Blog yang berisi dengan Curhatan yang diselingi dengan Dakwah. Karena Penulis Blog ini merupakan orang yang memiliki latar belakang seorang Da'i

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 22 Oktober 2017

Indahnya saling memaafkan


Betapa mulianya “Memaafkan“, sesungguhnya menaruh dendam terhadap kesalahan seseorang itu hal yang membebankan hati.

memang memaafkan itu tak semudah apa yang kita ucapkan, tapi cobalah berfikir Allah saja maha pengampun, kenapa kita tidak bisa memaafkan.

Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman:
“…dan balasan kejelekan itu adalah kejelekan pula, namun siapa yang memaafkan dan memperbaiki (hubungannya), maka pahala baginya di sisi Allah. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang dhalim. “(QS Asy Syura 40)

Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala :
“…dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. At Taghaabun, 64:14)

Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala juga :
“…dan bergegaslah kepada ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. Yaitu orang-orang yang menginfakkan hartanya di saat lapang dan susah (sempit) dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan yang berbuat kesalahan kepadanya dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS Ali Imran 133 dan 134)

Rasulullah Shallallahu'Alaihi Wasallam bersabda :
“Allah tidak akan menambah kemaafan seseorang, melainkan dengan kemuliaan, dan tidaklah seseorang merendahkan dirinya karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatnya.” (Hadits riyawat Bukhari dan Muslim)

Mudah-mudahan renungan ini bisa mengingatkan kita semua.

Share:

TANTANGAN 4

Bicara soal adat budaya, ada yang tak ku mengerti dengan tempatku berasal. Ada yang ku kagumi, ada yang tak ku mengerti, juga banyak yang penuh kontroversi. Memang  begitu, mereka menganggapnya sebagai hal biasa karen telah berlangsung lama dari nenek moyang mereka, di tempat kecil yang dihuni banyak suku.

Ada sebuah adat yang dilaksanakan untuk memperingati kematian. Dihabiskannya harta sang duka hanya untuk berfoya-foya. Menyembelih hewan adat yang harganya hingga puluhan juta per ekor, dan tidak hanya satu tetapi butuh sekitar 5 hingga sepuluh ekor. Jika tak sanggup pun terpaksa harus mencari pinjaman sana-sini. Membuat orang yang tertimpa duka bagaikan kata "Sudah jatuh tertimpa tangga".

Terkadang hingga aku berpikir, mereka sanggup mengeluarkan uang untuk semua hal ini, tapi mengapa aku tidak pernah melihat mereka menyembelih hewan qurban satupun. Mereka masih peritungan dengan agama, tetapi kebablasan untuk adat kebiasaan. Dan kesalnya lagi, acara peringatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut namun tidak diisi dengan doa melainkan sedikit yang berkenan saja. Selebihnya diisi dengan kemaksiatan seperti joget bersama hingga pesta arak dan perjudian.

Yang aku suka adalah kerjasama mereka. Apapun suku mereka, apapun agama mereka kerjasama tetaplah yang paling utama. Ketika ada pembangunan sebuah masjid di sebuah dusun atau kelurahan, siapapun itu yang ada dan tinggal di sekitarnya pun akan turut membantu walaupun mereka beragama Nasrani. Begitupula ketika ada pembangunan sebuah gereja, masyarakat muslim pun turut memberikan bantuan yang mereka bisa. Dan dalam perayaan apapun seperti kematian dan pernikahan mereka tetap berdatangan saling membantu.

Disana sebagian wilayah adalah tempat wisata jika berada di Pulau Jawa. Tempat indah nan kaya hasil alamnya. Hasil alam dijual sangat murah, seperti ikan hasil tangkapan nelayan dan sayuran.

Kebanyakan dari mereka masih memegang teguh adat dari suku mereka masing-masing. Hingga kini ada dua suku besar yang dikenal dengan kecantikan para gadisnya, namun sebagai maharnya hanya sedikit lelaki yang mampu untuk meminangnya. Sangat mahal hingga tak jarang anak-anak mereka masih memiliki status perawan di usianya yang sudah tua. Mereka adalah suku bangsawan, suku darah biru yang di hormati
Share:

RINDU


Berdenging di dinding-dinding telinga
Memantul nyaring namamu disana
tiap menit hingga berpekan
membuatnya tak luput dari ingatan

Entah kapan hari itu kan tiba
Engkau menemani pagiku dan menghangatkan
dengan pelukan kasih dan senyum yang menentramkan
membingkai sinar rembulan yang perlahan menghilang

Entah kapan hari itu kan tiba
Engkau menjadi yang kurindukan
Menjadi alasan bagiku untuk pulang
Melupakan pernak-pernik keindahan dunia luar

Entah kapan hari itu kan tiba
Bersama kita merawat buah hati
Karunia yang indah dari sang Ilahi
Amanah untuk dididik
Sebagai bekal di alam kubur nanti

Kuharap hari itu kan tiba
Meskipun entah dengan siapa
ku kan arungi samudera kehidupan
Dimulai dari mendayung sampan
Share:

MERANTAU

Rindu ingin pulang? pasti ada. Kami juga sama dengan kalian, ingin merasakan kehangatan kasih sayang dari keluarga. Meskipun hanya setahun atau dua tahun sekali akan ku sempatkan untuk bersua dengan mereka, Orang-orang yang kucinta yang bernama keluarga.

Di tanah orang kita susah untuk berkuasa. Untuk berkembang kita membutuhkan banyak kawan yang selalu mendukung dan sepemikiran. Maka dari itu membangun tali silaturrahim harus kita utamakan.

Lakukan pendekatan dimulai dari tingkat penguasa hingga kalangan jelata. Buat mereka tahu adanya kita, kita bisa berbuat apa, dan apa yang bisa kita lakukan untuk mereka. Sehingga dikit demi sedikit kita akan terbaur, tercelup kedalam kehidupan mereka.

Memang tak akan semua orang menyukai kita. Gila, jika kita berharap bahwa semua orang akan menyukai kita. Akan ada oposisi, rival, kompetitor dalam setiap usaha kita. Kumpulkan kawan, keluarga sebanyak mungkin agar kita tak mudah goyah dan menyerah.

Pegang erat teman akrab, yang senantiasa ada dan membantu kita. Bantulah apa yang dia butuhkan dengan segala yang kita punya. Melepas satu sahabat akan sangat berat terasa saat jauh dengan keluarga. Yap, karena mereka adalah keluarga kedua, tempat kita mengadu, mengeluh, dan bertumpu.
Share:

JAGALAH LISAN


Menetes
Merasuk Kedalam hati
Mengoyak bagaikan akar berdiru
Serasa ingin mati

Booooommm...
peka telinga ini
Menerobos menyeruak
Hingga mengalirkan darah

Sedikit kata pahit yang kau lontarkan
Mungkin...
terlontar tanpa ada kesengajaan
Mengoyak melebur dalam perasaan

Sebatas kata maaf
tak mungkin rubah keadaan
Ibarat gelas kaca yang pecah
Tak mungkin sama ketika kembali direkatkan

Jagalah lisan
Tajamnya mengalahkan pedang
Dapat menyebabkan rasa yang amat sakit
hanya dengan sedikit goresan
Share:

EGO

Sifat ini kerap dimiliki anak-anak muda. Terlihat sepele memang, namun efeknya bisa sangat besar. Bisa menghancurkan persahabatan bahkan hubungan kekeluargaan.

Sifat ini transfaran bagi orang yang memilikinya, terkadang kita sendiri bahkan tak menyadarinya. Tak memikirikan orang lain, berbuat hanya yang menurut kita baik. Hingga tiba-tiba ada seseorang yang meninggalkan kita, disitulah kita baru tersadar.

Bahkan disaat kita menyadarinyapun kita belum tentu mengakuinya. Tak mau mengintrospeksi diri tetap menganggap diri yang paling benar. Timbullah rasa gengsi untuk mengakui kesalahan sendiri.

Kita harus membangun kerendahan hati, tidak semua yang kita pikirkan itu benar. Mintalah pendapat teman, kawan, dan keluarga, mereka akan memiliki pandangan yang berbeda tentang segala sesuatu yang kita pikirkan.

Jangan andalkan diri sendiri, tetap bersatu dengan membandingkan argumen. lebih banyak argumen akan lebih banyak ide yang bisa kita lakukan. Dan kita juga harus menerima pendapat dari yang lain, menghargainya, tidak menolak begitu saja. mengambil ide yang lebih bagus dengan cara bermusyawarah.
Share:

SALAHKAH AKU MENCINTAIMU


Cinta adalah Anugerah yang diberikan oleh Allah oleh setiap insan
Aku seorang wanita biasa yang yang mencintaimu dengan segala kekuranganku
Aku wanita yang memiliki perasaan, perasaan cinta padamu
Serta rasa harap untuk mendapat kasih sayangmu sehingga aku semakin mencintaimu

Mungkin aku salah karena mencintaimu
Tapi jangan salahkan aku karena kaulah yang membuatku jatuh cinta
Ketika bibir berucap untuk meninggalkanmu
Sungguh hati ini tak pernah merelakannya

Hati tidak mungkin salah dalam memilih,
Dan cinta tak harus dikenali, Cukup hati yang merasakan
Memang tak terlihat tapi dapat dirasakan betapa aku mencintaimu
Aku tahu, hidupku bukan tentangmu saja

Apakah aku bisa hidup tanpamu
Sudah terlanjur aku mencintaimu
Apakah aku jatuh cinta pada orang yang salah
Hati ini ingin senantiasa bersamamu siapkah engkau?

hati ini dipenuhi dengan tanda tanya
dan rasa harap untuk menjadi orang yang kau cinta dan kau rindukan
Aku rindu dengan kenyamanan yang kau berikan
Membuatku krasan dengan pahitnya kehidupan

Aku memiliki dua mata yang ingin selalu menatapmu
Dua tangan yang ingin selalu mendekapmu
Dan satu hati yang saat ini masih menantimu

Aku akan pergi jika kau menginginkannya
Tapi genggamlah tanganku jika aku adalah pilihanmu
Dan jangan lagi ada kata aku dan kamu tetapi kita
Share:

Minggu, 15 Oktober 2017

Kisah Malin Kundang (Extended)


Pada zaman dahulu kala, hiduplah sebuah keluarga miskin di daerah pesisir pantai. Si ayah bekerja dengan mengikut kapal-kapal para pedagang untuk mencukupi kehidupan mereka. Keluarga itu memiliki seorang anak lelaki yang masih kecil, bernama Malin Kundang. Malin Kundang termasuk anak yang rajin, dia membantu setiap pekerjaan ibunya untuk meringankan pekerjaannya. Sehingga ibunya sangat menyayangi Malin Kundang.

Hingga pada suatu hari, sang ayah pergi berlayar. Namun setelah hari itu sang ayah tak terdengar lagi kabar beritanya. Sudah sekian tahun berlalu, ibu malin kundang kini bekerja keras seorang diri untuk menghidupi dirinya dan membesarkan si Malin. Melihat hal itu, malin kundang yang masih belia merasa sangat kasihan pada ibunya. Dia bertekad untuk bekerja, merantau dan kelak pulang membawa harta yang banyak untuk ibunya.

Hingga pada suatu hari, ada sebuah kapal yang cukup mewah berlabuh. Seperti biasa, malin segera berlari ke kapal bersama para pekerja angkut, karena si malin memang bekerja sebagai kuli panggul bagi para pedagang untuk membantu ibunya.

Melihat malin yang begitu rajin, sang nahkoda kapal menjadi sangat tertarik. Dia berniat mengajak malin berlayar dan bekerja di kapalnya. Malin pun merasa sangat senang, karena mimpinya untuk berlayar dan merantau ke negeri seberang bisa terwujud. Dia langsung berlari pulang untuk meminta izin pada ibunya.

Dengan berat hati, ibunya melepas anak semata wayangnya itu. Ingin rasanya menahan malin untuk pergi, namun karena melihat tekad malin yang begitu kuat, sang ibu tak kuasa untuk melarangnya.
''Hati-hatilah di tanah rantau ya nak. Bersikaplah baik pada semua orang, selalu rendah hati, dan jangan lupa pada Tuhan yang maha kuasa''. Pesan ibu malin.
“Iya mak. Malin akan selalu ingat nasehat emak. Kelak malin akan pulang membawa harta yang banyak. Malin akan menjadi orang kaya, sehingga emak tak usah lagi bekerja. Malin pamit mak''. Kata Malin berpamitan di iringi air mata ibunya.

***********

Sudah sekian tahun sang ibu ditinggal oleh Malin sang anak kesayangannya. Sang ibu pun mulai bertambah renta, dan hanya sedikit bekerja untuk makan sehari-harinya, sisanya banyak sebagian tetangga yang sempat membantu. Dia tetap sabar dan selalu mendoakan anaknya yang sudah lama jauh tanpa kabar.

Hingga pada suatu hari, banyak kapal dari luar wilayah yang berlabuh di pelabuhan kampung tersebut dan Malin adalah salah satu dari mereka. Malin berdiri diatas kapal memandang sekitar, sudah sekian lama namun belum terlalu banyak yang berubah. Dia menghela nafas panjang karena akhirnya dia bisa kembali mengunjungi kampung halaman dengan membawa banyak harta.

Dari dermaga pelabuhan ada seorang pria yang mengenal Malin, dan kemudian dia berteriak, sambil melambaikan tangan.
“Maliiiiiiiiiiiiin!… Ini aku Suprapto temen SDmu!.”
Malin menengok kebawah dan melihat seorang pemuda berpakaian lusuh.
“Hai Prapto, kamu sudah tambah besar aja. Kamu lihat ibuku? aku rindu padanya.”
“Ga usah berlebihan, kamu aja tambah ganteng semenjak merantau. Ibumu sedang di rumah, sebentar aku panggilkan, dia pasti bangga melihatmu.”  Prapto pun langsung berlari kerumah ibu Malin.

Sesampainya di rumah, Prapto langsung memberitahukan kepulangan Malin kepada ibunya.
“Tante, Malin sudah pulang dari rantau, dia menaiki sebuah kapal besar dan dia semakin gagah dan tampan.” Ujarnya
“Yang benar saja nak?!, tante hampir kena serangan jantung gara-gara kamu ngagetin. Sekarang dia dimana?” Ibunya terkejut dan bahagia
“Dia masih di pelabuhan, tante kesana duluan ya saya mau manggil Marni pacarnya Malin.”

Sang ibu langsung menuju ke kapal terbesar di Pelabuhan itu. Dia melihat seorang pria gagah dan tampan turun dari kapal tersebut, dan langsung memanggilnya.
“Malin anakku, sekarang kau sudah sukses nak, ibu bangga padamu.” sambil menangis
Pria tersebut melihat kearah sang ibu yang sudah tua, lusuh, dan kurang terawat tadi, Kemudian dia berkata.
“Kamu siapa? aku tidak mengenalmu. Aku tidak punya ibu sepertimu, ibuku orang kaya raya di pulau seberang.” Ujarnya sinis

Sang ibu langsung patah hati dan hampir terkana serangan jantung. Kemudian tanpa pikir panjang dia langsung mengucapkan kutukan.
“Wahai anak durhaka, aku kutuk kamu dan hartamu menjadi batu bata!.”
Dalam sekejap muncullah petir besar dan pria tadi beserta kapalnya berubah menjadi batu bata.
Kemudian ibu itu berkata.
“Syukurlah nak walaupun ibu kutuk, kamu masih bisa berguna untuk membangun rumah kita yang sudah reot.” Ujarnya sambil bersedih

Kemudian datang Prapto dan Marni dari desa.
“Tante, kenapa tante menangis?.” Tanyanya pada ibu Malin
“Malin sudah durhaka, dan sudah tante kutuk menjadi batu bata.”
“Waduuh, tapi batu bata ini tidak mirip malin yang aku lihat tadi.” Bantah Suprapto
“Lalu ini siapa?.” si ibu bertanya sambil kebingungan

Kemudian keluarlah seorang pemuda memanggul peti harta dari dalam kapal yang sudah menjadi batu bata.
“Ibu, Marni ini aku Malin. Aku membawa banyak harta dari lautan.”
Kemudian mereka berpelukan.
Sang ibu kemudian bertanya.
“Siapakah gerangan orang yang ibu kutuk ini?.” Sambil menunjuk patung batu bata tadi
“Astaghfirullah, itu kapten kapal Malin. Monkey D. Luffy.”
“Biarkan sajalah, biar dia menjadi ikon dari pelabuhan kita.” Suprapto memberikan ide
“IYA.” mereka bertiga serempak mengiyakan ide tersebut

Suprapto melirik peti harta yang dibawa Malin sambil terheran dan kemudian bertanya.
“Ngomong-ngomong ini peti desainnya bagus amat, aku baru melihatnya.”
Kemudian Malin menjawab dengan santai
“Ini adalah harta karun dari zaman bajak laut Gol D. Roger yang disimpan di Pulau Raftel, Grand Line. Yaitu ONE PIECE.”

TAMAT
Share:

Sabtu, 14 Oktober 2017

Pinter masak

Cantik, pinter masak, siapa yg ga suka?. Seperti itu pandangan laki-laki terhadap
wanita. Mereka berangan memiliki kekasih yang pintar masak sehingga kelak makan
malam sudah dihidangkan ketika pulang dari kerja.

Tapi apakah semua perempuan jago masak? jawabannya tidak. Banyak diluar sana mereka
yang baru belajar memasak setelah mereka berumah tangga. Tapi apakah hidup mereka
tidak bahagia? tentu saja tidak, suami akan menerima seperti apapun rasanya masakan
seorang istri.

Disitu akan ada banyak pengalaman, mulai dari belajar menyesuaikan masakan dengan
lidah masing, dan belajar bersama untuk menghidangkan sarapan. Akan ada banyak waktu
bersama, waktu untuk berdua. Dan cinta akan semakin tumbuh seiring kebersamaan waktu
yang mereka lalui.

Dengan begitu bukan berarti perempuan tidak harus bisa masak. Daripada waktu
dihabiskan untuk belajar berhias dan berdandan lebih baik kan digunakan untuk
belajar memasak. Memang kecantikan bisa membuat suami senang, tapi apakah suami akan
dikasih makan bedak dan gincu?.

Menghidangkan makanan kepada suami merupakan ladang pahala bagi seorang istri.
Ambillah kesempatan itu, kesempatan untuk mendapat ridhonya, karena tidak semua
lelaki itu suka memasak. Tidak mau kan kesempatan itu diambil orang lain, tukang
warteg misalnya.

Jadi, kita laki-laki maupun perempuan harus punya kemampuan untuk itu. Karena tidak
mungkin selalu perempuan yang melakukan itu, dan lelaki juga tidak semua suka itu.
Share:

Jumat, 13 Oktober 2017

MENGALAH

Kini saatnya ku belajar untuk slalu mengalah
tak lagi peduli entah siapa yang salah
sering kau menunjukkan rasa marah
yang melebur dalam sesaat

aku suka caramu mengatur
layaknya kata-kata manja pengantar tidur
lontaran kata-kata ketika kau cemburu
kata-kata menyebalkan yang membuatku semakin rindu

dari dulu, ketabahan hatimu yang membuatku salut
mencinta dalam diam menungguku memberi kepastian
tidak adakah dihatimu rasa takut
jika aku tidak tahu ada padamu sebuah harapan

namun kau bertahan, hingga akhirnya kutersadar
ada sebuah cinta yang yang harus dipertahankan
cinta yang tumbuh didalam diam
tak terungkapkan karena status persahabatan

mungkin kini tak ada lagi batasan
Kita bebas menyatakan kerinduan
memberikan kasih sayang
dan membicarakan masa depan

Tinggal ego
yang kerap membuat gengsi ketika bersalah
tak jarang pula memicu amarah
hingga kini tugasku, untuk slalu mengalah

Share:

GERIMIS

rintik gerimis sore ini
membasahi lumut-lumut genting
mengguyur batu-batu jalan
dan tak sedikit yang teringat akan mantan

gerimis dan hujan
menjadi ujian berat bagi pejuang move on
menjadi kebahagiaan jomblo di akhir pekan
dan menjadi pemandangan bagi yang nongkrong di pinggir jalan

walapaun terkadang hujuan disalahkan
ketika menjadi penghalang suatu kegiatan
tapi bagiku adalah suasana tenang
dengan ditemani aroma teh yang memenuhi ruangan

aku hanya bisa menatap melewati jendela kaca
mengikuti aliran air
menyapa daun yang terhanyut
apakah dirimu pernah merasakan cinta?

turunnya hujan, memiliki makna sendiri bagi setiap orang
sebagai penghalang, dan pula sebagai teman
teh dan tembakauku habis perlahan
dan ku lanjutkan terlelap dalam impian
Share:

KANTUK

kantuk
rasa kantuk yang datang
seringkali hilang hanya dengan satu kata sapaan
yang datang dari seorang pujaan

senyumnya yang merekah
menyambut pagiku yang cerah
hingga kini senyumnya itulah yang slalu kurindukan
membuatku terjatuh kedalam angan

bila nanti ketika jarak tak lagi jadi penghalang
kita hidup bersama dalam sebuah ikatan
ikatan suci yang dibangun diatas cinta
selamanya dalam restu ayah bunda

kan kuberikan hangatnya pelukan
hingga kau kan terlelap diatas pangkuan
menghabiskan hari dengan bermesraan
hanya kita, hingga usia senja pun datang

sayang, jangan pernah bosan mengatakan sayang
meskipun rambut kita telah memutih dan pendengaran kita berkurang
bisikkanlah ditelingaku
walaupun lirih tetap akan terdengar merdu
Share:

Selasa, 10 Oktober 2017

KAU

Hai
kau kau yang ada disana
yang sempat menyatakan cinta
maaf, bukan ku tak ada rasa
hanya saja ingin ku jaga hingga tiba waktunya

terimakasih
perhatianmu yang selalu menemaniku
kasih sayangmu yang menghangatkanku
itu semua membuatku rindu
hingga pergimu membuatku merasa layu

maaf
mungkin aku bukan seperti yang kau harapkan
tak sedikit kekuranganku yang kau tahu
tapi semuanya kau lupakan
layaknya tak ada pada diriku

kau
wanita kuat yang belum pernah kujumpa
memperjuangkan cinta tanpa putus asa
berjuang tanpa ada kepastian darinya
mencinta tanpa harap untuk dibalasnya

kau tahu?
semua itu membuatnya tumbuh rasa
rasa ingin menyayangi dan mencinta
tak jarang dia menangis karena rindu
hingga rasanya ingin memelukmu
Share:

MALAM


malam ini serasa tetiba aku sendiri
ingin ku mengingat dia yang telah pergi
tapi buat apa? kenangnya hanya tersisa luka
luka yang menembus dada

dalam hitungan pekan yang terlewat
cukup untuk membuatku tak lagi teringat
pengorbanan emosional dan perasaan
menjadi akar sulitnya mengikhlaskan

harapan, memang tak ada padanya
hanya sebuah khayalan yang pernah ada
khayalan untuk hidup berdua
bercanda, tertawa, bahagia hingga tua

tapi apa daya, keinginan itu harus terpupus
bersamaan dengan tujuan yang terbakar hangus
kau pergi tanpa ada sedikitpun berita
hingga kulihat kau menggandengnya

kalian berdua, yang kini terlihat cukup bahagia
yakinkah akan bertahan selamanya?
walaupun begitu yang terbaik dari doaku untuk kalian
semoga cepat dihalalkan, agar tidak berlarut-larut dalam kemaksiatan.
Share:

Minggu, 08 Oktober 2017

SALAHMU TELAH MEMBUATKU JATUH CINTA


Jatuh, adakah jatuh yang tidak menyakitkan seperti jatuh cinta? dalam perihal cinta
sering ku berpikir tentang kebahagiaan. Memang ada, tapi jangan lupakan pula
kekecewaan. Dimana ada sebuah kata cinta yang dibangun sebelum ada setatus
kehalalan, kekecewaan sudah pasti membayangi.

Dan penyebab terbesar menetesnya air mata dalam suatu hubungan adalah kekecewaan.
Tangisan wanita yang kulihat itu sangat menyakitkan. Hingga akupun terlarut seakan
mendapati beban sama yang dia rasakan.

"Salahmu membuatku jatuh cinta!" kata yang kau ucapkan padaku dengan iringan air
mata. Ingatanku merekamnya dengan sangat jelas dan memutarnya disetiap hari-hariku,
hingga aku serasa tertimbun olehnya. Dan membuatku tak banyak berbicara seperti
biasanya.

Aku tidak menyalahkanmu karena mencintaiku. Mungkin rasa itu juga tak akan pernah
ada jika aku tidak membuatmu merasa nyaman padaku. Rasa takutku bukan karena
cintamu, melainkan rasa kecewa yang bisa kau dapatkan kapan saja. Mungkin kau tidak akan
kecewa dengan apa yang aku miliki saat ini, tapi kenyataan jika kita tidak
dipersatukan akan menjadi luka yang sangat dalam untuk hatimu.

Kenyamanan itu juga ada di dalam hatiku, menyebabkan rasa rindu yang hanya terobati
dengan bertemu. Aku tidak ingin ada kekecewaan, bantulah aku berdoa agar kita
dipersatukan dan diberikan kekuatan jika takdirnya adalah perpisahan. Sehingga hanya
ada sedikit tangisan yang diperlukan.

Aku mencintaimu tanpa orang lain setuju
Aku mencintaimu dengan seluruh kekuranganmu
Aku mencintaimu meski ada sekat bisu
Aku mencintaimu meski jarang kita bertemu

Tak perlu lagi kau ragu,
Tetap Sabar dan tunggulah aku
Hingga Pada saatnya nanti 
Aku akan datang dengan pelukan yang paling hangat untukmu
Menghilangkan rasa rindu yang menggebu
Juga aku yang sama rindunya padamu

Jika pertemuan bukan lagi suatu harapan
Tak akan pernah pudar senyum di wajahmu
Tergambar jelas bahagiamu karenaku
Begitupun aku karenamu

Share:

Sabtu, 07 Oktober 2017

?????

Remang-remang mata mulai terbuka ketika terdengar suara alarm di handphoneku,
tanganku meraba-raba sekitar kepala untuk mencari sumber suara. Kulihat layar HPku
dan..
"Sudah pukul 4.00? aku merasa tidurku belum puas" keluhku
Kutarik lagi selimutku dan kembali kutatap layar HP, kemudian sontak aku terkejut
"Apa?! hari sabtu?, celaka! aku belum menulis tantangan dari ODOP." aku langsung
bangkit dari tempat tidurku
"Ya ampun belum ada ide sama sekali dalam kepalaku."
"Sudahlah siap-siap sholat shubuh aja dulu" sambil berjalan menuju kamar mandi

Walaupun sudah berulangkali aku mencuci muka, rasa kantuk tetap tak kemana. Baru
sadar malam tadi cukup berat kurasakan, ada seorang wanita yang menangis
dihadapanku. Memang sedari dulu aku paling tidak kuasa melihat tangisan seorang
wanita, apalagi untuk wanita yang kucinta.

Matahari sudah mulai meninggi ketika aku kembali dari masjid. Jika bukan hari libur
jam segini biasanya teman-teman seasramaku sudah menyiapkan sarapan. Hari ini mereka
sibuk dengan kegiatan masing-masing, dan aku pun berniat mengarang sebuah cerpen
untuk tantangan dari ODOP.

Aku mengambil laptop yang kugeletakkan di lantai semenjak kemarin sore.
Menghidupkannya, lalu aku tinggalkan ke dapur untuk menyeduh teh sebagai teman
duduk. Beberapa menit kemudian aku sudah duduk didepan laptop ditemani oleh harumnya
aroma teh Sukabumi yang bisa menenangkan pikiran.

Menit demi menit aku jalani dengan termenung,
"Mau bikin cerita apa ya?" tanyaku pada diri sendiri
"Aduuuh, ko ga ada ide sama sekali nh. Lama-lama bisa kena kick dari ODOP gua"
"Ya Allah berilah aku ide!"
"Ton!, Woy!" Terdengar suara memanggilku dari belakang
Aku menolehnya perlahan dan kudapati ketua asrama menatapku dengan tajam, Lutfi
namanya.
"Daripada ribut mending ke pasar sana, beli sayur buat masak hari ini." imbuhnya
"Aduh gimana mau kelar ini tulisan" gerutuku dalam hati
"Ooh jadi gak mau ya?" sambil mengeluarkan senyum jahatnya setelah memprediksi
kata-kataku dalam hati
"Eeh eng.. enggak bang, ampun" jawabku gugup
"Yaudah berangkat sana, ini uang sama list belanjaannya."
Dan akhirnya aku pun berangkat meninggalkan lembar kerja yang baru terisi beberapa
kata. Akupun berharap bisa menemukan sebuah ide yang menarik dijalan nanti.

***

Satu jam kemudian aku akhirnya kembali dengan membawa beberapa ikat sayuran dan dua
kantung plastik bahan lauk-pauk. Dengan wajah lelah aku merebahkan diri di depan
pintu. Maklum saja dengan waktu sesiang ini jika pergi ke pasar kita hampir tidak
akan mendapat apa-apa.

Setelah itu kami mengambil tugas masing-masing untuk menyiapkan sarapan. Ada yang menyiapkan nasi, menggoreng telur, memotong sayur, dan aku sendiri mengiris bumbu. Begitulah kami hidup di tanah orang, saling bekerja sama dan berbagi tugas. Mungkin kalian yang membaca ceritaku ini berpikiran bahwa aku akan berdarah ketika sedang mengiris bumbu, tetapi alhamdulillah kegiatan memasak kami lancar.

Pukul sepuluh siang perutku sudah terisi dan inginku melanjutkan untuk menulis. Ide yang aku harapkan untuk datangpun tak kunjung tiba. Lama sekali aku bertatapan dengan layar putih kosong yang beru terisi beberapa kata tadi pagi hingga rasa kantukpun mulai tiba.
"Ah lanjut nanti siang aja ya" aku berbaring ke sisi kanan dan memejamkan mata. Dan beberapa saat Kumandang azan zuhur membangunkanku.

Pukul satu siang aku kembali menatap layar laptopku dan mengetikkan beberapa kata, sebelum aku melihat notifikasi Whatsapp di HPku. Dan lagi-lagi tulisanku harus tertunda. Ada sebuah pesan dari kantor untuk merekap hasil penjualan toko kami.
"OMG, ini tulisan kapan selesainya ya?" keluhku sambil menghela nafas panjang
"Baiklah, kita kerjakan urusan kantor terlebih dahulu setelah itu tidak boleh ada yang menggangguku lagi."


Dan akhirnya aku dapat menyelesaikan tulisanku pada jam empat sore, dengan ide yang baru aku dapatkan setelah sholat ashar.
Share:

Jumat, 06 Oktober 2017

MENULIS


Pada dasarnya dulu aku kurang mempunyai minat untuk menulis. Tetapi membaca karya
tulis orang lain merupakan hobi, sebelum akhirnya kebiasaan itu melebur sedikit demi
sedikit. Belakangan minatku untuk membaca buku maupun artikel mulai berkurang.

Aku sadar bahwa membaca itu sangat penting, ilmu bisa bertambah karenanya,
pengalamanpun bisa juga kita pelajari dari orang lain. Tetapi kenapa penghalang ini
susah sekali untuk dihancurkan? baru terbersit sebuah niat untuk membaca sebuah buku
semangat tiba-tiba menghilang. Tak jarang pula yang terhenti hanya di beberapa
halaman pertama.

Dengan bertemunya aku dengan ODOP, aku mulai membangun sebuah niat untuk memaksakan
diri dalam menulis. Memang benar menulis itu susah bagi orang-orang awam. Tak selalu
ide itu datang, bahkan ketika datang pun masih bisa kembali menghilang. Bagiku
menulis itu perlu menguras seluruh isi kepala, mencari ide-ide yang terselip dalam
lekukan otak, menariknya keluar dengan keras hingga mampu menggerakan jari-jemariku.

Membutuhkan keistiqomahan untuk menjadi terbiasa, ada yang bilang untuk membuat
sebuah kebiasaan kita harus melakukan hal itu hingga 40 hari berturut-turut. Tidak
mudah jika dilakukan individual, kita perlu penyemangat, entah itu kawan maupun
suasana. Dan dengan adanya ODOP saya Alhamdulillah merasa terbantu, ada pengingat
dikala kita mulai lalai, memaksa kita untuk terus bergerak walaupun semangat sudah
mulai redup.

GO ODOP GO. Tetap berkembang ya, banyak anak bangsa yang memiliki potensi dan belum
bisa mengembangkanya. Dengan adanya komunitas ini semoga lahir penulis-penulis besar
yang karyanya bisa merubah mindset anak bangsa. Tidak hanya ketikan alay di medsos
saja.
Share:

Kamis, 05 Oktober 2017

A MISTAKE

Untuk membenci seseorang kita hanya perlu melihatnya melakukan satu kesalahan saja.
Bahkan kita bisa lebih mudah mengenal seseorang dengan mengingat kesalahan yang
diperbuat olehnya. Tak jarang pula kita memanggil teman atau sahabat kita dengan
sebutan kesalahan yang dilakukan.

Kita bisa membenci seorang sahabat karena satu kesalahan yang dia lakukan. Kesalahan
yang terus menerus kita ingat jika kita melihatnya. Kesalahan yang mungkin tidak
terlalu besar hingga pantas kita untuk membencinya.

Sebelum kita membenci seseorang sempatkanlah sedikit waktu untuk mengingat
kebaikan-kebaikan yang pernah ia berikan. Karena tak jarang orang yang kita benci
adalah yang dulunya mendukung kita, menyayangi kita, berbuat baik kepada kita,
bahkan pernah berkorban untuk kita. Memang untuk mengingat kebaikan seseorang tidak
akan mudah seperti kita melihat kesalahanya.

Dan sempatkan juga untuk mengoreksi diri sendiri sebelum menghakimi orang lain.
pernahkah kita berbuat seperti itu? pernahkah kita berbuat kesalahan terhadapnya?.
Bahkan sangat mungkin kita sering menyakiti sahabat kita dengan lidah-lidah kita
bahkan juga dengan tangan-tangan kita. Namun dia memaafkan kita dengan kebesaran
hati dan kelapangan dada yang dimilikinya.

Gunakan waktu sebelum tidur untuk memaafkan saudara, sahabat, teman, dan tetangga-
tetangga kita. Niscaya kita akan tidur dalam keadaan tenang tanpa membawa sedikitpun
beban. Dan bangun pagi memulai hari baru dengan hati yang lapang, cerah, dan
kebahagiaan bersama orang-orang tanpa harus ada rasa benci.
Share:

Rabu, 04 Oktober 2017

MISS U MOM & DAD


Ibu, Ayah, dua insan yang sangat berpengaruh dalam kehidupanku. Perjuanganya yang
begitu besar dari kita masih dalam kandungan. Bahkan setelah kita dewasapun dia
tidak mengharapkan apa-apa dari kita, sungguh keikhlasan yang sangat luar biasa.
Butuh tulisan yang sangat panjang hanya untuk membahas jasa-jasa kedua orang tua,
dan untuk saat ini bukan itu tema yang akan saya bahas.

Sebelum unek-unek ini keluar dari pikiranku, entah mengapa tiba-tiba saja aku merasa
rindu dengan kedua orang tuaku. Memang sudah bertahun-tahun saya tinggal jauh dari
orang tua, dan rasa rindu itu sudah hal biasa. lain dengan kali ini yang saya
rasakan, serasa air pasang yang meluap ke permukaan.

Memang ada kasih sayang dari orang lain yang aku rasakan, tetapi kasih sayang orang
tua memang tak akan pernah tergantikan. Mungkin aku sudah dewasa, tapi aku masih
sering memeluk ibuku ketika akus di rumah. Maklum lah, belum tentu setahun sekali aku
pulang. Dan dia tetap menjadi orang yang paling pengertian terhadapku, tetap
memanjakanku walaupun aku sudah dewasa. Bahkan menyuruhku pun terkadang dia merasa
segan, sehingga aku yang harus menjadi lebih peka terhadapnya.

Ayah juga tidak kalah besar kasih sayangnya dengan ibuku. Keringat yang keluar
karena kerja kerasnya sebagai petani untuk menafkahi keluarga juga  tidak akan
terbalas dengan apapaun. Dia mendidikku bagaikan seorang raja hingga aku menginjak
usia 7 tahun, kemudian mendidikku lebih keras hingga usiaku 15, setelah itu dia
memposisikanku sebagai sahabatnya hingga sekarang. Banyak tetangga yang heran
melihat hubunganku dengan ayah, mereka melihat keakraban kita yang bagaikan sepasang
sahabat. Walaupun begitu banyak hal-hal berkaitan dengan adab yang harus
diperhatikan olehku, karena statusnya sebagai ayah tidak boleh aku lupakan.

Terimakasih ayah dan ibu yang selalu mendukung keinginanku, selalu mendukung
keputusan yang aku pilih, dan selalu mendoakanku disetiap sujudmu. Seluruh hal-hal
yang aku lakukan bertujuan untuk membuat senyum kalian berdua tetap merekah. karena
semangatku akan terus terpompa dengan senyuman kalian. Walaupun terkadang dibelakang
senyuman itu terdapat tangis yang kalian sembunyikan dariku.
Share:

Selasa, 03 Oktober 2017

ME AND MY UNFORGETTABLE MOMENT (part 2)

Kapal barangkat dari pelabuhan Tanjung Priok Jakarta sekitar pukul sepuluh
siang, dengan bantuan kapal pendorong untuk bertolak ke perairan luas. Hanya
membutuhkan waktu sekitar 20 menit pelabuhan sudah tak lagi tampak dari buritan
kapal. Hanya tinggal puluhan kapal tanker dan kapal kargo yang menurunkan
jangkar menanti giliran untuk berlabuh.

Kapal berlayar sejajar lurus dengan pulau jawa yang terlihat memanjang dari
barat hingga timur cakrawala. Sinyal handphone mulai kabur hingga akhirnya
hilang sama-sekali. Yang terdengar hanya tinggal desiran air yang terbelah oleh
moncong kapal, dan beberapa suara gemuruh mesin kapal dari para nelayan yang
sedang menangkap ikan. Pulau jawa pun semakin lama hilang tertutup kabut asap
lautan.

Beberapa jam kemudian pun kapal sudah berada jauh di tengah lautan luas, warna
air laut dibawah kapalpun terlihat semakin gelap. Kami menetap di dek 5, disana
seluruh barang kami letakkan, dan disana pula kami beristirahat. Setelah
merapikan barang bawaan dan tempat tinggal Saya mulai berkeliling untuk
berusaha mengenali seluruh seluk-beluk bagian kapal, menjelajahi seluruh dek,
mulai dari dek paling bawah hingga ke dek delapan paling atas.

Tempat nongkrong favorit

Setelah berkeliling beberapa jam akhirnya aku dapat tempat favorit, yaitu di
jendela depan kapal. Tepat didepan kapal hingga mendapatkan terpaan angin yang
lumayan kencang. Sore harinya kami disuguhi dengan pemandangan sunset yang
sangat indah terlihat dari buritan kapal. Lautan pun ikut menguning mengiringi
lenyapnya matahari.

Sunset di Umsini

Malam pertama diatas kapal yang bergoyang-goyang seirama dengan benturan ombak,
bermandikan cahaya rembulan yang kebetulan sekali malam itu menjelang purnama.
Lumayan dingin untuk duduk didepan kapal. Meskipun dingin banyak pasangan
lelaki perempuan yang bermesraan ditempat itu. Udara yang dingin ditambah
dengan kegelapan malam membuat mereka merasa aman tanpa ganguan orang lain.
Memang untuk satu tempat itu tidak memiliki penerang seperti bagian kapal
lainya.

Pada akhirnya akupun memutuskan untuk pergi dari situ untuk melihat-lihat seisi
kapal ketika malam hari. Sekitar pukul 20.00 ada satu spot yang sangat ramai
dikunjungi oleh para penumpang. Ruangan penuh lampu dan musik yang kedap suara,
ya itulah tempat hiburan malam untuk para penumpang, Mereka menyebutnya
diskotik. Ada beberapa biduan yang menyanyi dan yang lain bergoyang mengikuti
iramanya. Aku hanya melihat-lihat sekilas setelah itupun keluar lagi karena
tidak tertarik.

Share:

Senin, 02 Oktober 2017

BELAJAR

Terkadang ketika kita masih belajar di bangku sekolah atau di pondok pesantren
kita mungkin sering berpikir bahwa, Apakah yang saya pelajari sekarang itu akan
ada gunanya nanti dihari tua?. Dan itu juga bisa menjadi hambatan terbesar kita
dalam belajar. Orang yang berpikiran seperti itu biasanya akan malas untuk
belajar.

Ditambah lagi kalau ada temen yang melontarkan ucapan, "Ngapain belajar kaya
gitu? nanti ga bakal kepakai selain di sekolah mah". Terutama di pelajaran
Matematika, banyak sekali bab-bab yang dianggap tidak penting karena tidak
terpakai dalam kehidupan sehari-hari. Tapi banyak juga pelajaran yang lain yang
diremehkan seperti itu.

Untuk pengalaman saya sendiri saya dulu belajar dipesantren, disana diajarakan
tentang agama. Menghafal dalil Alqur'an dan Hadits, serta mempelajari dan
memahaminya. Kebetulan sekali seperti yang saya pernah tulis dalam tulisan saya
yang berjudul "ME AND MY UNFORGETTABLE MOMENT". Saya hanya belajar hanya sampai
kelas 11 dan itupun kurang fokus, sehingga ilmu yang saya dapatkan pun sedikit.

Nah, barulah saya dapat batunya. Seringkali saya disuruh berbicara didepan
banyak orang, mereka hanya memandang saya berasal dari pesantren, padahal kan
tidak semua anak pesantren pintar hahaha. Terakhir kali tadi pagi(Senin 02/10)
saya disuruh mengisi kultum di acara yang agak resmi di tempatku belajar, ada
beberapa mentorku salah satunya pendiri ODOP yaitu Bang Syaiha. Yah dengan agak
berat hati saya bicara dan masih gelegepan seperti orang tenggelam.

Alhamdulillah dengan sedikit ilmu yg saya punya sangat terasa perbedaanya
ketika kita berjumpa dengan orang-orang di luar sana. Minimal kita dapat
sedikit bersaing dengan mereka. Saya pernah dikarantina bersama 19 orang calon
Da'i yang akan disebar ke seluruh Indonesia, dan disana saya tidak terlihat
begitu bodoh lah. Bahkan saya membantu pengajar untuk mengajarkan Bahasa Arab
kepada mereka, dan beberapa kali mendapat bagian untuk menjadi khotib ketika
sholat jum'at.

(Menyampaikan materi Fiqih Dakwah untuk kader Da'i)

Dan saya juga sempat mengajar di sekolah formal tingkat SMP selama setengah
tahun, sebelum akhirnya saya keluar karena ada beberapa masalah dengan kepala
sekolah. Lumayanlah saya yang hanya lulusan SMA bisa mengajar di sekolah yang
muridnya lumayan banyak. Yang saya ajarkan adalah Mata pelajaran Akhlaq dan
Tajwid, Mungkin 3 sampai 4 bulan pertama materi yang kita ajarkan cukup luas
tetapi bulan-bulan berikutnya saya sadar bahwa ilmu saya sangat sedikit.

(Mengisi materi Tafsir Alquran)

Untuk temen-temen yang membaca tulisan ini jangan sekali-kali bosan dalam
belajar ya. Walaupun kita merasa sedikit ilmu yang kita punya diluar sana akan
sangat berguna, Apalagi kalau banyak. Baik, semoga bermanfaat terimakasih.
Share:

Minggu, 01 Oktober 2017

ME AND MY UNFORGETTABLE MOMENT

Sedikit memperkenalkan diri, Nama saya Amtony Ariffudin. Anak sulung dari empat bersaudara yang dilahirkan dari keluarga sederhana di daerah pegunungan Jawa tengah. Tumbuh besar di daerah pegunungan yang cuacanya dingin menyejukkan. Dan mulai merantau meninggalkan kampung halaman ketika menginjak SMP hingga sekarang, jadi sudah merantau sekitar 8 tahun.

Amtony Ariff

Aku sempat hampir tidak bisa melanjutkan pendidkan SMAku setelah aku lulus dr SMP dikarenakan kendala biaya. Tapi Alhamdulillah ada pesantren beasiswa di Bogor sehingga dapat melanjutkan pendidikan. Tetapi aku hanya fokus dalam belajar hanya selama 2 tahun. Menginjak kelasa IX saya sudah tak lagi fokus belajar melainkan mengumpulkan dana untuk kebutuhan pesantren yaitu bercocok tanam, menjaga depot air isi ulang, Jualan ikan basah sehingga tiap malam saya harus menempuh perjalanan dari Bogor-Jakarta Utara untuk belanja ikan segar yang kemudian di distribusikan ke warung-warung sayur pada pagi harinya. waktu tidur hanya sekitar 2-3 jam dalam sehari. Apalagi waktu untuk belajar.

Setelah lulus SMA saya tetap menjalani pekerjaan seperti biasanya. 2 tahun setelah kelulusan aku bertemu rumah muda, Pendidikan bisnis online yang di mentori oleh Bang syaiha dan rekan-rekan. Alhamdulillah mindset dan kehidupanku mulai berubah. Semoga kedepanya lebih baik. Aamiin..

Oh iya, hampir lupa. Pada waktu SMA Alhamdulillah aku memliki mama angkat yang sudah seperti mama aku sendiri. Semua keluarganya menganggapku seperti saudaranya. Dia adalah Seorang wanita muda yang berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur.

MY UNFORGETTABLE MOMENT

Momen yang tidak bisa aku lupakan adalah ketika Allah mengabulkan keinginanku untuk mengunjungi timur Indonesia. Pada September 2016 mama angkatku mengajakku untuk pergi ke Nusa Tenggara. Perjalanan kami dimulai dengan menggunakan kapal pesiar besar yang bermuatan hingga 1700 penumpang dan ratusan kru dari Pelabuhan Tanjung priok Jakarta.

KM. Umsini

Kapal berlayar selama 20 jam menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Didalam kapal banyak sekali tersedia fasilitas yang sebelumnya tidak aku duga. Seperti Bioskop, Cafe, Karaoke, dan bahkan Diskotik. Tapi Alhamdulillah untuk masalah Sholat 5 waktu seluruh penumpang selalu diingatkan dengan speaker yang berada diseluruh bagian kapal, disetiap dek, dan kabin.

Karena arah laju kapal yang tidak selalu lurus maka masjidnya yang dibuatpun masjid fleksibel yang bisa diputar ke segala arah agar menyesuaikan kiblat. Masjidnya pun lumayan besar sehingga muat untuk sekitar 250 orang dalam sekali sholat. Tapi sering kepenuhan ketika sholat Jumat.

Bersambung*...

-----------------------------------
*Mohon maaf cerita ini cukup panjang sehingga saya jadikan cerita bersambung.
Share:

Sabtu, 30 September 2017

S A B T U


S A B T U
(Saat Aku Butuh Tempat Untuk Merenung)

Setelah menjalani banyak sekali aktifitas selama berhari-hari

terkadang kita lupa siapa sebenarnya kita. Ketika banyak sekali

masalah merundung yang tak ada habis-habisnya terkadang kita lupa

hal pertama yang harus ktita lakukan. Begitupula ketika kita sedang

diuji dengan kenikmatan, Kita seringkali lupa untuk merenung.


Merenung terkadang menjadi sangat penting. Untuk mengingat kembali

siapa diri kita sebenarnya, Untuk apa kita ada di  dunia ini, Siapa

sajakah yang paling berhak mendapatkan manfaat dari adanya kita.

Pantaskah kita dikatakan hidup jika tidak ada manfaat sama sekali

bagi kehidupan sekeliling kita.


Tatkala datang suatu masalah kedalam kehidupan kita, dan dikala

kita sedang fokus menyelesaikanya datanglah lagi masalah yang lain

menyusul, bahkan hingga berlapis-lapis. Ada yang hanya sebentar

kelar tetapi tak jarang juga yang betah bertahan mendampingi kita.

Merenunglah.


Begitupula ketika kita hidup kita sedang dipenuhi dengan

kesenangan, dengan kebahagiaan bersama kawan, keluarga, dan lain

sebagainya. Ini yang paling seringkali membuat kita lalai. lalai

dengan tuhan kita, lalai dengan pencipta kita.


Maka sesekali merenunglah, walaupun itu hanya untuk sekedar

mengingat perbuatan kita, apakah kita sudah baik? apakah amalan

sholih yang kita kerjakan sudah lebih banyak dengan dosa yang kita

lakukan? sudahkah kita bermanfaat bagi sekitar kita? sudahkah kita

bersyukur atas nikmat-nikmat-Nya? dan mengapa masalah yang kita

hadapi tak kunjung reda?.


Sungguh dengan merenung kita bisa menemukan kesalahan-kesalahan

yang pada dasarnya seringkali kita tidak sadari. Denganya kita bisa

mengoreksi diri kita sehingga kita tidak hanya menghakimi orang

lain. Percayalah dengan merenung kita juga bisa menjadi orang yang

pandai bersyukur. 
Share:

Kamis, 28 September 2017

K A M I S


K A M I S
(Ketika Akhwat Mulai Iseng Sms)

Hape tiba-tiba bergetar dan pas diangkat ternyata ada SMS. Sms dari orang yang tidak disangka-sangka, Akhwat Sholihah. Akhwat sholihah mengirim pesan singkat ke seorang ikhwan? Kalo hanya sekali duakali ketika ada keperluan tidaklah mengapa. Seperti butuh bantuan karena tugas kampus, bertanya info, atau lain sebagainya. Asal jangan dijadikan keperluan untuk melepas rindu.

Yah itulah yang seringkali terjadi. Mengirim pesan hanya untuk menanyakan sesuatu yang pada dasarnya ga penting, "Apa kabar? gimana skripsinya, sudah selesai? yang semangat yaa.". Lah ini kan pada dasarnya emang ga penting, malah bikin baper. Untung kalau cowoknya mengerti, lha kalau enggak, digombalin habis nih cewek.

Begitu juga dengan Cowo, Jangan asal mengakrabi cewek. Cewek itu sensitif, kita senyum sedikit dia menganggapnya lain, kita kirim sms dia anggap kita mulai perhatian. Lama kelamaan bisa nyantol nih hati si cewek. Dan akhirnya sakit hati pas tahu ternyata hanya dianggap sebagai teman.

Dan untuk para perempuan sekedar saya ingatkan sekarang itu banyak Playboy alim. Hati-hati dengan yang satu ini. Dia kirim sms malam-malam.
"Assalamualaikum, maaf hanya sekedar mengingatkan, sudah sholat tahajjud belum?, jangan lupa sholat ya walaupun hanya 2 rakaat. Pesan ini ga usah dibalas gapapa, yang penting kita sudah melaksanakan dan biarkan hanya kita dengan Allah saja yang tahu."
HATI-HATI inilah salah satu cowo modus. Pesan seperti ini tidak usah ditanggepin. Ini tipe modus yang membawa-bawa agama, disana dia yang mengirim pesan ini lagi ngorok juga, bangun paling-paling nonton bola.

Oke, maaf hanya sekedar mengingatkan ya teman-teman, hal-hal seperti inilah yang seringkali mengganggu konsentrasi kita dalam berhijrah. Intinya sekarang kita fokus membenahi diri saja, Insyaallah jika jiwa kita baik, kelak akan dipertemukan pula dengan yang baik.

Dan bagaimana jika kita sudah terlanjur masuk kedalam hal ini sehingga sulit hati untuk meninggalkan?, ada rasa sakit, ada rasa rindu, takut tidak ada lagi yang seperti dia. Hahaha.. Tinggalkan saja. S.A.H(Sudahi Atau halalkan) pilihlah salah satu jalan tersebut. keduanya memang susah tapi niatkan saja karena Allah, maka Dia pasti akan bantu.
Share:

Rabu, 27 September 2017

R A B U


R A B U
(Ridho Ayah Bunda Untukku)

Oke teman-teman, membicarakan masalah ridho biasanya sangat akrab sekali dengan kata orang tua. Apakah itu ridho? Ridho berasal dari bahasa arab yang berarti menerima sesuatu hal dengan lapang dada tanpa ada rasa kecewa atau paksaan. Sedangkan menurut istilah adalah menerima sesuatu dengan lapang dada, menghadapinya dengan tabah. Dan perkara Ridho ini berkaitan dengan maslah keimanan.

Dan ridho kedua orang tua sangatlah berpengaruh dengan jalan hidup kita. Mengapa tidak? karena Ridho Allah terletak pada ridho kedua orang tua. Seberapapun keras kita berusaha untuk menggapai sesuatu tetaplah berkahnya pada ridho orang tua.

Banyak sekali kisah-kisah kesuksesan yang tak luput dari yang namanya ridho orang tua, terselesaikanya sebuah masalah yang besar karenanya, dan bahkan ada juga orang-orang yang tergelincir karirnya, kehidupanya dikarenakan mengabaikan hal ini.

Berbuat baik kepada orang tua dan selalu mencari ridho darinya dengan memberikan penghargaan, penghormatan dalam batas-batas yang masih diperbolehkan belumlah sepadan dengan pengorbanan jiwa raga orang tua kita semenjak kita masih dalam kandungan. Sangking besarnya pengorbanan mereka bahkan kita mengucapkan kata "Ah"pun dilarang.

Tapi sangat miris sekali jika kita melihat kehidupan anak zaman sekarang. Orang tua dijadikan pembantu, dibentak, bahkan tak sedikit pula yang bermain fisik. Memang benar sekarang mendekati akhir zaman dan terbuktilah hadits rasulullah SAW. bahwa pada saat menjelang akhir zaman akan ada seorang budak yang melahirkan pembantunya. Tak lain dan tak bukan itulah anak yang selalu memerintah ibunya, memperbudak ibunya. Naudzubillah min dzalik.

Marilah kita kembali mengingat bahwasanya kita masuk kedalam surga bukan karena amalan yang kita perbuat, melainkan karena ridho Allah SWT. Dan untuk memperoleh ridho Allah adalah dengan ridho kedua orang tua. Jadi hal ini sangat berkesinambungan bagaikan kunci-kunci yang dikumpulkan untuk mendapatkan kunci yang lainnya untuk membuka sesuatu harta karun yang sangat luar biasa.

Ridho ini juga penting untuk kita selagi masih menjalani kehidupan didunia ini. Saat kita ingin memilih sesuatu, menjalani sesuatu, membangun usaha dan yang lain sebagainya. Percayalah dengan kehendak Allah kita bisa melihat perbedaanya.

Yang menjadikan sukses itu barangkali bukan kita, kita hanya 30% barangkali doa-doa ayah ibu kitalah yang ke langit, itulah yang diambil oleh Allah, kita hanya bisa ikhtiar. Maka tidak pantas kita melupakan mereka setelah kita matang. Tidak pernah menengok, menelpon, memberi kabar kepada mereka. itu adalah dosa. Sekarang giliran kitalah sebagai anak-anaknya yang merawat mereka.

Nah begitu teman-teman, jangan remehkan hal ini. Orang tua adalah insan yang harus kita muliakan setelah Allah dan Rasulnya. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk saya pribadi dan pembaca pada umumya. Aamiin
Share:

Selasa, 26 September 2017

S E L A S A

S E L A S A
(Saat Engakau Merasa Lelah dengan Sedikit Amalan)

yah, Kita sebagai seorang muslim diwajibkan untuk beribadah. Mulai dari
ibadah hati, lisan, Hingga perbuatan. Dan Hukumnya juga bermacam-macam
mulai dari Sunah, Makruh, hingga haram.

Dibenak orang-orang biasanya terdapat pendapat seperti ini; "Kita mah
orang awam, mau ibadah rasanya malas. sedangkan mereka mah ga ada
kesibukan makanya ibadah lancar. Hidupnya sudah terjamin jd ga perlu
susah-susah nyari uang kaya kita hingga lupa waktu." Nah ini dia yang salah.

"Setiap kita memiliki waktu yang sama dalam sehari, Tinggal bagaimana kita menggunakan kesempatanya. "

Sedangkan untuk rasa malas, Kita semua juga punya. mulai dari orang awam seperti kita hingga para ulama besar. Kata siapa Orang yang berilmu tidak pernah merasakan malas?. Penyakit ini bisa berada di hati setiap manusia, Tinggal bagaimana kita menghilangkanya.

Celakanya jika sifat ini menurunkan kapasitas ibadah kita. Hingga kita merasa cukup dengan ibadah yang sedikit, hanya terbatas pada ibadah fardhu saja. Malas untuk melakukan ibadah yang lain, malas untuk melakukan ibadah-ibadah sunnah.

Apakah kita berpikir ibadah yang sedikit itu sudah pasti diterima?, benarkah sudah kita laksanakan dengan khusyu'?. Ayolah kawan Ibadah yang sedikit itu belum menjamin kita untuk masuk surga. Kita bisa lihat dan bandingkan dengan dosa yang kita lakukan selama satu hari, satu jam, satu menit. bisakah menghapus semua itu?

Memang banyak amalan dalam agama ini yang walaupun kecil, ringan, tetapi pahalanya tak terhingga. bahkan ada yang bisa menghapus dosa-dosa kita selama bertahun-tahun. Tetapi masa' kita jadi meremehkan dosa-dosa yang kita lakukan. Bukan begitu sistem kerjanya, Dosa kecil yang kita remehkan akan diitung menjadi dosa besar nantinya. Kita tidak tahu dosa kecil manakah yang dapat menjerumuskan kita ke dalam Neraka.

Oke kawan, Kita lawan rasa malas ini, rasa puas dalam beribadah ini, Anggaplah ibadah kita yang sedikit ini sebagai rasa sykur kita, sebagai permohonan ampunan atas dosa-dosa kita. Jangan mudah puas dengan ibadah yang sedikit ini. HIngga pada saatnya kita bisa merasakan rasa manisnya dalam beribadah.

Semoga Kita senantiasa diberi oleh Allah semangat dan kesabaran dalam ketaatan kepadanya, dan bisa Istiqomah. Demikan dari saya semoga bermanfaat.
Share:

Senin, 25 September 2017

S E N I N


S E N I N
(Sempatkah ENgakau Ingat Nikah?)


Entah karena zaman sekarang atau memang dulu juga begini. Dimanapun saya

temui temen-temenku pasti obrolanya menyangkut masalah pernikahan. Entah

itu nonton bola, Jalan-jalan, Makan siang, via telpon, dan banyak lainya.

Membuatku berpikir, Apakah Aku ga bakal dapat Cewe klo aku ga mikirin

dari sekarang ya.


Yah tapi kita sama-sama tahu, jodoh kita sudah disiapkan oleh-Nya.

Walaupun lambat Insyaallah dengan orang yang tepat.

Yang saya heran dari mereka, Apakah benar dengan pacaran sudah pasti itu

adalah jodoh kita?. Walaupun ada orang yang pacaran hingga ke jenjang

Pernikahan, apakah itu menjamin kita semua bisa seperti itu?. Tidak sama

sekali.


Pacaran. Adalah satu kata yang dijadikan alasan untuk menghalalkan

sesuatu yang Haram. Hanya berbekal satu kata ini, sebagian perempuan

diremehkan. Berduaan, Berpegangan tangan, Berciuman, dan tak sedikit lagi

yang lebih dari itu. Apakah mereka ga sadar bahwa kita akan mendapatkan

jodoh sama bagaimana dengan perbuatan kita.


Yang baik mendapatkan yang baik dan yang buruk mendapatkan yang buruk.

Kata ini mungkin bagi mereka hanya salah satu dari kumpulan meme. Yang

hanya dibaca, terSenyum, dan kemudian dilupakan.


Tidak dipungkiri lagi bahwa kita semua akan menikah(berkeluarga). Tapi

hal itu belum saatnya dipikirkan ketika kita hanya masih seorang remaja.

Yang kadang makanpun masih ikut sama orang tua. Jangankan menafkahi anak

istri, untuk kebutuhan sehari-hari saja tak luput dari bantuan orang tua.

Yang pantasnya dipikirkan adalah bagaimana kita bisa mandiri dari segi

financial untuk kebutuhan kita, membantu meringankan kebutuhan orang tua,

Membantu biaya adik-adik kita untuk bersekolah. Naah, baru kita kumpulkan

modal dikit demi sedikit untuk menikah.


Menikahkan seorang anak memang kewajiban orangtua. Tapi tidakkah kita

berpikir bahwa sudah cukup kita menyusahkan mereka?

-----------------------------------------------
Share:

Sabtu, 23 September 2017

S A B T U


S A B T U
(Saatnya Aku Banting Tulang Untukmu)

Mungkin kita belum bisa bersama
Bahkan belum ada nama kita di KUA
kita hanya bisa saling mencanda
dan mengharap lewat do'a

Walaupun begitu..
Namaku selalu ada dihatimu
menyertai doa dan tangisan sepertiga malammu
memecah heningnya kelambu tidurmu

Hanya Allah yang tahu
kita akan dipisahkan atau menyatu
kita hanya bisa berharap lewat semoga
agar dikabulkan oleh-Nya

jujur aku tidak ingin melupakanmu
meskipun tlah ada orang meminangmu
karena diantara banyak warna dalam hidupku
kau lah salah satu

....
Share:

Kamis, 21 September 2017

KESELL...


Kesell..

Itulah satu kata yang cocok untukku hari ini, Bagaimana enggak? Hari ini aku

mengikuti pertandingan tenis meja yang dilaksanakan di Perumahan tempatku

tinggal, dan alhasil saya kalah hahaha..

Wajar saja lah saya kalah, lha wong lawannya sudah Pro semua. Sedangkan saya

udah hampir setahun ga main gituan. Tapi asyik sih, Akrab dengan seluruh

warga.

hal yang mengesalkan yang kedua. Dari pagi saya sudah dipamerin tulisan

temen-temen ODOP yang dishare di grup. Dan otomatis saya juga pingin menulis

lah. Tapi... Ini Laptop kenapa dari kemaren ngambek mulu. Dinyalain bentar-

bentar mati. Baru ngetik Satu paragraph udah mati, mana tyulisan belum

keSave lagi. hadeuh..

Yaudah apa dayaku kalau dia lagi merajuk kaya gini. Memang harus didiamkan

terlebih dahulu. Walaupun ga sampe pisah ranjang :D.

Yaa begitulah kira-kira yang dapat saya share. Niatnya mau bikin puisi cinta

tadinya mah. Ee puisi galau maksudnya, pas lagi galau soalnya hehe..

Oke temen-temen terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca tulisan

yang kurang bermanfaat ini. Salam ODOP
Share:

Categories

About Me

About Me
Seorang Pemuda yang ingin bermanfaat untuk banyak orang. Mengisi blog dengan kicauan curhat yang sedikit diselipi dengan dakwah. . , click here →

Find Me On: