Blog yang berisi dengan Curhatan yang diselingi dengan Dakwah. Karena Penulis Blog ini merupakan orang yang memiliki latar belakang seorang Da'i

Minggu, 03 September 2017

NIKMATNYA BERTAHAJUD


Shalat tahajjud disebut sebagai shalat Muqarrabin, yaitu shalatnya orang-orang yang dekat dengan Allah SWT. Nabi SAW bersabda, “Qiyamul lail itu mendekatkan diri kepada Allah“.

Shalat Tahajjud disebut juga shalat kemuliaan, shalat yang membawa kemuliaan di dunia dan di akhirat. Nabi SAW bersabda, “Ketahuilah sesungguhnya kemuliaan seorang mukmin itu bangunnya di waktu malam, dan keluhurannya adalah kecukupannya dari manusia.“ (HR. Al Hakim-Baihaqi-Al Khatib-Ibnu Asakir dan Abu Na’im).

Bilal r.a berkata, “Laksanakanlah shalat malam, karena ia hidangannya orang-orang saleh, tanda taqarrub kepada Allah, pencegahan dosa dan kejahatan serta penyembuh beberapa penyakit bagi tubuh.“ (HR. Baihaqi- Turmudzi dan Hakim)

“Rasulullah SAW menyeru kita untuk shalat malam. Ibadah ini telah diwasiatkan kepada umatnya agar menjadikannya munajah malam untuk menambah taqarrub kepada Allah SWT. Diharapkan dengan ibadah malam ini seseorang akan mendapat kedamaian dalam hatinya. Mendapatkan kemenangan dalam medan kehidupan. Kelak akan mendapatkan kebahagiaan di surga Darus Salam, bersama Nabi, orang-orang saleh dan para ahli ilmu yang cendekia.“ (Tahajjud Menembus Arsy oleh Djalamuddin Ahmad Al Buni)

Para salafus saleh sangat bersemangat untuk menunaikan shalat malam atau tahajjud. Mereka berupaya menghidupkan malamnya dengan amalan-amalan istimewa. Sampai-sampai Abu Sulaiman Ad-Darani berkata, “Demi Allah, kalau bukan karena shalat malam aku tak senang hidup di dunia ini“.

Fudhai bil Iyadh bertutur, “Kala matahari terbenam, aku bergembira karena menyambut malam berduaan dengan Allah, kala matahari terbit aku bersedih karena banyak orang menemuiku.”

Kelezatan dan manisnya shalat malam akan dapat dinikmati oleh seseorang, kecuali ia sendiri mencoba mendapatkan kenikmatan dan manisnya ibadah tersebut. Memperoleh lezat dan manisnya shalat malam bagi orang beriman adalah perasaan sadar akan kedudukannya sebagai hamba Allah. Menumbuhkan perasaan ingin mendekati Allah melallui khalawat di malam hari.

Golongan salafus saleh (orang-orang saleh terdahulu) sangat menikmati kelezatan Qiyamul lail tersebut. Mereka menemukan mutiara dari ibadah malam mereka yang sangat mahal harganya. Mereka melakukan dan merasakan kelezatannya. Muhammad bin Al Munkadir, ulama besar, pada suatu malam menuju mimbar Nabi di tengah malam untuk shalat lail. Ia mendengar doa seorang lelaki,

“Ya Tuhanku, kemarau telah menyengsarakan hamba-Mu. Aku berdoa kepada-Mu agar engkau memberi air minum kepada mereka”. Tidak lama kemudian hujan turun dengan lebat. Al Munkadir mencari tahu lelaki itu ke rumahnya.Ternyata ia ahli shalat malam. Dan meminta agar tidak diceritakan kepada orang lain sampai ia wafat.

Umar bin Khattab r.a yang ditakuti oleh syaitan berkata, “Sekiranya bukan karena 3 hal, aku tidak ingin hidup lebih lama di dunia ini. Yaitu:

1. Berjihad di jalan Allah

2. Bersusah payah pada malam hari menunaikan tahajjud

3. Berkumpul dengan orang banyak untuk mengambil nasehat- nasehat yang terbaik seperti nengambil buah-buah yang terbaik.

Umar r.a mengakui, untuk istiqamah tahajjud melalui usaha yang susah payah.Tapi kalau kita mampu, maka amalan yang demikian sangat disukai Allah. Nabi SAW bersabda,

"Perbuatan yang paling disukai Allah adalah perbuatan yang terus menerus dikerjakan walau hanya sedikit.“ (HR. Bukhari dan Muslim)

Wallahu’alam.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Categories

About Me

About Me
Seorang Pemuda yang ingin bermanfaat untuk banyak orang. Mengisi blog dengan kicauan curhat yang sedikit diselipi dengan dakwah. . , click here →

Find Me On: