Blog yang berisi dengan Curhatan yang diselingi dengan Dakwah. Karena Penulis Blog ini merupakan orang yang memiliki latar belakang seorang Da'i

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 12 April 2017

PSIKOLOGI PERKEMBANGAN MANUSIA PADA FASE DEWASA AWAL


Fase Dewasa awal adalah peralihan dari fase remaja menuju fase dewasa, pada fase ini indetitas diri mulai didapat sedikit demi sedikit sesuai dengan umur dan mental, yang mana kita sama-sama ketahui pada fase sebelumnya yaitu fase remaja yang mana seseorang mulai mencari jati diri yang sesungguhnya.

fase ini juga merupakan peralihan dari fase ketergantungan kepada fase mandiri, mulai dari segi ekonomi, kebebasan menentukan diri, dan pandangan akan masa depan.

dan seseorang yang memasuki fase ini memiliki tugas untuk memebangun sebuah keluarga/menikah, mengelola rumah tangga, mengasuh anak, memikul sebuah tanggung jawab sebagai warga negara, bersosialisasi dengan kelompok-kelompok sosial tertentu, dan melakukan sebuah pekerjaan,

seseorang yang memasuki fase ini biasanya dimulai pada usia 18 tahun sampai kira-kira umur 40 tahun, saat perubahan-perubahan fisik dan psikologis yang menyertai berkurangnya kemsmpuan reproduktif.

ciri-ciri seseorang yang memasuki fase dewasa awal diantaranya:

  1. berorientasi pada tugas, yaitu berorientasi pada tugas yang dikerjakanya dan tidak condong pada perasaan diri sendiri dan bukan untuk kepentingan pribadi.
  2. tujuan-tujuan yang jelas dan kebiasaan-kebiasaan kerja yang efisien, melihat tujuan-tujuan hidupnya secara jelas dan tahu mana hal-hal yang pantas yang harus dikerjakanya untuk mendapatkan tujaunya tersebut.
  3. mengendalikan perasaan pribadi, dapat mengendalikan perasaan diri sendiri, tidak dikendalikan oleh nafsu, sehingga ketika mengambil keputusan dia tidak hanya mementingkan diri sendiri tetapi juga memikirkan perasaan orng lain.
  4. menerima kritik dan saran, tahu bahwa dirinya tidak selalu benar dan dapat menerima kritik maupun saran dari orang lain untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
  5. pertanggung jawaban terhadap usaha-usah pribadi, tahu bahwa setiap usahanya tidak dapat dinilainya secara sungguh-sungguh sehingga dia membutuhkan bsntuan orang lain tetapi tetap bertanggung jawab sendiri terhdap seluruh usahanya.
  6. penyesuaian yang realistis terhadap situasi-situasi yang baru, fleksibel dan dapat menempatkan diri dalam situasi-situasi baru yang dijumpainya.
  7. fase dewasa awal merupakan kelanjutan dari masa remaja dan merupakan fase penyesuaian diri terhadap pola-pola kehidupan yang baru, dan harapan-harapan sosial yang baru. dan beberapa sifat fase remaja masih ada dalam fase ini.
Share:

Selasa, 11 April 2017

MEMBANGUN INDONESIA MELALUI DAKWAH

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Apakabar hari ini saudara ku..

Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Keadaan ini tentu bukan terjadi dalam waktu sesaat saja, melainkan memerlukan waktu yang relatif lama. Dalam sejarahnya, Islam mengukir sejarah panjang yang tidak dapat dilepaskan dari sejarah Indonesia itu sendiri. Jatuh bangun bangsa Indonesia dan perjuangannya melawan penjajah merupakan sejarah perjuangan umat Islam.


Tapi saat ini Islam sedang di goncang dengan berbagai macam problem,  hingga pedoman umat islam pun dihina oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab...
Akanakah orang islam hanya berdiam saja melihat itu semua?

  Tidak...... !!!!!
Dakwah merupakan salah satu tujuan hidup umat Nabi Muhammad,  karna Dakwah adalah pekerjaan yang mulia...

عش كريما أو مت شهيدا
"Hidup mulia atau mati syahid "

Hidup dalam berdakwah memang banyak rintangan, tapi kita harus menyikapi nya dengan kesabaran
Penderitaan dalam berdakwah kita ini tidak sama dengan penderitaan Berdakwah Nabi dan para Sahabatnya..
Tapi semua itu mereka lakukan demi Kejayaan Islam..

Salam Dakwah Untuk Kita Semua

#SahabatMu
#Sahabat_Muslim_Nusantara
#Membangun_Indonesia_Melalui_Dakwah
#DariKitaUntukMereka

*Muhammad Sarno Bajoe
Share:

INDAHNYA SALING MEMAAFKAN



Betapa mulianya “Memaafkan“, sesungguhnya menaruh dendam terhadap kesalahan seseorang itu hal yang membebankan hati.

memang memaafkan itu tak semudah apa yang kita ucapkan, tapi cobalah berfikir Allah saja maha pengampun, kenapa kita tidak bisa memaafkan.

Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman:
“…dan balasan kejelekan itu adalah kejelekan pula, namun siapa yang memaafkan dan memperbaiki (hubungannya), maka pahala baginya di sisi Allah. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang dhalim. “(QS Asy Syura 40)

Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala :
“…dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. At Taghaabun, 64:14)

Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala juga :
“…dan bergegaslah kepada ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. Yaitu orang-orang yang menginfakkan hartanya di saat lapang dan susah (sempit) dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan yang berbuat kesalahan kepadanya dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS Ali Imran 133 dan 134)

Rasulullah Shallallahu'Alaihi Wasallam bersabda :
“Allah tidak akan menambah kemaafan seseorang, melainkan dengan kemuliaan, dan tidaklah seseorang merendahkan dirinya karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatnya.” (Hadits riyawat Bukhari dan Muslim)

Mudah-mudahan renungan ini bisa mengingatkan kita semua.
Share:

Sabtu, 08 April 2017

Surat terbuka untuk para istri (bagian 3): KITA PERLU BELAJAR DAN TERUS BELAJAR

Para istri yang semoga senantiasa dirahmati Allah…

Ilmu laksana cahaya. Orang yang tidak memiliki ilmu akan hidup dalam kegelapan. Tidak mengetahui jalan manakah yang seharusnya ditempuh, juga tidak mengerti langkah apa yang diambil tatkala menghadapi masalah. Karena itulah kebutuhan kita terhadap ilmu melebihi kebutuhan kita akan makan dan minum.

Kebaikan hidup dunia dan akhirat hanya dapat diraih, salah satunya dengan ilmu agama. Rasulullah shallallahu‘alaihiwasallam menjelaskan,

“مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ”.

“Barang siapa yang Allah kehendaki untuknya kebaikan; niscaya Allah akan jadikan ia paham agamanya”. HR. Bukhari dan Muslim dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan.

Demikian pula halnya kesuksesan dalam rumah tangga, tidak akan bisa diraih tanpa ilmu. Karena itu, jangan pernah berangan-angan bisa menjadi istri yang sukses, apabila  kita tidak mau belajar.

Masih banyak yang harus dipelajari, berapapun usia pernikahan kita. Kita perlu mempelajari bagaimana tuntunan agama berkaitan dengan kehidupan rumah tangga. Apa saja kewajiban yang harus dilaksanakan dan apa saja yang harus dihindarkan. Kita harus belajar bagaimana cara bermuamalah yang benar dengan suami, anak dan semua orang yang hidup bersama kita.

Alhamdulillah, sekarang telah banyak saran yang tersedia. Sudah banyak beredar buku-buku bimbingan hidup berumah tangga, majalah, kaset, cd serta vcd ceramah keagamaan dan lain sebagainya. Majlis taklim juga marak. Jangan pernah merasa malas menghadiri majlis penuh berkah itu, guna mendengarkan untaian nasehat nan berharga.

Bukalah wawasan berfikir dengan bergaul bersama teman-teman yang salihah. Pilihlah teman yang mendukung kita dalam menjalankan ajaran agama. Karena dari kawan yang salihah itu kita dapat mengaca. Ingat kita tak boleh ‘kuper’ (kurang pergaulan), tapi kita juga tak boleh jadi ‘koper’ (korban pergaulan)!

Share:

Surat terbuka untuk para istri (bagian 2): RUMAH TANGGA ADALAH AMANAH

Para istri yang mulia…

Di satu sisi rumah tangga adalah nikmat. Namun di sisi lain rumah tangga merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus dipikul sebaik-baiknya. Karena hal itu akan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat. Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam mengingatkan,


“أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالْإِمَامُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى أَهْلِ بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ، وَعَبْدُ الرَّجُلِ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ، أَلَا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ”.


“Ketahuilah, kalian semua adalah penanggungjawab dan seluruh kalian akan ditanya tentang tanggung jawabnya. Pemerintah merupakan penanggungjawab dan ia akan ditanya tentang rakyatnya. Seorang lelaki penanggungjawab atas keluarganya dan ia akan ditanya tentang mereka. Seorang wanita penanggungjawab atas anak-anak suaminya dan ia akan ditanya tentang mereka. Seorang budak penanggungjawab atas harta tuannya dan ia akan ditanya tentang itu. Ketahuilah, kalian semua adalah penanggungjawab dan seluruh kalian akan ditanya tentang tanggung jawabnya”. HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma.

Marilah kita jaga amanah ini semaksimal mungkin, sebab orang yang memiliki karakteristik tersebut dijanjikan kelak akan mewarisi surga Firdaus. Sebagaimana dijelaskan Allah ta’ala dalam firman-Nya,

وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ . وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ . أُولَئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ . الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ.

Artinya: “Dan orang-orang yang memelihara amanat dan janjinya. Serta orang-orang yang menjaga shalatnya. Mereka itulah para pewaris. Yang akan mewarisi surga Firdaus, mereka kekal di dalamnya”.  QS. Al-Mu’minun: 8-11.

Sekecil apapun tugas dan tanggungjawab, bila disikapi dengan keluh kesah dan perasaan tidak ikhlas, niscaya akan terasa berat. Sebaliknya seberat apapun tugas dan tanggung jawab, bila dilakukan dengan penuh kerelaan dan keikhlasan akan terasa ringan.


Diringkas dari buku “Surat Terbuka untuk Para Istri” karya Ummu Ihsan dan Abu Ihsan, penerbit Pustaka Darul Ilmi, Bogor (hal. 23-26).

Share:

Senin, 03 April 2017

surat terbuka untuk para istri (bagian 1) : RUMAH TANGGA ADALAH LADANG KEBAIKAN

sumber: Google

Rumah tangga merupakan perkara yang sangat pokok bagi kehidupan manusia. Bahkan Rasulullah shallallahu’alahihiwasallam menyatakan bahwa seorang yang telah berumah tangga, berarti ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Kata beliau,


“إِذَا تَزَوَّجَ الْعَبْدُ فَقَدْ كَمُلَ نِصْفُ الدِّيْنِ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ الْبَاقِي”.


“Apabila seorang hamba menikah berarti separuh agamanya telah sempurna. Maka hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam menjaga setengah yang tersisa”. HR. Al-Baihaqy dalam Syu’ab al-Iman dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albany.

Pernikahan merupakan anugerah dan nikmat yang amat besar bagi umat manusia. Dalam al-Qur’an, Allah ta’ala menggambarkan bahwa rumah tangga akan mendatangkan ketentraman dan kasih sayang.


“وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ”.


Artinya: “Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah: Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kalian cenderung serta merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antara kalian rasa kasih dan sayang. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”. QS. Ar-Rum: 21.

Namun, sebagai manusia, acapkali kita lalai. Kadangkala baru dapat merasakan besarnya sebuah nikmat, justru setelah anugerah tersebut dicabut dari kita.

Suami dan anak yang Allah anugerahkan kepadamu wahai para istri, adalah sebuah nikmat yang tak terperikan. Maka jangan sampai Allah mencabut nikmat tersebut karena Anda lalai menunaikan kewajiban mensyukurinya.

“(Ingatlah) ketika Rabbmu memaklumkan “Sesungguhnya jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepada kalian, tetapi jika kalian kufur (nikmat-Ku) maka pasti azab-Ku sangat berat”. QS. Ibrahim:7.

Para istri yang kami hormati…

Suamimu adalah ladang yang subur untuk meraih surga Allah ta’ala. Maka manfaatkanlah ladang itu sebaik-baiknya untuk bercocok tanam; sehingga engkau dapat memetik hasilnya kelak di akhirat.

Rasululullah shallallahu’alaihiwasallam menasehatkan,

“إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا؛ قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ”.


“Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau”. HR. Ahmad dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu’anhu dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albany.

Dikisahkan bahwa seorang wanita datang kepada Rasululullah shallallahu’alaihiwasallam untuk suatu keperluan. Setelah selesai, Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bertanya, “Apakah engkau memiliki suami?”. “Ya” jawabnya. “Bagaimana sikapmu padanya?” sambung beliau. “Aku selalu melayaninya kecuali dalam hal yang tidak kumampui” jawabnya. Beliau bersabda,

“انْظُرِي أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ؛ فَإِنَّهُ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ”.


“Perhatikan baik-baik bagaimana kedudukanmu di sisinya. Karena ia adalah surgamu atau nerakamu!”. HR. Ahmad dari Hushain bin Mihshan dan dinyatakan sahih oleh Syaikh al-Albany.

Juga anak-anak kita merupakan ladang amal yang sangat istimewa. Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,

“إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ؛ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ”.


“Jika seorang manusia mati, maka terputuslah seluruh amalannya kecuali tiga; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak salih yang selalu mendoakannya”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.


Diringkas dari buku “Surat Terbuka untuk Para Istri” karya Ummu Ihsan dan Abu Ihsan, penerbit Pustaka Darul Ilmi, Bogor (hal. 1-20).

Share:

Minggu, 02 April 2017

DOSA-DOSA YANG YANG DISEGERAKAN AZABNYA

Hasil gambar untuk azab
Sumber: Google

Sesungguhnya perbuatan dosa dapat mematikan hati dan melemahkan jiwa, hal ini disebabkan jika seorang hamba berbuat dosa maka akan tercipta noktah hitam yang melekat di hatinya, jika bertambah dosanya, bertambah pula noktah hitam di hatinya, dan tidaklah seorang hamba membiasakan dosa, kecuali hatinya menjadi hitam pekat, sehingga cahaya kebenaran sulit menembus dan menerangi hatinya.

Akan tetapi dosa itu memiliki tingkatan yang berbeda-beda, ada yang ditangguhkan balasannya pada hari kiamat dan ada pula yang disegerakan di dunia sebelum di akhirat, maka pada edisi kali ini, akan kami paparkan untuk para pembaca, di antara dosa-dosa yang disegerakan balasannya di dunia sebelum di akhirat, supaya kita -kaum muslimin- dapat terhindar dan tidak terjerumus ke dalamnya. 

1.  Rakus dan tamak terhadap dunia
Berlebihan dalam mengejar dunia dapat menyeret seseorang dalam kebinasaan dan kesedihan, Allahpun menyediakan untuknya dua balasan yang langsung diberikanya di dunia,
a. Alloh cerai-beraikan urusannya, dan
b. Alloh jadikan dia terpuruk dalam kefakiran dan terputus dari sifat qona’ah, hal ini sebagaimana sabda Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
"Barangsiapa menjadikan akhirat sebagai orientasi hidupnya, maka Alloh akan jadikan kekayaan ada dalam hatinya, Alloh himpun kekuatannya, dan dunia akan menghampirinya, sedang ia tidak menginginkannya, dan (sebaliknya) barangsiapa menjadikan dunia sebagai cita-citanya, Alloh jadikan kefakiran ada di depan matanya, Alloh cerai beraikan urusannya dan dunia tidak menghampirinya kecuali apa yang sudah Alloh takdirkan untuknya." (HR. at-Tirmidzi : 2465 dan dishohihkan al-Albani dalam ash-Shohihah L 949)

2.  Dzolim dan Durhaka kepada orang tua
Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 
"Ada dua pintu (amalan) yang disegerakan balasannya di dunia; kedzoliman dan durhaka (pada orang tua)." (HR. Hakim dan dishohihkan al-Albani dalam ash-Shohihah : 1120)

Hal ini dikarenakan terkabulnya doa orang tua, apalagi ketika orang tua terdzolimi, kemudian ia menengadahkan tangannya ke langit, mengadukan sakit hatinya kepada Alloh, maka doa orang tua ini akan bergerak dan berhembus menuju angkasa, menembus awan, mencapai langit, dan diamini oleh para malaikat, kemudian Alloh Ta’ala mengabulkannya .. Maka berhati-hatilah wahai saudaraku dari berbuat dzolim dan durhaka kepada kedua orang tua!

Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 
"Tiga doa yang tidak tertolak : doa orang tua, doa orang yang berpuasa dan doa orang yang terdzolimi." (HR. al-Baihaqi dalam Sunan Kubro : 6185 dan dishohihkan al-Albani dalam ash-Shohihah : 1797)
Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
"Takutlah terhadap doa orang yang terdzolimi, karena ia akan terbang di atas awan, kemudian Alloh berkata : ‘Demi kemuliaan dan kebesaranKu, Aku pasti menolongmu meskipun setelah berlalunya waktu’." (Dishohihkan al-Albani dalam Shohih al-Jami’ : 117)
Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
"Takutlah terhadap doa orang yang terdzolimi, karena ia akan terbang menuju langit." (Dishohihkan al-Albani dalam Shohih al-Jami’ : 118)

Hal ini juga menunjukkan betapa besarnya hak kedua orang tua kita, sampai-sampai Alloh meletakkan kewajiban berbakti kepada kedua orang tua setelah kewajiban menyembah kepadaNya, Alloh Ta’ala berfirman : "Sembahlah Alloh dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tuamu." (QS. an-Nisa’ : 36)

 3.  Meninggalkan dakwah (amar ma’ruf dan nahi mungkar).
Mungkin ini adalah salah satu alasan saya membuat blog ini,
Dakwah merupakan perkara penting yang harus ditegakkan di tengah-tengah masyarakat, karena jika tiang dakwah ini tumbang maka hancurlah masyarakat, tersebarlah maksiat, dan disaat itulah murka Alloh akan menimpa.
Berikut ini penulis cantumkan hadits yang memberikan perumpamaan yang bagus tentang akibat meninggalkan dakwah, Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 
"Perumpamaan orang yang melaksanakan amar ma’ruf dan orang tidak melakukannya ibarat suatu kaum yang naik sebuah kapal kemudian sebagian ada yang di atas dan sebagian yang lain ada di bawah, kemudian orang yang berada di bawah apabila ingin mengambil air maka mereka melewati orang-orang yang ada di atasnya dan otomatis mengganggunya, maka (orang-orang yang ada di bawah) berkata : seandainya kita lubangi saja perahu ini niscaya kita bisa mengambil air dengan mudah tanpa mengganggu orang yang ada di atas kita, maka jika mereka biarkan melaksanakan apa yang mereka inginkan niscaya mereka semua akan tenggelam binasa, dan apabila mereka dicegah maka mereka semua akan selamat." (HR. Al-Bukhori : 2361)

Demikianlah Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi perumpamaan tentang bahaya meninggalkan amar ma’ruf, yang mana Alloh Ta’ala akan menyegerakan akibat menginggalkan dakwah, sebagaimana yang dituturkan Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
"Sesungguhnya jika manusia melihat orang yang berbuat dzolim kemudian tidak mencegahnya, maka dikhawatirkan Alloh akan mengirim adzab kepada mereka secara merata." (Diriwayatkan Abu Dawud dalam Sunannya : 4340, dan dishohihkan al-Albani dalam asy-Shohihah : 1564).
Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
"Demi Alloh yang jiwaku ada di tanganNya, hendaklah kalian benar-benar mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran, atau jika tidak, hampir dipastikan Alloh akan mengiirm adzab untuk kalian." (Diriwayatkan at-Tarmidzi dalam Sunannya : 2169, dan Al-Albani mengatakan, “hasan lighorihi”, dalam Shohih at-Targhib wa at-Tarhib : 2313)

4.  Sombong
Sombong merupakan perangai tercela, yang mengundang murka Alloh Ta’ala, Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 
 "Alloh ‘Azza wa Jalla berfirman, ’Kemuliaan adalah sarungKu dan kesombongan adalah selendangKu, maka barangsiapa menyaingiKu dalam satu di antara dua hal tersebut, Aku akan mengadzabnya’." (HR. Muslim)
Tidak hanya sampai di sini, bahkan Allahpun akan menyegerakan balasan bagi orang yang berbuat sombong dengan menjadikannya dalam kehinaan, Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Tidaklah seorang hamba kecuali di atas kepalanya ada hakamah (kinayah untuk kehormatan atau kedudukan) yang berada di tangan malaikat, maka jika hamba tadi rendah hati (tawadhu’) maka dikatakan kepada malaikat : angkatlah kedudukannya dan jika dia sombong maka dikatakan kepada malaikat : rendahkankan dirinya." (HR. Thobroni dan dihasankan al-Albani dalam asy-Shohihah : 538).

5.  Al-Mas’alah (meminta-minta / mengemis)
Meminta-minta adalah pekerjaan hina dan nista yang dibenci dalam Islam, dan barangsiapa yang menjadikan pekerjaan ini sebagai suatu profesi untuk menumpuk harta dan memperkaya diri, maka Allah akan menjadikan dirinya terjatuh dalam lembah kemiskinan dan selalu dalam kekurangan.
Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
"Tidaklah seorang hamba membuka pintu meminta-minta kecuali Alloh bukakan untuknya pintu kefakiran." (HR. Ahmad dan dishohihkan al-Albani dalam shohih at-Targhib :2462)

Selain balasan yang disegerakan di dunia berupa kemiskinan, perbuatan ini juga sudah disiapkan adzabnya pada hari Kiamat.
"Barangsiapa meminta-minta manusia untuk memperkaya diri, maka sebenarnya dia meminta bara api." (HR. Muslim)
Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
"Tidaklah salah satu di antara kalian selalu meminta-minta kecuali dia akan bertemu Alloh pada hari kiamat sedang wajahnya tidak berdaging." (HR. Bukhori : 1405 dan Muslim : 2443)

Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata dalam kitabnya Madarij as-Salikin : ”Hukum asal meminta-minta adalah haram kecuali dalam kondisi darurat.”


6.  Memutus silaturahim, khianat dan berdusta.
Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
"Tidaklah sebuah dosa yang lebih pantas untuk disegerakan balasannya di dunia dan juga disimpan di akhirat dibandingkan dosa memutuskan silaturrohim, khianat, dan juga berdusta, dan sesungguhnya amalan ketaatan yang paling disegerakan pahalanya adalah menyambung silaturrohim, sesungguhnya dengan silaturrohim keluarga akan bahagia, harta akan melimpah dan jumlah keluarga akan bertambah, jika mereka saling menyambung tali silaturrohim." (Dishohihkan al-Albani dalam Shohih al-Jami’ : 5591)

Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
"Tali silaturrohim bergantung di Arsy, kemudian ia berkata : Barangsiapa menyambungku maka Alloh akan menyambungnya dan barangsiapa memutuskannya, maka Alloh akan memutuskannya." (HR. Muslim : 6683)

 7.  Berprasangka buruk kepada Allah
Su’udzon atau berprasangka buruk kepada Alloh merupakan sifat tercela yang dapat mengakibatkan seseorang pesimis, takut, cemas dan khawatir dalam mengarungi kehidupan, serta membuat seseorang berputus asa dari rahmat Allah Ta’ala.

Orang yang berprasangka buruk kepada Allah, dikhawatirkan Allah akan merealisasikan apa yang ia sangka dan Allah menyegerakannya di dunia, hal ini sebagaimana yang disabdakan Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
"Aku sesuai dengan prasangka hambaku kepadaKu, jika ia berprasangka baik maka baginya kebaikan, dan jika ia berprasangka buruk maka baginyalah keburukan." (HR. Ahmad dan dishohihkan al-Albani dalam Shohih al-Jami’ : 4191)

Dari sini, maka wajiblah bagi kita kaum muslimin untuk berprasangka baik kepada Alloh sehingga kita mendapat kebaikan tadi.

8.  Membongkar aib saudaranya seiman dan menuduhnya
Termasuk dalam dosa yang disegerakan balasannya di dunia adalah dosa ghibah, perbuatan dosa yang Allah perumpamakan dalam al-Qur’an dengan memakan daging bangkai saudara kita, sebagaimana yang difirmankan :
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati ? maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Alloh. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hujurot : 12)
Dan balasan yang disegerakan bagi para pengghibah adalah Allohpun akan membeberkan aibnya di mata manusia. Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
"Janganlah membeberkan aib kaum muslimin dan janganlah mencari-cari kesalahan mereka, barangsiapa melakukannya maka Alloh akan mencari-cari aibnya dan Alloh akan membeberkannya (di hadapan manusia)." (HR. Tirmidzi : 2032)
Dan Allohpun menyegerakan adzab yang pedih di dunia bagi para penyebar gosip/berita dan tukang fitnah. Alloh Ta’ala berfirman :
"Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Alloh mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. an-Nur : 19)
Alloh Ta’ala berfirman juga :
"Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik yang lengah (untuk berbuat dosa) lagi beriman (berbuat zina), mereka terlaknat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar." (QS. an-Nur : 23)

9.  Riya’
Riya’ merupakan amalan yang paling ditakutkan oleh Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpa para umatnya, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 
”Sesungguhnya amalan yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah syirik kecil”, mereka bertanya, ”Apa syirik kecil itu ya Rosululloh ?” Beliau menjawab, ”Riya’”. (Dishohihkan al-Albani dalam asy-Shohihah : 951)
Maka tidaklah heran bila Alloh Ta’ala menyegerakan balasan orang yang melakukan riya’, hal ini sebagaimana yang disabdakan Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
"Barangsiapa melakukan amalan supaya didengar dan dilihat manusia maka Allohpun akan menampakkan niatnya (di hadapan manusia)." (HR. Al-Bukhori : 6134, Muslim : 7667)

10.  Riba.
Riba merupakan dosa besar yang Alloh dan RosulNya menyatakan perang terhadap pelakunya, yang mana tidak ada dosa yang Alloh dan RosulNya menyatakan perang terhadap pelakunya kecuali dosa riba. Sebagaimana firman Alloh Ta’ala dalam al-Qur’an :
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Alloh dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Alloh dan RosulNya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya." (QS. Al-Baqoroh : 278-279).

Dan Allohpun akan menyegerakan balasan bagi pelaku riba, Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
"Jika zina dan riba telah tampak pada suatu daerah maka penduduknya menghalalkan adzab Alloh turun atas mereka." (HR. Thobroni dalam al-Kabir dan dishohihkan al-Albani dalam Shohih al-Jami’ : 1859)
Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
"Tidaklah seseorang membiasakan riba kecuali Alloh membalasnya dengan kekurangan." (HR. Ibnu Majah : 2279 dan dishohihkan al-Albani dalam Shohih al-Jami’ :5518)
Dan para pelaku riba akan mendapat laknat dari Alloh Ta’ala, hal ini sebagaimana yang ditegaskan Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
"Alloh melaknat pemakan riba dan juga pemberinya (dua pihak yang melakukan transaksi riba), saksinya dan juga juru tulisnya." (Dishohihkan al-Albani dalam Shohih al-Jami’ : 5089)
sedangkan makna dari laknat sendiri adalah dijauhkan dari rahmat.

11.  Berhutang dengan niat tidak membayar 
Hutang merupakan perkara penting yang harus kita perhatikan karena hutang bisa menghalangi seseorang masuk surga, hal ini sebagaimana yang disabdakan Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam : 
"Sesungguhnya saudara kalian tertawan di pintu surga dikarenakan hutangnya." (Dishohihkan al-Albani dalam Shohih al-Jami’ : 1550)

Allohpun menyegerakan balasan bagi orang yang berhutang dengan niat tidak membayarnya dengan menyulitkan dirinya untuk melunasi hutangnya sebagaimana yang ia inginkan sendiri, Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
"Barangsiapa mengambil harta manusia dengan niatan mengembalikannya, Alloh akan melunasinya dan barangsiapa mengambilnya dengan niat merusaknya Allohpun akan merusaknya." (HR. Al-Bukhori : 2257)

Demikian telah kami paparkan secara singkat, dan semoga bermanfaat bagi para pembaca dan kami sebagai penulis, Aamiin..

Dirangkum dari: Majalah Adz-Dzakhiirahvol. 9 no. 2 edisi: 68. 1432/2011
Share:

Categories

About Me

About Me
Seorang Pemuda yang ingin bermanfaat untuk banyak orang. Mengisi blog dengan kicauan curhat yang sedikit diselipi dengan dakwah. . , click here →

Find Me On: