◎ Seorang ulama berkata, “Kalau budak (pelayan) mencintai Tuannya, wajar. Karena ada sesuatu yang diharapkan darinya. Yang aneh, kalau Tuannya, mencintai budaknya (pelayannya). Sebab, kalau Tuannya sudah menyayangi pelayannya, sudah pasti semua keperluan dan atau fasilitas yang diminta oleh si pelayan, akan mudah dipenuhi Tuannya.”
◎ Semua pasti menginginkan rumah tangga bahagia sejak di dunia sampai di akhirat. Rumah tangga mahabbah warrahmah. Rasulullah SAW bersabda, “Baiti Jannati (rumah tanggaku adalah surgaku).”
◎ Bagaimana kiat meraihnya? Rasulullah SAW bersabda,
رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ فَإِنْ أَبَتْ رَشَّ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ رَحِمَ اللَّهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنْ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا فَصَلَّى فَإِنْ أَبَى رَشَّتْ فِي وَجْهِهِ الْمَاءَ
“Semoga Allah SWT merahmati orang yang bangun malam hari, lalu shalat dan membangunkan istrinya. Jika isterinya menolak, dia memercikkan air ke wajah istrinya. Semoga Allah merahmati wanita (istri) yang bangun di malam hari lalu shalat dan membangunkan suaminya. Jika suaminya menolak, dia memercikkan air ke wajah suaminya.” (HR. Abu Daud-An Nasai-Ibnu Majah-Ibnu Khuzaimah-Ibnu Hiban-Al Hakim dan lain-lain)
◎ Dikatakan dalam satu riwayat, barangsiapa menunaikan shalat tahajjud di rumahnya, ia akan diberi limpahan berkah pada keluarganya, hartanya, perniagaannya, dan segala urusannya.” (Al Bakarah fi fadhlis sa’yi wal Harakah hal 78)
◎ Rahmat itu adalah kasih sayang Allah. Kalau Allah SWT sudah memberikan rahmat-Nya atau menyayangi seorang hamba, maka sudah pasti si hamba itu akan masuk surga.
◎ Qiyamul lail atau shalat tahajjud adalah amalan sunnah nafilah saja. Namun bila seorang hamba istiqamah melakukannya, ia akan meraih cinta Allah.
◎ Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT berfirman dalam hadist Qudsi: Jika hamba-Ku terus mendekati-Ku dengan amal-amal nafilah (sunnah) maka Aku akan mencintainya.” (HR. Bukhari )
◎ Abu Darda menerangkan hamba Allah yang paling dicintai Allah adalah para ahli tahajjud. (Kitab Az-Zuhud). Bahkan Allah SWT sendiri sudah memastikan, bahwa si hamba yang istiqamah melakukan shalat Nafilah tahajjud akan ditempatkan pada kedudukan yang terpuji.
وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا
"Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajjud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (QS. Al-Isra’: 79)
◐• Wallahua'lam.

0 komentar:
Posting Komentar