pertama materi yang kita ajarkan cukup luas
tetapi bulan-bulan berikutnya saya sadar bahwa ilmu saya sangat sedikit.
Untuk temen-temen yang membaca tulisan ini jangan sekali-kali bosan dalam
belajar ya. Walaupun kita merasa sedikit ilmu yang kita punya diluar sana akan
sangat berguna, Apalagi kalau banyak. Baik, semoga bermanfaat terimakasih.
kita mungkin sering berpikir bahwa, Apakah yang saya pelajari sekarang itu akan
ada gunanya nanti dihari tua?. Dan itu juga bisa menjadi hambatan terbesar kita
dalam belajar. Orang yang berpikiran seperti itu biasanya akan malas untuk
belajar.
Ditambah lagi kalau ada temen yang melontarkan ucapan, "Ngapain belajar kaya
gitu? nanti ga bakal kepakai selain di sekolah mah". Terutama di pelajaran
Matematika, banyak sekali bab-bab yang dianggap tidak penting karena tidak
terpakai dalam kehidupan sehari-hari. Tapi banyak juga pelajaran yang lain yang
diremehkan seperti itu.
Untuk pengalaman saya sendiri saya dulu belajar dipesantren, disana diajarakan
tentang agama. Menghafal dalil Alqur'an dan Hadits, serta mempelajari dan
memahaminya. Kebetulan sekali seperti yang saya pernah tulis dalam tulisan saya
yang berjudul "ME AND MY UNFORGETTABLE MOMENT". Saya hanya belajar hanya sampai
kelas 11 dan itupun kurang fokus, sehingga ilmu yang saya dapatkan pun sedikit.
Nah, barulah saya dapat batunya. Seringkali saya disuruh berbicara didepan
banyak orang, mereka hanya memandang saya berasal dari pesantren, padahal kan
tidak semua anak pesantren pintar hahaha. Terakhir kali tadi pagi(Senin 02/10)
saya disuruh mengisi kultum di acara yang agak resmi di tempatku belajar, ada
beberapa mentorku salah satunya pendiri ODOP yaitu Bang Syaiha. Yah dengan agak
berat hati saya bicara dan masih gelegepan seperti orang tenggelam.
Alhamdulillah dengan sedikit ilmu yg saya punya sangat terasa perbedaanya
ketika kita berjumpa dengan orang-orang di luar sana. Minimal kita dapat
sedikit bersaing dengan mereka. Saya pernah dikarantina bersama 19 orang calon
Da'i yang akan disebar ke seluruh Indonesia, dan disana saya tidak terlihat
begitu bodoh lah. Bahkan saya membantu pengajar untuk mengajarkan Bahasa Arab
kepada mereka, dan beberapa kali mendapat bagian untuk menjadi khotib ketika
sholat jum'at.
(Menyampaikan materi Fiqih Dakwah untuk kader Da'i)
Dan saya juga sempat mengajar di sekolah formal tingkat SMP selama setengah
tahun, sebelum akhirnya saya keluar karena ada beberapa masalah dengan kepala
sekolah. Lumayanlah saya yang hanya lulusan SMA bisa mengajar di sekolah yang
muridnya lumayan banyak. Yang saya ajarkan adalah Mata pelajaran Akhlaq dan
Tajwid, Mungkin 3 sampai 4 bulan pertama materi yang kita ajarkan cukup luas
tetapi bulan-bulan berikutnya saya sadar bahwa ilmu saya sangat sedikit.
(Mengisi materi Tafsir Alquran)
Untuk temen-temen yang membaca tulisan ini jangan sekali-kali bosan dalam
belajar ya. Walaupun kita merasa sedikit ilmu yang kita punya diluar sana akan
sangat berguna, Apalagi kalau banyak. Baik, semoga bermanfaat terimakasih.


0 komentar:
Posting Komentar