Blog yang berisi dengan Curhatan yang diselingi dengan Dakwah. Karena Penulis Blog ini merupakan orang yang memiliki latar belakang seorang Da'i

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Rumah Tangga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rumah Tangga. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Oktober 2017

Pinter masak

Cantik, pinter masak, siapa yg ga suka?. Seperti itu pandangan laki-laki terhadap
wanita. Mereka berangan memiliki kekasih yang pintar masak sehingga kelak makan
malam sudah dihidangkan ketika pulang dari kerja.

Tapi apakah semua perempuan jago masak? jawabannya tidak. Banyak diluar sana mereka
yang baru belajar memasak setelah mereka berumah tangga. Tapi apakah hidup mereka
tidak bahagia? tentu saja tidak, suami akan menerima seperti apapun rasanya masakan
seorang istri.

Disitu akan ada banyak pengalaman, mulai dari belajar menyesuaikan masakan dengan
lidah masing, dan belajar bersama untuk menghidangkan sarapan. Akan ada banyak waktu
bersama, waktu untuk berdua. Dan cinta akan semakin tumbuh seiring kebersamaan waktu
yang mereka lalui.

Dengan begitu bukan berarti perempuan tidak harus bisa masak. Daripada waktu
dihabiskan untuk belajar berhias dan berdandan lebih baik kan digunakan untuk
belajar memasak. Memang kecantikan bisa membuat suami senang, tapi apakah suami akan
dikasih makan bedak dan gincu?.

Menghidangkan makanan kepada suami merupakan ladang pahala bagi seorang istri.
Ambillah kesempatan itu, kesempatan untuk mendapat ridhonya, karena tidak semua
lelaki itu suka memasak. Tidak mau kan kesempatan itu diambil orang lain, tukang
warteg misalnya.

Jadi, kita laki-laki maupun perempuan harus punya kemampuan untuk itu. Karena tidak
mungkin selalu perempuan yang melakukan itu, dan lelaki juga tidak semua suka itu.
Share:

Minggu, 03 September 2017

KALA ANAK BERANJAK DEWASA



Anak adalah anugrah terindah yang dimiliki oleh orang tua bak intan permata yang di damba yang mana kewajiban kita - wahai orang tua- adalah merawat dan menjaga mereka baik dari kejelekan dunia atau pun api neraka yang menyala-nyala yang bahan bakarnya adalah jin dan manusia .

Bimbinglah mereka di waktu besar sebagaimana penting bagi kita  untuk membimbing mereka di waktu kecil.

Karena di saat itulah mereka lebih membutuhkan kasih sayang, pengarahan dan nasihat-nasihat dari orang terdekatnya. Karena di saat kita memberikan perhatian lebih kepada mereka, hal itu memudahkan kita untuk mengatur mereka sehingga mereka tidak butuh terhadap perhatian dari orang lain bahkan non mahrom.

Betapa kita lihat anak sekolah berpacaran di sebabkan kesalahan mendidik, kurang kasih sayang, dan salah pergaulan. Padahal seusia mereka membutuhkan lebih banyak perhatian.

Lihatlah para salaf terdahulu, teladan kita Nabi Ibrahim عليه السلام yang masih memberikan pengarahan terhadap putranya Ismail عليه السلام di saat ia berumah tangga. Ingatkah cerita Ibrahim عليه السلام yang mengunjungi anaknya tapi pada saat itu sedang pergi dan hanya menemui menantunya dan beliau pun bertanya tentang keadaan rumah tangga mereka. Sang menantu kurang bersyukur dengan nikmat Allah dan mengeluh. Maka Ibrahim عليه السلام pun memerintahkan untuk menceraikannya.

Betapa perhatian ibrahim عليه السلام kepada keluarga Ismail عليه السلام. Karna beliau ingin yang terbaik untuk anaknya tak ingin menantunya menjerumuskan anaknya ke dalam api neraka.

Lalu bagaimana dengan kita?

 RENUNGKANLAH!!!
Share:

Categories

About Me

About Me
Seorang Pemuda yang ingin bermanfaat untuk banyak orang. Mengisi blog dengan kicauan curhat yang sedikit diselipi dengan dakwah. . , click here →

Find Me On: