Blog yang berisi dengan Curhatan yang diselingi dengan Dakwah. Karena Penulis Blog ini merupakan orang yang memiliki latar belakang seorang Da'i

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 30 September 2017

S A B T U


S A B T U
(Saat Aku Butuh Tempat Untuk Merenung)

Setelah menjalani banyak sekali aktifitas selama berhari-hari

terkadang kita lupa siapa sebenarnya kita. Ketika banyak sekali

masalah merundung yang tak ada habis-habisnya terkadang kita lupa

hal pertama yang harus ktita lakukan. Begitupula ketika kita sedang

diuji dengan kenikmatan, Kita seringkali lupa untuk merenung.


Merenung terkadang menjadi sangat penting. Untuk mengingat kembali

siapa diri kita sebenarnya, Untuk apa kita ada di  dunia ini, Siapa

sajakah yang paling berhak mendapatkan manfaat dari adanya kita.

Pantaskah kita dikatakan hidup jika tidak ada manfaat sama sekali

bagi kehidupan sekeliling kita.


Tatkala datang suatu masalah kedalam kehidupan kita, dan dikala

kita sedang fokus menyelesaikanya datanglah lagi masalah yang lain

menyusul, bahkan hingga berlapis-lapis. Ada yang hanya sebentar

kelar tetapi tak jarang juga yang betah bertahan mendampingi kita.

Merenunglah.


Begitupula ketika kita hidup kita sedang dipenuhi dengan

kesenangan, dengan kebahagiaan bersama kawan, keluarga, dan lain

sebagainya. Ini yang paling seringkali membuat kita lalai. lalai

dengan tuhan kita, lalai dengan pencipta kita.


Maka sesekali merenunglah, walaupun itu hanya untuk sekedar

mengingat perbuatan kita, apakah kita sudah baik? apakah amalan

sholih yang kita kerjakan sudah lebih banyak dengan dosa yang kita

lakukan? sudahkah kita bermanfaat bagi sekitar kita? sudahkah kita

bersyukur atas nikmat-nikmat-Nya? dan mengapa masalah yang kita

hadapi tak kunjung reda?.


Sungguh dengan merenung kita bisa menemukan kesalahan-kesalahan

yang pada dasarnya seringkali kita tidak sadari. Denganya kita bisa

mengoreksi diri kita sehingga kita tidak hanya menghakimi orang

lain. Percayalah dengan merenung kita juga bisa menjadi orang yang

pandai bersyukur. 
Share:

Kamis, 28 September 2017

K A M I S


K A M I S
(Ketika Akhwat Mulai Iseng Sms)

Hape tiba-tiba bergetar dan pas diangkat ternyata ada SMS. Sms dari orang yang tidak disangka-sangka, Akhwat Sholihah. Akhwat sholihah mengirim pesan singkat ke seorang ikhwan? Kalo hanya sekali duakali ketika ada keperluan tidaklah mengapa. Seperti butuh bantuan karena tugas kampus, bertanya info, atau lain sebagainya. Asal jangan dijadikan keperluan untuk melepas rindu.

Yah itulah yang seringkali terjadi. Mengirim pesan hanya untuk menanyakan sesuatu yang pada dasarnya ga penting, "Apa kabar? gimana skripsinya, sudah selesai? yang semangat yaa.". Lah ini kan pada dasarnya emang ga penting, malah bikin baper. Untung kalau cowoknya mengerti, lha kalau enggak, digombalin habis nih cewek.

Begitu juga dengan Cowo, Jangan asal mengakrabi cewek. Cewek itu sensitif, kita senyum sedikit dia menganggapnya lain, kita kirim sms dia anggap kita mulai perhatian. Lama kelamaan bisa nyantol nih hati si cewek. Dan akhirnya sakit hati pas tahu ternyata hanya dianggap sebagai teman.

Dan untuk para perempuan sekedar saya ingatkan sekarang itu banyak Playboy alim. Hati-hati dengan yang satu ini. Dia kirim sms malam-malam.
"Assalamualaikum, maaf hanya sekedar mengingatkan, sudah sholat tahajjud belum?, jangan lupa sholat ya walaupun hanya 2 rakaat. Pesan ini ga usah dibalas gapapa, yang penting kita sudah melaksanakan dan biarkan hanya kita dengan Allah saja yang tahu."
HATI-HATI inilah salah satu cowo modus. Pesan seperti ini tidak usah ditanggepin. Ini tipe modus yang membawa-bawa agama, disana dia yang mengirim pesan ini lagi ngorok juga, bangun paling-paling nonton bola.

Oke, maaf hanya sekedar mengingatkan ya teman-teman, hal-hal seperti inilah yang seringkali mengganggu konsentrasi kita dalam berhijrah. Intinya sekarang kita fokus membenahi diri saja, Insyaallah jika jiwa kita baik, kelak akan dipertemukan pula dengan yang baik.

Dan bagaimana jika kita sudah terlanjur masuk kedalam hal ini sehingga sulit hati untuk meninggalkan?, ada rasa sakit, ada rasa rindu, takut tidak ada lagi yang seperti dia. Hahaha.. Tinggalkan saja. S.A.H(Sudahi Atau halalkan) pilihlah salah satu jalan tersebut. keduanya memang susah tapi niatkan saja karena Allah, maka Dia pasti akan bantu.
Share:

Rabu, 27 September 2017

R A B U


R A B U
(Ridho Ayah Bunda Untukku)

Oke teman-teman, membicarakan masalah ridho biasanya sangat akrab sekali dengan kata orang tua. Apakah itu ridho? Ridho berasal dari bahasa arab yang berarti menerima sesuatu hal dengan lapang dada tanpa ada rasa kecewa atau paksaan. Sedangkan menurut istilah adalah menerima sesuatu dengan lapang dada, menghadapinya dengan tabah. Dan perkara Ridho ini berkaitan dengan maslah keimanan.

Dan ridho kedua orang tua sangatlah berpengaruh dengan jalan hidup kita. Mengapa tidak? karena Ridho Allah terletak pada ridho kedua orang tua. Seberapapun keras kita berusaha untuk menggapai sesuatu tetaplah berkahnya pada ridho orang tua.

Banyak sekali kisah-kisah kesuksesan yang tak luput dari yang namanya ridho orang tua, terselesaikanya sebuah masalah yang besar karenanya, dan bahkan ada juga orang-orang yang tergelincir karirnya, kehidupanya dikarenakan mengabaikan hal ini.

Berbuat baik kepada orang tua dan selalu mencari ridho darinya dengan memberikan penghargaan, penghormatan dalam batas-batas yang masih diperbolehkan belumlah sepadan dengan pengorbanan jiwa raga orang tua kita semenjak kita masih dalam kandungan. Sangking besarnya pengorbanan mereka bahkan kita mengucapkan kata "Ah"pun dilarang.

Tapi sangat miris sekali jika kita melihat kehidupan anak zaman sekarang. Orang tua dijadikan pembantu, dibentak, bahkan tak sedikit pula yang bermain fisik. Memang benar sekarang mendekati akhir zaman dan terbuktilah hadits rasulullah SAW. bahwa pada saat menjelang akhir zaman akan ada seorang budak yang melahirkan pembantunya. Tak lain dan tak bukan itulah anak yang selalu memerintah ibunya, memperbudak ibunya. Naudzubillah min dzalik.

Marilah kita kembali mengingat bahwasanya kita masuk kedalam surga bukan karena amalan yang kita perbuat, melainkan karena ridho Allah SWT. Dan untuk memperoleh ridho Allah adalah dengan ridho kedua orang tua. Jadi hal ini sangat berkesinambungan bagaikan kunci-kunci yang dikumpulkan untuk mendapatkan kunci yang lainnya untuk membuka sesuatu harta karun yang sangat luar biasa.

Ridho ini juga penting untuk kita selagi masih menjalani kehidupan didunia ini. Saat kita ingin memilih sesuatu, menjalani sesuatu, membangun usaha dan yang lain sebagainya. Percayalah dengan kehendak Allah kita bisa melihat perbedaanya.

Yang menjadikan sukses itu barangkali bukan kita, kita hanya 30% barangkali doa-doa ayah ibu kitalah yang ke langit, itulah yang diambil oleh Allah, kita hanya bisa ikhtiar. Maka tidak pantas kita melupakan mereka setelah kita matang. Tidak pernah menengok, menelpon, memberi kabar kepada mereka. itu adalah dosa. Sekarang giliran kitalah sebagai anak-anaknya yang merawat mereka.

Nah begitu teman-teman, jangan remehkan hal ini. Orang tua adalah insan yang harus kita muliakan setelah Allah dan Rasulnya. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk saya pribadi dan pembaca pada umumya. Aamiin
Share:

Selasa, 26 September 2017

S E L A S A

S E L A S A
(Saat Engakau Merasa Lelah dengan Sedikit Amalan)

yah, Kita sebagai seorang muslim diwajibkan untuk beribadah. Mulai dari
ibadah hati, lisan, Hingga perbuatan. Dan Hukumnya juga bermacam-macam
mulai dari Sunah, Makruh, hingga haram.

Dibenak orang-orang biasanya terdapat pendapat seperti ini; "Kita mah
orang awam, mau ibadah rasanya malas. sedangkan mereka mah ga ada
kesibukan makanya ibadah lancar. Hidupnya sudah terjamin jd ga perlu
susah-susah nyari uang kaya kita hingga lupa waktu." Nah ini dia yang salah.

"Setiap kita memiliki waktu yang sama dalam sehari, Tinggal bagaimana kita menggunakan kesempatanya. "

Sedangkan untuk rasa malas, Kita semua juga punya. mulai dari orang awam seperti kita hingga para ulama besar. Kata siapa Orang yang berilmu tidak pernah merasakan malas?. Penyakit ini bisa berada di hati setiap manusia, Tinggal bagaimana kita menghilangkanya.

Celakanya jika sifat ini menurunkan kapasitas ibadah kita. Hingga kita merasa cukup dengan ibadah yang sedikit, hanya terbatas pada ibadah fardhu saja. Malas untuk melakukan ibadah yang lain, malas untuk melakukan ibadah-ibadah sunnah.

Apakah kita berpikir ibadah yang sedikit itu sudah pasti diterima?, benarkah sudah kita laksanakan dengan khusyu'?. Ayolah kawan Ibadah yang sedikit itu belum menjamin kita untuk masuk surga. Kita bisa lihat dan bandingkan dengan dosa yang kita lakukan selama satu hari, satu jam, satu menit. bisakah menghapus semua itu?

Memang banyak amalan dalam agama ini yang walaupun kecil, ringan, tetapi pahalanya tak terhingga. bahkan ada yang bisa menghapus dosa-dosa kita selama bertahun-tahun. Tetapi masa' kita jadi meremehkan dosa-dosa yang kita lakukan. Bukan begitu sistem kerjanya, Dosa kecil yang kita remehkan akan diitung menjadi dosa besar nantinya. Kita tidak tahu dosa kecil manakah yang dapat menjerumuskan kita ke dalam Neraka.

Oke kawan, Kita lawan rasa malas ini, rasa puas dalam beribadah ini, Anggaplah ibadah kita yang sedikit ini sebagai rasa sykur kita, sebagai permohonan ampunan atas dosa-dosa kita. Jangan mudah puas dengan ibadah yang sedikit ini. HIngga pada saatnya kita bisa merasakan rasa manisnya dalam beribadah.

Semoga Kita senantiasa diberi oleh Allah semangat dan kesabaran dalam ketaatan kepadanya, dan bisa Istiqomah. Demikan dari saya semoga bermanfaat.
Share:

Senin, 25 September 2017

S E N I N


S E N I N
(Sempatkah ENgakau Ingat Nikah?)


Entah karena zaman sekarang atau memang dulu juga begini. Dimanapun saya

temui temen-temenku pasti obrolanya menyangkut masalah pernikahan. Entah

itu nonton bola, Jalan-jalan, Makan siang, via telpon, dan banyak lainya.

Membuatku berpikir, Apakah Aku ga bakal dapat Cewe klo aku ga mikirin

dari sekarang ya.


Yah tapi kita sama-sama tahu, jodoh kita sudah disiapkan oleh-Nya.

Walaupun lambat Insyaallah dengan orang yang tepat.

Yang saya heran dari mereka, Apakah benar dengan pacaran sudah pasti itu

adalah jodoh kita?. Walaupun ada orang yang pacaran hingga ke jenjang

Pernikahan, apakah itu menjamin kita semua bisa seperti itu?. Tidak sama

sekali.


Pacaran. Adalah satu kata yang dijadikan alasan untuk menghalalkan

sesuatu yang Haram. Hanya berbekal satu kata ini, sebagian perempuan

diremehkan. Berduaan, Berpegangan tangan, Berciuman, dan tak sedikit lagi

yang lebih dari itu. Apakah mereka ga sadar bahwa kita akan mendapatkan

jodoh sama bagaimana dengan perbuatan kita.


Yang baik mendapatkan yang baik dan yang buruk mendapatkan yang buruk.

Kata ini mungkin bagi mereka hanya salah satu dari kumpulan meme. Yang

hanya dibaca, terSenyum, dan kemudian dilupakan.


Tidak dipungkiri lagi bahwa kita semua akan menikah(berkeluarga). Tapi

hal itu belum saatnya dipikirkan ketika kita hanya masih seorang remaja.

Yang kadang makanpun masih ikut sama orang tua. Jangankan menafkahi anak

istri, untuk kebutuhan sehari-hari saja tak luput dari bantuan orang tua.

Yang pantasnya dipikirkan adalah bagaimana kita bisa mandiri dari segi

financial untuk kebutuhan kita, membantu meringankan kebutuhan orang tua,

Membantu biaya adik-adik kita untuk bersekolah. Naah, baru kita kumpulkan

modal dikit demi sedikit untuk menikah.


Menikahkan seorang anak memang kewajiban orangtua. Tapi tidakkah kita

berpikir bahwa sudah cukup kita menyusahkan mereka?

-----------------------------------------------
Share:

Sabtu, 23 September 2017

S A B T U


S A B T U
(Saatnya Aku Banting Tulang Untukmu)

Mungkin kita belum bisa bersama
Bahkan belum ada nama kita di KUA
kita hanya bisa saling mencanda
dan mengharap lewat do'a

Walaupun begitu..
Namaku selalu ada dihatimu
menyertai doa dan tangisan sepertiga malammu
memecah heningnya kelambu tidurmu

Hanya Allah yang tahu
kita akan dipisahkan atau menyatu
kita hanya bisa berharap lewat semoga
agar dikabulkan oleh-Nya

jujur aku tidak ingin melupakanmu
meskipun tlah ada orang meminangmu
karena diantara banyak warna dalam hidupku
kau lah salah satu

....
Share:

Kamis, 21 September 2017

KESELL...


Kesell..

Itulah satu kata yang cocok untukku hari ini, Bagaimana enggak? Hari ini aku

mengikuti pertandingan tenis meja yang dilaksanakan di Perumahan tempatku

tinggal, dan alhasil saya kalah hahaha..

Wajar saja lah saya kalah, lha wong lawannya sudah Pro semua. Sedangkan saya

udah hampir setahun ga main gituan. Tapi asyik sih, Akrab dengan seluruh

warga.

hal yang mengesalkan yang kedua. Dari pagi saya sudah dipamerin tulisan

temen-temen ODOP yang dishare di grup. Dan otomatis saya juga pingin menulis

lah. Tapi... Ini Laptop kenapa dari kemaren ngambek mulu. Dinyalain bentar-

bentar mati. Baru ngetik Satu paragraph udah mati, mana tyulisan belum

keSave lagi. hadeuh..

Yaudah apa dayaku kalau dia lagi merajuk kaya gini. Memang harus didiamkan

terlebih dahulu. Walaupun ga sampe pisah ranjang :D.

Yaa begitulah kira-kira yang dapat saya share. Niatnya mau bikin puisi cinta

tadinya mah. Ee puisi galau maksudnya, pas lagi galau soalnya hehe..

Oke temen-temen terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca tulisan

yang kurang bermanfaat ini. Salam ODOP
Share:

Jumat, 15 September 2017

Persepsiku Tentang ODOP dan Harapanku Untuk Komunitas ini.

One Day One Post, wow... menarik sekali pas pertama kali liatnya. Karena ini sebuah komunitas saya pikir isinya orang-orang yang memang gemar menulis. Entah kenapa tiba-tiba saya tertarik. Jujur aku belum terlalu mengenalnya, Selain hanya sepintas.

Dengan melihat Tema komunitas ini yang berhubungan dengan Tulisan, Postingan. Membuat saya berpikir untuk membantu mengembangkan Blog saya yang sepi dari Postingan apalagi Pengunjung. Oh iya untuk tampilan aja Blog ini masih acak-acakan hahaha..

Dengan begitu saya berharap dengan bergabung dengan komunitas ini saya dapat mengenal beberapa orang yang pengalamanya dalam hal menulis ini jauh lebih banyak. Sehingga sedikit demi sedikit ilmunya dapat saya serap :D. Sehingga saya dapat memberdayakan blog ini (Ngarep).

Oke.. Harapan saya semoga adanya komunitas ini sedikit demi sedikit anak-anak bangsa yang memiliki hobi atau kegemaran untuk menulis dapat diberdayakan. Dan dapat menularakan candu dalam menulis ini kepada yang lain. Daripada meulis yang alay-alay di Sosmed mending menulis sesuatu yang lebih bermanfaat di blog.
Share:

Minggu, 10 September 2017

‘Surga’ Ada di Dalam Kamar Tidurmu

 

◎ Seorang ulama berkata, “Kalau budak (pelayan) mencintai Tuannya, wajar. Karena ada sesuatu yang diharapkan darinya. Yang aneh, kalau Tuannya, mencintai budaknya (pelayannya). Sebab, kalau Tuannya sudah menyayangi pelayannya, sudah pasti semua keperluan dan atau fasilitas yang diminta oleh si pelayan, akan mudah dipenuhi Tuannya.”

◎ Semua pasti menginginkan rumah tangga bahagia sejak di dunia sampai di akhirat. Rumah tangga mahabbah warrahmah. Rasulullah SAW bersabda, “Baiti Jannati (rumah tanggaku adalah surgaku).”

◎ Bagaimana kiat meraihnya? Rasulullah SAW bersabda,

رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ فَإِنْ أَبَتْ رَشَّ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ رَحِمَ اللَّهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنْ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا فَصَلَّى فَإِنْ أَبَى رَشَّتْ فِي وَجْهِهِ الْمَاءَ

“Semoga Allah SWT merahmati orang yang bangun malam hari, lalu shalat dan  membangunkan istrinya. Jika isterinya menolak, dia memercikkan air ke wajah istrinya. Semoga Allah merahmati wanita (istri) yang bangun di malam hari lalu shalat dan membangunkan suaminya. Jika suaminya menolak, dia memercikkan air ke wajah suaminya.” (HR. Abu Daud-An Nasai-Ibnu Majah-Ibnu Khuzaimah-Ibnu Hiban-Al Hakim dan lain-lain)

◎ Dikatakan dalam satu riwayat, barangsiapa menunaikan shalat tahajjud di rumahnya, ia akan diberi limpahan berkah pada keluarganya, hartanya, perniagaannya, dan segala urusannya.” (Al Bakarah fi fadhlis sa’yi wal Harakah hal 78)

◎ Rahmat itu adalah kasih sayang Allah. Kalau Allah SWT sudah memberikan  rahmat-Nya atau menyayangi seorang hamba, maka sudah pasti si hamba itu  akan masuk surga.

◎ Qiyamul lail atau shalat tahajjud adalah amalan sunnah nafilah saja. Namun bila seorang hamba istiqamah melakukannya, ia akan meraih cinta Allah.

◎ Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT berfirman dalam hadist Qudsi: Jika hamba-Ku terus mendekati-Ku dengan amal-amal nafilah (sunnah) maka Aku akan mencintainya.” (HR. Bukhari )

◎ Abu Darda menerangkan hamba Allah yang paling dicintai Allah adalah para ahli tahajjud. (Kitab Az-Zuhud). Bahkan Allah SWT sendiri sudah memastikan, bahwa si hamba yang istiqamah melakukan shalat Nafilah tahajjud akan ditempatkan pada kedudukan yang terpuji.

وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

"Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajjud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (QS. Al-Isra’: 79)


◐• Wallahua'lam.
Share:

MUNASHARAH ROHINGYA



Di dalam Islam, kita mengetahui bahwa amal kebaikan yang tinggi nilainya adalah jihad fisabilillah dengan segala tingkatannya, mulai dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi yaitu menyatakan "kalimatul haq" (ungkapan kebenaran) di hadapan penguasa yang zhalim. Sebagaimana dinyatakan dalam hadits Nabi SAW.

Dari Abu Said al-Khudri RA, Nabi SAW bersabda: "Jihad yang paling utama adalah perkataan yang haq kepada pemimpin yang zhalim." (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi)

Demonstrasi atau muzhaharah adalah kegiatan yang dilakukan dalam bentuk unjuk rasa yang disampaikan dengan tegas, jelas dan lugas (terang-terangan). Muzhaharah disampaikan melalui salah satu dari dua misi suci, yaitu yang bersifat "munasharah" atau "inkarul munkar."

Munasharah adalah demonstrasi menyatakan dukungan dan advokasi terhadap sebuah prinsip kebenaran yang sedang diperjuangkan. Inkarul Munkar adalah muzhaharah yang menolak suatu prinsip kebatilan/kemunkaran yang mengancam atau yang sudah terjadi.

Dalam konteks dakwah, demonstrasi dapat digunakan sebagai salah satu wasilah atau sarana dakwah yang menyatakan keberpihakan pada kebenaran dan penolakan terhadap kebatilan. Dengan demikian, demonstrasi juga merupakan bagian dari amar makruf dan nahi munkar, melalui ekspresi menyampaikan pendapat dan dukungan sosial. Lantangnya sebuah demonstrasi akan mempengaruhi efektivitas pengerahan massa. Semakin banyak pendukung kebenaran, maka hal tersebut akan makin menunjukkan betapa kuatnya kebenaran tersebut.

Perlu ditegaskan bahwa menyatakan sesuatu secara lantang dan tegas dengan tuntutan yang keras, tidak berarti harus dengan bahasa dan cara yang kasar atau brutal, sebab kekuatan suatu komunikasi publik lebih terletak pada misi dan kekuatan bahasanya. Potret demontrasi yang dakwi pernah dipraktekkan Nabiyullah Musa dan Harun AS, ketika mencoba meyakinkan Fir'aun tentang kebenaran dakwah yang dibawanya.

Pada peristiwa lain, para tukang sihir (saharah) Fir'aun berdemo menolak untuk melanjutkan kesetiaannya kepada Fir'aun, meskipun mereka menghadapi resiko yang sangat berat. Di dalam semangat yang sama, meski tidak melibatkan massa, seorang ibu terang-terangan menolak rencana kebijakan Umar bin Khathab yang akan membatasi nilai mahar dalam pernikahan. Dengan kata-katanya yang lantang tetapi sopan dan jelas maksudnya, Umar pun menerima protes perempuan itu dengan mengatakan, "Shadaqatil mar-atu wa akhtha-a Umar." (Perempuan itu benar dan Umar salah).

Mencermati perkembangan yang terjadi di negara bagian Rakhine, Myanmar Barat dimana warga Muslim Rohingya terus mengalami kekerasan, pembakaran dan pembantaian yang dilakukan para budhist dan didukung oleh tentara dan pemerintah Myanmar. Sudah sewajarnya kita bertindak dengan melakukan Munasharah Rohingya sebagai bentuk dukungan dan kepedulian kepada saudara Muslim Rohingya dalam mempertahankan keimanannya kepada Allah.

Nabi SAW bersabda:

ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻓِﻲ ﺗَﻮَﺍﺩِّﻫِﻢْ، ﻭَﺗَﻌَﺎﻃُﻔِﻬِﻢْ، ﻭَﺗَﺮَﺍﺣُﻤِﻬِﻢْ، ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟْﺠَﺴَﺪِ، ﺇِﺫَﺍ ﺍﺷْﺘَﻜَﻰ ﻣِﻨْﻪُ ﻋُﻀْﻮٌ ﺗَﺪَﺍﻋَﻰ ﺳَﺎﺋِﺮُ ﺍﻟْﺠَﺴَﺪِ ﺑِﺎﻟﺴَّﻬَﺮِ ﻭَﺍﻟْﺤُﻤَّﻰ

"Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam." (HR. Muslim)

Mari kita gelorakan Munasharah Rohingya, sebagai wujud kasih sayang dan cinta kita kepada saudara Muslim Rohingya yang tertindas.

#saverohingya

Wallahu A'lam 
Share:

Mengapa Tauhid Dibagi Menjadi Tiga?



Dari hasil pengkajian terhadap dalil-dalil tauhid yang dilakukan para ulama sejak dahulu hingga sekarang, mereka menyimpulkan bahwa ada tauhid terbagi menjadi tiga: Tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyah dan Tauhid Al Asma Was Shifat.

1. Tauhid Rububiyyah adalah mentauhidkan Allah dalam kejadian-kejadian yang hanya bisa dilakukan oleh Allah, serta menyatakan dengan tegas bahwa Allah Ta’ala adalah Rabb, Raja, dan Pencipta semua makhluk, dan Allahlah yang mengatur dan mengubah keadaan mereka.
2. Tauhid Uluhiyyah adalah mentauhidkan Allah dalam segala bentuk peribadahan baik yang zhahir maupun batin.
3. Tauhid Al Asma’ was Sifat adalah mentauhidkan Allah Ta’ala dalam penetapan nama dan sifat Allah, yaitu sesuai dengan yang Ia tetapkan bagi diri-Nya dalam Al Qur’an dan Hadits Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam (Al Jadid Syarh Kitab Tauhid, 17).

Tujuan para ulama membagi tauhid menjadi 3 macam ini adalah untuk memudahkan kita memahami masalah tauhid. Dengan demikian kita jadi paham kasus-kasus berikut adalah syirik:

* Ada orang yang beribadah kepada Allah, tapi berkeyakinan bahwa yang mengatur sebagian alam adalah makhluk. Misalnya yang mengatur laut kidul adalah Nyi Roro Kidul, yang mengatur gunung merapi adalah dewa gunung dan semacamnya, dalam perkara Rububiyah.

Tanpa membagi tauhid menjadi 3 macam di atas, mungkin akan sulit memahami bahwa ini adalah sebuah kesyirikan, yaitu syirik dalam Rububiyah.

* Ada orang yang meyakini bahwa alam semesta ini diciptakan dan diatur oleh Allah. Namun ia beribadah kepada Allah dan juga kepada selain Allah. Semisal berdoa kepada kuburan, berhala, pohon keramat, ber-qurban untuk jin, untuk penjaga gunung, untuk nyi roro kidul, dll.

Tanpa membagi tauhid menjadi 3 macam di atas, mungkin akan sulit memahami bahwa ini adalah sebuah kesyirikan, yaitu syirik dalam Uluhiyyah.

* Ada orang yang meyakini bahwa alam semesta ini diciptakan dan diatur oleh Allah, ia juga beribadah hanya kepada Allah. Tapi ia berkeyakinan bahwa Allah itu baru tahu suatu kejadian setelah terjadi, berarti Allah tidak Maha Mengetahui. Atau berkeyakinan bahwa ada makhluk yang tahu perkara gaib sebagaimana Allah tahu perkara gaib.

Tanpa membagi tauhid menjadi 3 macam di atas, mungkin akan sulit memahami bahwa ini adalah sebuah kesyirikan, yaitu syirik dalam Al Asma’ was Sifat.

Demikianlah, dengan pembagian jenis tauhid ini, kita jadi paham mana tauhid dan mana syirik. Walillahil hamdu.
Share:

Minggu, 03 September 2017

NIKMATNYA BERTAHAJUD


Shalat tahajjud disebut sebagai shalat Muqarrabin, yaitu shalatnya orang-orang yang dekat dengan Allah SWT. Nabi SAW bersabda, “Qiyamul lail itu mendekatkan diri kepada Allah“.

Shalat Tahajjud disebut juga shalat kemuliaan, shalat yang membawa kemuliaan di dunia dan di akhirat. Nabi SAW bersabda, “Ketahuilah sesungguhnya kemuliaan seorang mukmin itu bangunnya di waktu malam, dan keluhurannya adalah kecukupannya dari manusia.“ (HR. Al Hakim-Baihaqi-Al Khatib-Ibnu Asakir dan Abu Na’im).

Bilal r.a berkata, “Laksanakanlah shalat malam, karena ia hidangannya orang-orang saleh, tanda taqarrub kepada Allah, pencegahan dosa dan kejahatan serta penyembuh beberapa penyakit bagi tubuh.“ (HR. Baihaqi- Turmudzi dan Hakim)

“Rasulullah SAW menyeru kita untuk shalat malam. Ibadah ini telah diwasiatkan kepada umatnya agar menjadikannya munajah malam untuk menambah taqarrub kepada Allah SWT. Diharapkan dengan ibadah malam ini seseorang akan mendapat kedamaian dalam hatinya. Mendapatkan kemenangan dalam medan kehidupan. Kelak akan mendapatkan kebahagiaan di surga Darus Salam, bersama Nabi, orang-orang saleh dan para ahli ilmu yang cendekia.“ (Tahajjud Menembus Arsy oleh Djalamuddin Ahmad Al Buni)

Para salafus saleh sangat bersemangat untuk menunaikan shalat malam atau tahajjud. Mereka berupaya menghidupkan malamnya dengan amalan-amalan istimewa. Sampai-sampai Abu Sulaiman Ad-Darani berkata, “Demi Allah, kalau bukan karena shalat malam aku tak senang hidup di dunia ini“.

Fudhai bil Iyadh bertutur, “Kala matahari terbenam, aku bergembira karena menyambut malam berduaan dengan Allah, kala matahari terbit aku bersedih karena banyak orang menemuiku.”

Kelezatan dan manisnya shalat malam akan dapat dinikmati oleh seseorang, kecuali ia sendiri mencoba mendapatkan kenikmatan dan manisnya ibadah tersebut. Memperoleh lezat dan manisnya shalat malam bagi orang beriman adalah perasaan sadar akan kedudukannya sebagai hamba Allah. Menumbuhkan perasaan ingin mendekati Allah melallui khalawat di malam hari.

Golongan salafus saleh (orang-orang saleh terdahulu) sangat menikmati kelezatan Qiyamul lail tersebut. Mereka menemukan mutiara dari ibadah malam mereka yang sangat mahal harganya. Mereka melakukan dan merasakan kelezatannya. Muhammad bin Al Munkadir, ulama besar, pada suatu malam menuju mimbar Nabi di tengah malam untuk shalat lail. Ia mendengar doa seorang lelaki,

“Ya Tuhanku, kemarau telah menyengsarakan hamba-Mu. Aku berdoa kepada-Mu agar engkau memberi air minum kepada mereka”. Tidak lama kemudian hujan turun dengan lebat. Al Munkadir mencari tahu lelaki itu ke rumahnya.Ternyata ia ahli shalat malam. Dan meminta agar tidak diceritakan kepada orang lain sampai ia wafat.

Umar bin Khattab r.a yang ditakuti oleh syaitan berkata, “Sekiranya bukan karena 3 hal, aku tidak ingin hidup lebih lama di dunia ini. Yaitu:

1. Berjihad di jalan Allah

2. Bersusah payah pada malam hari menunaikan tahajjud

3. Berkumpul dengan orang banyak untuk mengambil nasehat- nasehat yang terbaik seperti nengambil buah-buah yang terbaik.

Umar r.a mengakui, untuk istiqamah tahajjud melalui usaha yang susah payah.Tapi kalau kita mampu, maka amalan yang demikian sangat disukai Allah. Nabi SAW bersabda,

"Perbuatan yang paling disukai Allah adalah perbuatan yang terus menerus dikerjakan walau hanya sedikit.“ (HR. Bukhari dan Muslim)

Wallahu’alam.
Share:

AGAR DO’AMU MENJADI MUSTAJAB



Saudariku..
Seorang muslim selayaknya banyak berdo’a setiap waktu, karena do’a itu memiliki kedudukan yang sangat tinggi disisiNya:

لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللّهِ سُبْحَانَهُ مِنَ الدُّعَاءِ

“Tidak ada sesuatu yang lebih mulia disisi Allah selain do’a”.(HR.Tirmidzi)

Sesungguhnya setiap do’a yang dipanjatkan hamba pasti disambut oleh Allah.


Saudariku... Berikut ini beberapa kiat agar do’a kita mustajab:

Berniat yang benar dan ikhlas,

Memanjatkan do’a dalam keadaan bersuci,

Meminta dengan mengadahkan kedua telapak tangan, sebagaimana Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

إِذَا سَأَلْتُمْ الله فَاسْأَلُوْهُ بِبُطُوْنِ أُكَفِّكُمْ وَلاَ تَسْأَلُوْهُ بِظُهُوْرِهَا

“ Jika kamu meminta kepada Allah maka mintalah, dengan mengadahkan telapak tangan, dan jangan kamu meminta dengan mengadahkan punggung telapak tangan”.(HR.Abu Daud)

Berdo’a untuk diri sendiri terlebih dahulu,

Menghadirkan hati dalam berdo’a dan bersungguh-sungguh,

Mencari waktu yang mustajab dan tempat yang utama sebagaimana yang telah disebutkan dalam sejumlah nash syar’i seperti sesudah sholat fardhu, disore hari, dan lain-lain,

Memperbanyak do’a pada saat lapang.

Nah, saudariku.. demikianlah beberapa kiat agar do’a kita mustajab.

و الله أعلم بالصواب

Semoga bermanfaat.

Sumber: Panduan Amal Sehari Semalam karya Abu Ihsan dan Ummu Ihsan.
Share:

WARISAN YANG TERLUPAKAN


Ketinggian iman seseorang tidak dapat diukur secara pasti tetapi kemuliaan akhlaq merupakan cerminannya.

Semakin sempurna akhlaq seseorang semakin tinggi pula keimanannya dan sebaliknya semakin rendah akhlaqnya, semakin rendah pula keimanannya.


Nabi adalah sosok teladan yang menampilkan citra manusia berakhlaq mulia dan keimanan yang sempurna, bahkan beliau senantiasa memotivasi umat Islam supaya menghiasi diri dengan akhlaq yang mulia. Sebagaimana sabda Nabi صلى الله عليه وسلم :

أَكْمَلَ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحَاسِنُهُمْ أَخْلاَقًا المُوَطّئُونَ أَكْنَانًا الَّذِيْنَ يَأْلَفُوْنَ وَيُؤْلَفُوْنَ وَلاَ خَيْرَ فِيْمَنْ لاَ يَأْلَفُ وَلاَ يُؤْلَفُ.

“ Kaum mukminin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaqnya paling lapang dadanya, paling mudah bersahabat dan disahabati, tidak ada kebaikan pada yang tidak bersahabat dan tidak disahabati” (HR.Thabrani)

Mendakwahkan akhlaq mulia merupakan misi diutusnya beliau ke tengah manusia. Karena itu, akhlaq mulia termasuk warisan beliau bagi kita semua.

Ingatlah, siapa yang baik akhlaqnya maka hidupnya akan baik, keselamatan selalu bersamanya, serta manusia pasti mencintainya dan siapa yang buruk akhlaqnya maka kehidupannya akan ternoda, kebencian akan menyertai dan orang-orang akan menjauhinya._

Ya Allah..
Hanya kepada Mu kami memohon ampunan dan pertolongan, anugerahkan kepada kami akhlaq yang mulia dan jauhkanlah kami dari akhlaq yang tercela, آمِينَ..

Disadur dari kitab: Aktualisasi Akhlaq Muslim.
Share:

KALA ANAK BERANJAK DEWASA



Anak adalah anugrah terindah yang dimiliki oleh orang tua bak intan permata yang di damba yang mana kewajiban kita - wahai orang tua- adalah merawat dan menjaga mereka baik dari kejelekan dunia atau pun api neraka yang menyala-nyala yang bahan bakarnya adalah jin dan manusia .

Bimbinglah mereka di waktu besar sebagaimana penting bagi kita  untuk membimbing mereka di waktu kecil.

Karena di saat itulah mereka lebih membutuhkan kasih sayang, pengarahan dan nasihat-nasihat dari orang terdekatnya. Karena di saat kita memberikan perhatian lebih kepada mereka, hal itu memudahkan kita untuk mengatur mereka sehingga mereka tidak butuh terhadap perhatian dari orang lain bahkan non mahrom.

Betapa kita lihat anak sekolah berpacaran di sebabkan kesalahan mendidik, kurang kasih sayang, dan salah pergaulan. Padahal seusia mereka membutuhkan lebih banyak perhatian.

Lihatlah para salaf terdahulu, teladan kita Nabi Ibrahim عليه السلام yang masih memberikan pengarahan terhadap putranya Ismail عليه السلام di saat ia berumah tangga. Ingatkah cerita Ibrahim عليه السلام yang mengunjungi anaknya tapi pada saat itu sedang pergi dan hanya menemui menantunya dan beliau pun bertanya tentang keadaan rumah tangga mereka. Sang menantu kurang bersyukur dengan nikmat Allah dan mengeluh. Maka Ibrahim عليه السلام pun memerintahkan untuk menceraikannya.

Betapa perhatian ibrahim عليه السلام kepada keluarga Ismail عليه السلام. Karna beliau ingin yang terbaik untuk anaknya tak ingin menantunya menjerumuskan anaknya ke dalam api neraka.

Lalu bagaimana dengan kita?

 RENUNGKANLAH!!!
Share:

Categories

About Me

About Me
Seorang Pemuda yang ingin bermanfaat untuk banyak orang. Mengisi blog dengan kicauan curhat yang sedikit diselipi dengan dakwah. . , click here →

Find Me On: